Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Spesifikasi ATR 42-500 yang HIlang di Maros: Dilengkapi Navigasi Modern dengan Kapasitas hingga 50 Penumpang,

Minggu, 18 Januari 2026 11:33
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
foto ilustrasi AI: Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang hilang kotak di pegunungan Maros-Pangkep.

MAKASSAR – Saat ini Indonesia tengah disibukkan dengan pencarian Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang hilang kotak di pegunungan Maros-Pangkep.

Dilansir wikipedia, Pesawat ATR 42-500 menjadi salah satu armada penerbangan regional yang banyak dioperasikan maskapai di Indonesia dan berbagai negara. Tipe ini dikenal sebagai pesawat turboprop jarak pendek yang dirancang untuk efisiensi, keandalan, serta kemampuan beroperasi di bandara dengan landasan terbatas.

ATR 42-500 merupakan pengembangan lanjutan dari keluarga ATR 42 yang diproduksi oleh ATR, perusahaan manufaktur pesawat asal Prancis dan Italia.

Varian -500 mulai dikirimkan ke operator pada Oktober 1995 dan menjadi generasi baru ATR 42 dengan sejumlah peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya.

Secara desain, ATR 42-500 menggunakan konfigurasi sayap tinggi (high wing) dan mesin turboprop ganda, yang membuatnya stabil saat terbang pada rute pendek hingga menengah. Pesawat ini dirancang untuk melayani penerbangan regional dengan tingkat konsumsi bahan bakar yang relatif rendah serta kemampuan operasi di wilayah tropis dan bandara dengan infrastruktur terbatas.

Dari sisi kapasitas, ATR 42-500 mampu mengangkut antara 44 hingga 50 penumpang dalam konfigurasi satu kelas. Pesawat ini dioperasikan oleh dua kru penerbangan, dengan satu pramugari di dalam kabin, sesuai standar penerbangan regional.

ATR 42-500 memiliki panjang badan pesawat sekitar 22,67 meter, bentang sayap 24,57 meter, dan tinggi 7,59 meter. Berat kosong pesawat tercatat sekitar 11.250 kilogram, dengan maksimum berat lepas landas (MTOW) mencapai 18.600 kilogram.

Untuk lepas landas pada kondisi MTOW, pesawat ini membutuhkan landasan sekitar 1.165 meter, menjadikannya cocok untuk bandara perintis maupun bandara daerah.

Dari sisi performa, ATR 42-500 ditenagai dua mesin Pratt & Whitney Canada PW127E dengan daya masing-masing sekitar 2.400 tenaga kuda. Mesin ini dirancang untuk memberikan performa optimal pada kondisi cuaca panas dan ketinggian tertentu, termasuk di wilayah tropis seperti Indonesia.

Pesawat ini menggunakan baling-baling enam bilah berbahan komposit yang dikendalikan secara elektronik penuh. Teknologi tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi aerodinamis, tetapi juga menekan tingkat kebisingan di dalam kabin, sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang.

Kecepatan maksimum ATR 42-500 mencapai sekitar 300 knot atau setara 555 kilometer per jam. Sementara itu, jarak tempuh maksimum pesawat ini berada di kisaran 1.600 kilometer, dengan ketinggian jelajah hingga 25.000 kaki. Kemampuan ini membuat ATR 42-500 ideal untuk rute antarkota jarak pendek hingga menengah.

Dari sisi avionik dan keselamatan, ATR 42-500 telah dibekali sistem navigasi modern, termasuk Flight Management System (FMS) ganda dari Honeywell, serta kemampuan pendaratan kategori CAT II pada versi tertentu. Sistem ini mendukung operasional penerbangan dalam kondisi cuaca terbatas.

Secara global, ATR 42-500 dioperasikan oleh berbagai maskapai sipil dan institusi pemerintah, termasuk untuk penerbangan penumpang, kargo, patroli maritim, hingga misi khusus. Di Indonesia, tipe pesawat ini dikenal luas sebagai tulang punggung penerbangan regional yang menghubungkan kota-kota dengan akses bandara terbatas.

Dengan kombinasi efisiensi bahan bakar, fleksibilitas operasional, dan desain yang andal, ATR 42-500 hingga kini tetap menjadi salah satu pesawat turboprop regional yang banyak diminati di pasar penerbangan dunia. (*)

Tags: pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport pesawat jatuh kecelakaan pesawat air india 2025

Baca Juga

Basarnas Resmi Hentikan Operasi SAR Pesawat ATR 42-500, Kesiapsiagaan Tetap Dilanjutkan
Basarnas Resmi Hentikan Operasi SAR Pesawat ATR 42-500, Kesiapsiagaan Tetap Dilanjutkan
Basarnas Resmi Serahkan Seluruh Jenazah Korban Pesawat Jatuh
Basarnas Resmi Serahkan Seluruh Jenazah Korban Pesawat Jatuh
DVI Berhasil Identifikasi Jenazah Esther Aprilita, Pramugari ATR 42-500
DVI Berhasil Identifikasi Jenazah Esther Aprilita, Pramugari ATR 42-500
Akhirnya Jenazah Korban Terakhir ATR 42-500 Ditemukan, Berupa Potongan Tubuh
Akhirnya Jenazah Korban Terakhir ATR 42-500 Ditemukan, Berupa Potongan Tubuh
Akhirnya Jenazah Korban Terakhir ATR 42-500 Ditemukan
Akhirnya Jenazah Korban Terakhir ATR 42-500 Ditemukan
Menaklukkan Tebing dan Cuaca, Cerita Perjuangan Danlanud Hasanuddin Mencari ATR 42-500
Menaklukkan Tebing dan Cuaca, Cerita Perjuangan Danlanud Hasanuddin Mencari ATR 42-500

Populer

  • 1
    Ini Pernjelasan Manajemen Terkait Kebakaran Nipah Park, Penyebab Kebakaran Lengkap Kronologis
  • 2
    Belajar dari UTM, Pendidikan Sosiologi Unismuh Dorong Kolaborasi Perkuat Daya Saing Global
  • 3
    Bupati Talenrang Hadiri Wisuda Polbangtan Gowa
  • 4
    Special Screening di Makassar, Film Dan Bandung Tawarkan Kisah Romansa Gen Z yang Relate dengan Kehidupan Anak Muda
  • 5
    Pemkot Makassar Matangkan HUT Ke-81 RI, Karebosi Jadi Pusat Upacara Kemerdekaan

Ekonomi

  • Pelindo Multi Terminal Catat Arus Barang 59,59 Juta Ton pada Semester I 2026
    Pelindo Multi Terminal Catat Arus Barang 59,59 Juta Ton pada Semester I 2026
  • Gelar Pertemuan dengan Elemen Masyarakat, PT KIMA Perkuat Komitmen Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
    Gelar Pertemuan dengan Elemen Masyarakat, PT KIMA Perkuat Komitmen Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
  • Pelindo Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi 200 Warga Wajo Sambut HUT Ke-81 RI
    Pelindo Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi 200 Warga Wajo Sambut HUT Ke-81 RI

Peristiwa

  • Dedi Congor Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi, Perkara di Polri Berjalan Sejak 2023
    Dedi Congor Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi, Perkara di Polri Berjalan Sejak 2023
  • Rebo Wekasan 2026 Jatuh 12 Agustus, Begini Sejarah dan Tradisinya di Masyarakat Jawa
    Rebo Wekasan 2026 Jatuh 12 Agustus, Begini Sejarah dan Tradisinya di Masyarakat Jawa
  • BLT 2026 Cair Bertahap, Ini Jadwal Penyaluran dan Cara Cek Penerima
    BLT 2026 Cair Bertahap, Ini Jadwal Penyaluran dan Cara Cek Penerima
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID