Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Waduh! Utang Kredit di Sulampua Capai Rp449,98 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 16 Januari 2026 22:09
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
ilustrasi utang kredit

LUMINASIA.ID - Penyaluran kredit perbankan di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) hingga November 2025 tercatat mencapai Rp449,98 triliun.

Meski masih tumbuh positif, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laju pertumbuhan kredit mengalami perlambatan dibandingkan periode sebelumnya.

Berdasarkan data OJK, kredit perbankan Sulampua pada November 2025 tumbuh sebesar 4,05 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini melambat dibandingkan posisi Desember 2024 yang tercatat tumbuh 7,44 persen (yoy) dengan nominal kredit sebesar Rp433,47 triliun.

Sebelumnya, pada November 2024 penyaluran kredit perbankan di Sulampua mencapai Rp432,47 triliun dengan pertumbuhan 7,90 persen (yoy). Sementara itu, pada Desember 2023, kredit perbankan tercatat sebesar Rp403,44 triliun dengan pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni 9,20 persen (yoy).

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin mengatakan perlambatan pertumbuhan kredit tersebut terutama dipengaruhi oleh adanya kontraksi pada segmen kredit modal kerja, seiring sikap kehati-hatian dunia usaha dalam melakukan ekspansi.

“Pertumbuhan kredit relatif tertahan akibat kontraksi pada segmen kredit modal kerja, namun secara umum fungsi intermediasi perbankan masih tetap berjalan,” ujar Moch. Muchlasin.

Dari struktur penyaluran kredit, OJK mencatat porsi kredit konsumtif masih mendominasi dengan pangsa sebesar 52,06 persen. Sementara itu, kredit produktif tercatat memiliki porsi sebesar 47,94 persen dari total penyaluran kredit perbankan di Sulampua.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pembiayaan perbankan masih banyak didorong oleh kebutuhan konsumsi rumah tangga, meskipun kredit produktif tetap berperan dalam mendukung aktivitas dunia usaha dan sektor riil di daerah.

Meski pertumbuhan kredit melambat, kualitas kredit perbankan di Sulampua dinilai masih terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang berada di level 2,99 persen pada November 2025.

Angka NPL tersebut sedikit meningkat dibandingkan posisi Desember 2024 yang tercatat sebesar 2,29 persen dan November 2024 sebesar 2,44 persen, serta Desember 2023 yang berada di level 2,51 persen. Namun demikian, rasio tersebut masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator.

“Kualitas kredit masih terjaga dan tetap berada dalam batas aman,” kata Moch. Muchlasin.

Dari sisi likuiditas dan agresivitas penyaluran kredit, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan Sulampua tercatat mencapai 124,14 persen pada November 2025. Angka ini sedikit menurun dibandingkan Desember 2024 yang berada di level 129,38 persen dan November 2024 sebesar 126,30 persen, namun masih lebih tinggi dibandingkan Desember 2023 yang tercatat sebesar 123,53 persen.

Menurut OJK, tingginya rasio LDR menunjukkan perbankan di Sulampua tetap aktif menyalurkan kredit kepada masyarakat dan dunia usaha dalam rangka mendukung pembiayaan perekonomian daerah.

“LDR yang relatif tinggi mencerminkan optimalisasi fungsi intermediasi perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional,” tegas Moch. Muchlasin.

Ke depan, OJK akan terus mendorong penyaluran kredit yang sehat dan berkualitas, khususnya pada sektor-sektor produktif, guna memperkuat struktur ekonomi daerah serta menjaga stabilitas sistem keuangan di wilayah Sulampua.

Tags: OJK penhapusan utang kredit

Baca Juga

Literasi Keuangan Tembus 69,57 Persen, Inklusi Capai 93,61 Persen pada 2026
Literasi Keuangan Tembus 69,57 Persen, Inklusi Capai 93,61 Persen pada 2026
Naik 29 Persen dari Tahun Lalu, Utang Pinjaman Online di Sulsel Tembus Rp2,64 Triliun
Naik 29 Persen dari Tahun Lalu, Utang Pinjaman Online di Sulsel Tembus Rp2,64 Triliun
Pelaku Investor Pasar Modal di Sulsel Melonjak, Reksa Dana Masih Jadi Instrumen Investasi Favorit
Pelaku Investor Pasar Modal di Sulsel Melonjak, Reksa Dana Masih Jadi Instrumen Investasi Favorit
Kredit Perbankan Sulsel Capai Rp176 Triliun Lebih, Makassar Masih Mendominasi Penyaluran
Kredit Perbankan Sulsel Capai Rp176 Triliun Lebih, Makassar Masih Mendominasi Penyaluran
Kinerja Perbankan Sulsel Tetap Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp214,32 Triliun
Kinerja Perbankan Sulsel Tetap Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp214,32 Triliun
Perempuan Sulsel Paling Sering Tertipu Investasi Ilegal, Modus Jasa Periklanan Berkedok Deposit Terbanyak
Perempuan Sulsel Paling Sering Tertipu Investasi Ilegal, Modus Jasa Periklanan Berkedok Deposit Terbanyak

Populer

  • 1
    BMKG: Siaga Tsunami di Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng! Bone hingga Palopo Waspada
  • 2
    Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Flores, Getarannya Terasa hingga Makassar
  • 3
    CEO Kalla Toyota Robby Wijaya Raih Sulsel Industry Marketing Champion 2026 Kategori Otomotif
  • 4
    XLSMART Hadirkan Promo Kemerdekaan, Paket Data Mulai Rp29 Ribu hingga Diskon Internet Rumah 40 Persen
  • 5
    PJM dan TNI AL Perkuat Sinergi, Delapan Perwira Ikuti Diklat Pandu Tingkat II

Ekonomi

  • KIMA Menang di MA, Aset 11.903 Meter Persegi Kembali Diamankan demi Kepastian Investasi
    KIMA Menang di MA, Aset 11.903 Meter Persegi Kembali Diamankan demi Kepastian Investasi
  • Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA, dan UGM Resmikan Pusat AI Berbasis Kampus Pertama di Indonesia
    Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA, dan UGM Resmikan Pusat AI Berbasis Kampus Pertama di Indonesia
  • Pakai Smartfren Bisa Internetan 5G Sepuasnya di Seluruh Makassar, Tanpa Batas Kuota dan Kecepatan Harga Mulai Rp40 Ribuan
    Pakai Smartfren Bisa Internetan 5G Sepuasnya di Seluruh Makassar, Tanpa Batas Kuota dan Kecepatan Harga Mulai Rp40 Ribuan

Peristiwa

  • Gus Kikin Nyatakan Siap Maju Ketua Umum PBNU, Disambut Ratusan Kader NU di Makassar
    Gus Kikin Nyatakan Siap Maju Ketua Umum PBNU, Disambut Ratusan Kader NU di Makassar
  • Kebuntuan Diplomatik AS-Iran Perihal Selat Hormuz Membuat Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak
    Kebuntuan Diplomatik AS-Iran Perihal Selat Hormuz Membuat Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak
  • Cek Desil Kemensos Agustus 2026, Ini Link Resmi dan Cara Melihatnya
    Cek Desil Kemensos Agustus 2026, Ini Link Resmi dan Cara Melihatnya
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID