Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

PBNU Buka Suara soal Dugaan Aliran Dana Haram ke Aizzudin Abdurrahman: 'Kami Serahkan ke Proses Hukum'

Kamis, 15 Januari 2026 15:50
Editor: diku
  • Bagikan
Ketua Bidang Ekonomi PBNU Aizzudin (suara.com)

LUMINASIA.ID, Nasional - Pusaran kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama (Kemenag) periode 2023–2024 terus berkembang. Setelah menyeret sejumlah nama internal Kemenag, kini sorotan publik mengarah kepada Ketua Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Aizzudin Abdurrahman (AIZ), yang disebut-sebut diduga menerima aliran dana haram terkait kuota haji.

Dilansir Suara, PBNU menegaskan menghormati proses hukum yang tengah berjalan dan meminta publik tidak berspekulasi. “PBNU menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Kami tidak akan mengintervensi proses penegakan hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat,” kata salah satu pengurus PBNU saat dikonfirmasi, Kamis (15/1/2026).

Sementara itu, Aizzudin Abdurrahman membantah keras tudingan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah menerima dana yang bersumber dari praktik korupsi kuota haji. “Saya tidak pernah menerima uang haram, apalagi terkait pengaturan kuota haji. Tuduhan ini tidak berdasar dan mencemarkan nama baik,” ujar Aizzudin dalam pernyataan tertulisnya.

Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan masih mendalami berbagai informasi yang beredar. “Setiap informasi yang masuk tentu akan kami verifikasi. Jika ditemukan bukti permulaan yang cukup, KPK akan bertindak sesuai ketentuan,” kata Juru Bicara KPK dalam keterangan persnya. Namun, KPK belum merinci apakah Aizzudin telah dipanggil atau diperiksa.

Pengamat kebijakan publik menilai isu ini berpotensi berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keagamaan. “Ketika nama tokoh ormas besar terseret, dampaknya bukan hanya personal, tetapi juga institusional. Karena itu, transparansi dan klarifikasi sangat penting,” ujar peneliti antikorupsi dari salah satu lembaga kajian nasional.

Kasus dugaan korupsi kuota haji sendiri mencuat setelah adanya temuan kejanggalan dalam pembagian kuota tambahan dan dugaan praktik jual beli kuota pada musim haji 2023–2024. Sejumlah pihak diduga memanfaatkan celah regulasi untuk memperoleh keuntungan pribadi.

PBNU kembali menekankan komitmennya terhadap tata kelola yang bersih. “Jika ada kader yang terbukti melanggar hukum, tentu ada mekanisme organisasi. Kami tidak akan melindungi siapa pun,” tegas pengurus PBNU tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penetapan tersangka terhadap Aizzudin Abdurrahman. Proses hukum masih berjalan, dan publik diminta menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat penegak hukum.

Tags: PBNU Nasional Politik Pemerintahan

Baca Juga

Hari Pelanggan Nasional 2026, Honda Perkuat Kedekatan dengan Konsumen Lewat Layanan Personal
Hari Pelanggan Nasional 2026, Honda Perkuat Kedekatan dengan Konsumen Lewat Layanan Personal
Kalla Toyota Padukan Kearifan Lokal dan Kepedulian Lingkungan di Hari Pelanggan Nasional
Kalla Toyota Padukan Kearifan Lokal dan Kepedulian Lingkungan di Hari Pelanggan Nasional
Telkomsel Hadirkan Layanan Lebih Dekat di 65 GraPARI Sulawesi, pada Hari Pelanggan Nasional 2026
Telkomsel Hadirkan Layanan Lebih Dekat di 65 GraPARI Sulawesi, pada Hari Pelanggan Nasional 2026
 Auditorium Semen Tonasa Jadi Ruang Pertemuan Peserta MTQ Korpri  Nasional
Auditorium Semen Tonasa Jadi Ruang Pertemuan Peserta MTQ Korpri Nasional
1.157 Peserta dari 38 Provinsi dan 79 Kementerian-Lembaga Ikuti Defile MTQ KORPRI di Makassar
1.157 Peserta dari 38 Provinsi dan 79 Kementerian-Lembaga Ikuti Defile MTQ KORPRI di Makassar
Sambut 1.600 Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026, Dishub Makassar Rekayasa Lalin
Sambut 1.600 Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026, Dishub Makassar Rekayasa Lalin

Populer

  • 1
    VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
  • 2
    Nikah Gratis di Makassar untuk 210 Pasangan, Daftar Lewat LONTARA+ Mulai Hari Ini
  • 3
    PJM Dukung Penyesuaian SOP Pemanduan Kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas II Kijang
  • 4
    Pelindo Jasa Maritim Cek Kesiapan STS Nipa, Pastikan Layanan Maritim di Perbatasan Tetap Andal
  • 5
    Cara Klaim Garansi Motor Honda di AHASS Mesin hingga Rangka, Ini Syarat dan Langkahnya

Ekonomi

  • Semarak Hari Pelindo ke-5, Regional 4 Perkuat Semangat Kepedulian dengan DOnor Darah
    Semarak Hari Pelindo ke-5, Regional 4 Perkuat Semangat Kepedulian dengan DOnor Darah
  • Yuk Ikut Seminar Muslimpreneur Bareng Imam Shamsi Ali, Bakal Bahas Harta dan Kesuksesan dalam Islam
    Yuk Ikut Seminar Muslimpreneur Bareng Imam Shamsi Ali, Bakal Bahas Harta dan Kesuksesan dalam Islam
  • Ikut Jual Rumah di Bukit Baruga Bisa Dapat Rp15 Juta, Ini Caranya
    Ikut Jual Rumah di Bukit Baruga Bisa Dapat Rp15 Juta, Ini Caranya

Peristiwa

  • Ini Daftar 18 Pejabat Dilantik Prabowo, Ada Kapolri, Ketua Ombudsman, hingga Bahlil Lahadalia Jadi Menko
    Ini Daftar 18 Pejabat Dilantik Prabowo, Ada Kapolri, Ketua Ombudsman, hingga Bahlil Lahadalia Jadi Menko
  • Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
    Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
  • Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID