LUMINASIA.ID, NASIONAL - Langkah mengejutkan dilakukan Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis di tengah proses hukum kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu. Keduanya mendatangi kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (8/1/2026).
Dilansir Detik, p6ertemuan yang berlangsung tertutup itu memunculkan spekulasi baru mengenai arah penyelesaian polemik hukum yang belakangan menyita perhatian publik. Alih-alih membahas teknis perkara, agenda tersebut dikonfirmasi sebagai silaturahmi, namun tetap dinilai memiliki makna politis dan simbolik.
Kawasan rumah Jokowi tampak disterilkan sejak sore hari. Jokowi diketahui tiba di kediamannya sekitar pukul 15.47 WIB, sementara Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis tidak terlihat oleh awak media karena pembatasan akses pengamanan. Sekitar pukul 18.30 WIB, rombongan meninggalkan lokasi tak lama sebelum Jokowi juga bertolak dari rumah tersebut.
Ajudan Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah, membenarkan pertemuan itu dan menegaskan sifatnya sebagai silaturahmi.
“Iya betul. Sore hari ini Bapak Joko Widodo menerima silaturahmi dari Saudara Eggy Sudjana dan Saudara Damai Hari Lubis,” ujar Syarif saat dikonfirmasi.
Dalam pertemuan tersebut, Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis turut didampingi kuasa hukum Eggy, Elida Netty. Hadir pula Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) Darmizal serta Sekretaris Jenderal ReJO Rakhmad.
Langkah menemui Jokowi ini dinilai sebagai sinyal terbukanya jalur komunikasi di luar ruang persidangan, meskipun proses hukum tetap berjalan. Diketahui, keduanya termasuk dalam delapan tersangka kasus pencemaran nama baik dan dugaan manipulasi data terkait isu ijazah palsu Jokowi.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan delapan orang sebagai tersangka dengan jerat pasal berlapis, termasuk pasal pencemaran nama baik, fitnah, dan ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Para tersangka dibagi ke dalam dua klaster dengan ancaman pidana berbeda.
Meski belum ada pernyataan resmi terkait substansi pembicaraan dalam pertemuan tersebut, kehadiran dua tersangka ke kediaman Jokowi dinilai sebagai upaya meredam ketegangan sekaligus menjaga ruang dialog di tengah proses hukum yang sensitif dan menyita perhatian nasional.

