LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL - Peran Rusia dalam perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel mulai terungkap. Sejumlah pejabat intelijen Amerika Serikat menyebut Moskow telah memberikan informasi kepada Iran yang berpotensi membantu Teheran menargetkan aset militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
Dilansir Yahoo News, menurut dua pejabat yang mengetahui laporan intelijen tersebut, Rusia memberikan data yang dapat digunakan Iran untuk melacak kapal perang, pesawat militer, serta aset strategis Amerika Serikat di wilayah konflik. Informasi itu dinilai berpotensi meningkatkan kemampuan Iran dalam merespons operasi militer yang dilancarkan Washington dan sekutunya.
Meski demikian, pejabat tersebut menegaskan bahwa hingga kini belum ditemukan bukti bahwa Rusia secara langsung mengarahkan Iran dalam menggunakan informasi tersebut atau menentukan target serangan. Artinya, Moskow disebut hanya memberikan dukungan informasi, bukan mengendalikan strategi militer Iran.
Temuan ini menjadi indikasi pertama bahwa Rusia mulai terlibat dalam konflik yang pecah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut menargetkan fasilitas militer, program nuklir, serta sejumlah tokoh penting Iran.
Serangan awal itu bahkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang kemudian memicu ketidakpastian dalam struktur kepemimpinan negara tersebut. Saat ini Iran dipimpin oleh dewan kepemimpinan sementara yang terdiri dari tiga tokoh, salah satunya Presiden Masoud Pezeshkian.
Di tengah situasi perang yang terus meningkat, Iran tetap melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone yang diarahkan ke Israel serta sejumlah wilayah di kawasan Teluk. Konflik ini juga telah menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Hingga akhir pekan, sedikitnya 1.230 orang dilaporkan tewas di Iran, lebih dari 200 orang di Lebanon, serta sekitar belasan korban di Israel. Selain itu, enam tentara Amerika Serikat juga dilaporkan tewas sejak perang dimulai.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut. Ia bahkan menyatakan lebih banyak pejabat Iran bisa menjadi target serangan berikutnya.
Keterlibatan Rusia, meski masih sebatas dukungan informasi menurut laporan intelijen, dinilai berpotensi memperluas dimensi geopolitik konflik ini. Jika Moskow meningkatkan dukungannya kepada Teheran, perang tersebut dikhawatirkan bisa berkembang menjadi krisis yang melibatkan lebih banyak kekuatan global.

