Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Dunia Menolak Board of Peace Trump, PBB Tegaskan Peran Kritis Perdamaian Global

Rabu, 4 Februari 2026 23:11
Editor: diku
  • Bagikan
Ilustrasi: Trump tarik AS keluar dari PBB dan buat Board of Peace (pbs)

LUMINASIA.ID, NEW YORK — Dalam langkah yang bisa memicu ketegangan diplomatik, Presiden Donald Trump menghadapi penolakan luas dari dunia internasional terkait rencananya membentuk “Board of Peace” yang dipimpinnya sendiri. Banyak negara menolak memperluas mandat badan baru tersebut di luar gencatan senjata Gaza, menegaskan kembali pentingnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menjaga perdamaian global.

Dilansir AP, awalnya dimaksudkan sebagai kelompok kecil pemimpin dunia untuk mengawasi fase berikutnya dari gencatan senjata Gaza, Trump kini mendorong badan ini menjadi mediator global, sebuah upaya yang dipandang sebagai tantangan langsung terhadap Dewan Keamanan PBB.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan dalam pernyataan tegas, “Tanggung jawab utama atas perdamaian dan keamanan internasional tetap berada pada PBB. Tidak ada badan lain yang bisa mewajibkan semua negara anggota untuk mematuhi keputusan perdamaian.”

Negara-negara besar, termasuk anggota veto Dewan Keamanan—China, Prancis, Rusia, dan Inggris—serta kekuatan ekonomi seperti Jepang dan Jerman, menolak bergabung. Inggris menegaskan dukungan mereka pada PBB dan sistem internasional berbasis aturan. Prancis dan Spanyol menyebut agenda Trump tumpang tindih dan berpotensi melemahkan struktur PBB.

Bahkan sekutu dekat AS, Kanada dan beberapa negara Eropa, menolak ajakan Trump. Sementara itu, beberapa negara Muslim yang bergabung menekankan fokus mereka hanya pada gencatan senjata Gaza dan hak Palestina, tanpa mendukung ambisi global Trump.

Pengamat internasional memperingatkan, ambisi Trump bisa menimbulkan isolasi diplomatik AS. Richard Gowan dari International Crisis Group mengatakan, “Jika fokus tetap pada Gaza, lebih banyak negara mungkin ikut. Tetapi memperluas agenda global membuat Board of Peace tampak seperti klub pribadi—dan itu tidak menarik bagi dunia.”

Louis Charbonneau dari Human Rights Watch menambahkan, “Alih-alih mendanai badan baru yang kontroversial, pemerintah sebaiknya memperkuat PBB—institusi yang telah menjaga perdamaian dunia lebih dari 80 tahun.”

Dengan penolakan dari negara besar dan fokus internasional yang tetap pada PBB, rencana Trump menghadapi krisis legitimasi sejak awal, menandai konflik diplomatik yang bisa memengaruhi posisi Amerika Serikat di panggung global.

Tags: Trump

Baca Juga

Trump Disebut Frustrasi karena Iran Tak Kunjung Penuhi Tuntutan AS
Trump Disebut Frustrasi karena Iran Tak Kunjung Penuhi Tuntutan AS
Trump Pertimbangkan Aturan AI Usai Insiden Peretasan yang Libatkan OpenAI
Trump Pertimbangkan Aturan AI Usai Insiden Peretasan yang Libatkan OpenAI
Senator Senior AS Lindsey Graham Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun usai Sakit Mendadak
Senator Senior AS Lindsey Graham Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun usai Sakit Mendadak
Trump Akui Sempat Tak Paham Arti Kartu Merah, Kini Bersyukur Balogun Bisa Bermain Lagi
Trump Akui Sempat Tak Paham Arti Kartu Merah, Kini Bersyukur Balogun Bisa Bermain Lagi
AI Claude Dipakai dalam Serangan AS ke Iran, Beberapa Jam Setelah Dilarang Trump
AI Claude Dipakai dalam Serangan AS ke Iran, Beberapa Jam Setelah Dilarang Trump
Maria Corina Machado Serahkan Medali Nobel Perdamaian kepada Donald Trump di Gedung Putih
Maria Corina Machado Serahkan Medali Nobel Perdamaian kepada Donald Trump di Gedung Putih

Populer

  • 1
    BMKG: Siaga Tsunami di Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng! Bone hingga Palopo Waspada
  • 2
    Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Flores, Getarannya Terasa hingga Makassar
  • 3
    CEO Kalla Toyota Robby Wijaya Raih Sulsel Industry Marketing Champion 2026 Kategori Otomotif
  • 4
    XLSMART Hadirkan Promo Kemerdekaan, Paket Data Mulai Rp29 Ribu hingga Diskon Internet Rumah 40 Persen
  • 5
    Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA, dan UGM Resmikan Pusat AI Berbasis Kampus Pertama di Indonesia

Ekonomi

  • KIMA Menang di MA, Aset 11.903 Meter Persegi Kembali Diamankan demi Kepastian Investasi
    KIMA Menang di MA, Aset 11.903 Meter Persegi Kembali Diamankan demi Kepastian Investasi
  • Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA, dan UGM Resmikan Pusat AI Berbasis Kampus Pertama di Indonesia
    Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA, dan UGM Resmikan Pusat AI Berbasis Kampus Pertama di Indonesia
  • Pakai Smartfren Bisa Internetan 5G Sepuasnya di Seluruh Makassar, Tanpa Batas Kuota dan Kecepatan Harga Mulai Rp40 Ribuan
    Pakai Smartfren Bisa Internetan 5G Sepuasnya di Seluruh Makassar, Tanpa Batas Kuota dan Kecepatan Harga Mulai Rp40 Ribuan

Peristiwa

  • Gus Kikin Nyatakan Siap Maju Ketua Umum PBNU, Disambut Ratusan Kader NU di Makassar
    Gus Kikin Nyatakan Siap Maju Ketua Umum PBNU, Disambut Ratusan Kader NU di Makassar
  • Kebuntuan Diplomatik AS-Iran Perihal Selat Hormuz Membuat Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak
    Kebuntuan Diplomatik AS-Iran Perihal Selat Hormuz Membuat Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak
  • Cek Desil Kemensos Agustus 2026, Ini Link Resmi dan Cara Melihatnya
    Cek Desil Kemensos Agustus 2026, Ini Link Resmi dan Cara Melihatnya
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID