Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Seruan Damai Global Menguat, Dunia Dorong Diplomasi dan Cegah Perang Regional Pasca Serangan AS-Israel ke Iran

Minggu, 1 Maret 2026 10:43
Editor: diku
  • Bagikan
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (Getty)

LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL - Tekanan internasional untuk menghentikan eskalasi konflik di Timur Tengah kian menguat setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai lembaga global mendesak penghentian perang serta pembukaan jalur dialog menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Serangan tersebut memicu kekhawatiran luas akan pecahnya konflik regional yang lebih besar dengan dampak serius bagi stabilitas global dan keselamatan warga sipil.

Dilansir Kompas, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan bahwa situasi saat ini berpotensi memicu ketegangan lintas kawasan yang berbahaya jika tidak segera diredakan. Ia mengingatkan seluruh negara anggota untuk mematuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional, termasuk Piagam PBB yang melarang ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial negara lain. Seruan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa komunitas internasional ingin mencegah konflik berubah menjadi perang terbuka yang melibatkan lebih banyak negara.

Di tengah meningkatnya serangan balasan antara pihak-pihak yang terlibat, badan-badan PBB menekankan pentingnya penahanan diri dan kembalinya diplomasi sebagai satu-satunya jalan keluar berkelanjutan. Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk menyatakan bahwa penggunaan bom dan rudal hanya akan memperdalam penderitaan manusia dan memperbesar risiko korban sipil. Ia menilai kegagalan meredakan ketegangan dapat memicu konflik yang lebih luas dan menghancurkan.

Seruan serupa datang dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap dampak kemanusiaan konflik di Timur Tengah. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa warga sipil menjadi pihak paling rentan dalam situasi perang, terutama mereka yang terjebak di wilayah konflik aktif dan menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) juga memperingatkan bahwa eskalasi militer berisiko menciptakan reaksi berantai berbahaya di kawasan. Presiden ICRC Mirjana Spoljaric menekankan bahwa infrastruktur sipil seperti rumah sakit, sekolah, dan permukiman harus dilindungi sesuai hukum humaniter internasional. Ia menegaskan bahwa menegakkan aturan perang bukan pilihan, melainkan kewajiban yang harus dipatuhi semua pihak.

Serangkaian pernyataan dari lembaga internasional tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran global terhadap potensi konflik Timur Tengah yang lebih luas. Selain risiko kemanusiaan, ketegangan ini juga dipandang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan keamanan internasional, termasuk jalur perdagangan dan energi global.

Di tengah situasi yang terus berkembang, komunitas internasional kini mendorong upaya diplomasi lebih intensif untuk mencegah konflik meluas. Seruan untuk kembali ke meja perundingan dan menghormati hukum internasional menjadi pesan utama dari berbagai pemimpin global, dengan harapan ketegangan dapat diredakan sebelum berkembang menjadi perang regional yang sulit dikendalikan.

Tags: Perang Israel Iran

Baca Juga

Perundingan AS-Iran Gagal, Ancaman Perang AS-Israel vs Iran Kian Nyata Jelang Akhir Gencatan Senjata
Perundingan AS-Iran Gagal, Ancaman Perang AS-Israel vs Iran Kian Nyata Jelang Akhir Gencatan Senjata
Penerbangan Rute Jeddah-Makassar di Bandara Sultan Hasanuddin Tetap Normal di Tengah Situasi Timur Tengah
Penerbangan Rute Jeddah-Makassar di Bandara Sultan Hasanuddin Tetap Normal di Tengah Situasi Timur Tengah
Perang Timur Tengah Bayangi Industri Nikel, PT Vale Fokus Tekan Cost Produksi
Perang Timur Tengah Bayangi Industri Nikel, PT Vale Fokus Tekan Cost Produksi
Iran dan Amerika Serikat Klaim Serangan Bunuh Ayatollah Ali Khamaeni, Iran Bantah Keras
Iran dan Amerika Serikat Klaim Serangan Bunuh Ayatollah Ali Khamaeni, Iran Bantah Keras

Populer

  • 1
    Rayakan HUT ke-32, Mapala PNUP Tanam Pohon di Jalur Pendakian Lembah Lohe
  • 2
    BNI Buka Suara Terkait Rp28 M Dana Nasabah yang Raib Dibawa Kabur Kepala Kantor Kas Andi Hakim Febriansyah
  • 3
    Persaingan Grup B Memanas, Hasil Imbang Barito vs Persiba Justru Untungkan PSIS
  • 4
    Transformasi Strategis LPPF: Ganti Nama hingga Restrukturisasi Saham dan Dividen
  • 5
    Kenaikan Gaji PNS 2026: Ujian Keseimbangan Fiskal di Tengah Harapan ASN

Ekonomi

  • Pelindo Gandeng Bank Mandiri, Percepat Pengembangan Infrastruktur Makassar New Port
    Pelindo Gandeng Bank Mandiri, Percepat Pengembangan Infrastruktur Makassar New Port
  • Gandeng KPPU, Pemkab Pangkep Perkuat Pengawasan Pengadaan untuk Cegah Praktik Tidak Sehat
    Gandeng KPPU, Pemkab Pangkep Perkuat Pengawasan Pengadaan untuk Cegah Praktik Tidak Sehat
  • BNI Buka Suara Terkait Rp28 M Dana Nasabah yang Raib Dibawa Kabur Kepala Kantor Kas Andi Hakim Febriansyah
    BNI Buka Suara Terkait Rp28 M Dana Nasabah yang Raib Dibawa Kabur Kepala Kantor Kas Andi Hakim Febriansyah

Peristiwa

  • Bukan Sekadar Hack, Kasus Vercel Ungkap Bahaya Human Error di Era AI Tools
    Bukan Sekadar Hack, Kasus Vercel Ungkap Bahaya Human Error di Era AI Tools
  • Akhir Era Insentif Penuh: Kendaraan Listrik Kini Hadapi Pajak, Daerah Siapkan Penyeimbang
    Akhir Era Insentif Penuh: Kendaraan Listrik Kini Hadapi Pajak, Daerah Siapkan Penyeimbang
  • Hari Kartini Tak Libur, Justru Momentum Refleksi Peran Perempuan Modern
    Hari Kartini Tak Libur, Justru Momentum Refleksi Peran Perempuan Modern
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID