Greenland 2: Migration siap melanjutkan kisah perjuangan manusia bertahan hidup setelah bencana kiamat global. Film ini menjadi sekuel dari Greenland (2020) yang sempat mencuri perhatian penonton di tengah masa pandemi, dengan cerita penuh ketegangan sekaligus refleksi tentang moralitas dan kemanusiaan.
Disutradarai oleh Ric Roman Waugh, Greenland 2: Migration kembali dibintangi Gerard Butler sebagai John Garrity, bersama Morena Baccarin dan Roman Griffin Davis. Film ini dijadwalkan rilis pada 2026 dan mengambil latar waktu sekitar lima hingga tujuh tahun setelah peristiwa di film pertama.
Dunia Pasca-Kiamat yang Semakin Brutal
Dalam Greenland, Bumi dihantam serpihan komet Clarke yang memicu kehancuran massal dan memusnahkan sebagian besar kehidupan di permukaan planet. Hanya segelintir manusia yang selamat berkat program evakuasi pemerintah dunia ke bunker-bunker raksasa di wilayah terpencil, salah satunya Greenland.
Di akhir film pertama, keluarga Garrity berhasil mencapai bunker tepat sebelum tumbukan terbesar terjadi. Meski sebagian atmosfer mulai membaik, Bumi digambarkan mengalami perubahan ekstrem dengan iklim tak bersahabat, jarak antarkelompok penyintas yang terputus, serta keterbatasan sumber daya.
Fokus Cerita Greenland 2: Migration
Berbeda dengan film pertama yang menitikberatkan pada perlombaan menuju keselamatan, Greenland 2: Migration lebih fokus pada kehidupan setelah kiamat. Keluarga Garrity kini berusaha bertahan di Greenland, menghadapi kondisi lingkungan yang semakin memburuk serta tantangan baru dalam menjelajahi dunia yang telah berubah drastis.
Sekuel ini tetap membawa DNA film bencana—ketegangan, skala kehancuran, dan emosi yang intens—namun dengan pendekatan yang lebih eksploratif. Cerita akan menggali bagaimana manusia membangun kembali peradaban, menghadapi migrasi antarkelompok penyintas, serta dilema moral di dunia yang nyaris runtuh.
Dengan latar pasca-apokaliptik yang lebih luas dan suram, Greenland 2: Migration diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih mendalam, sekaligus mempertahankan nuansa emosional yang membuat film pertamanya begitu berkesan.
Berita ini merupakan analisis orisinil dari artikel yang terbit di Screenrant

