Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Penutupan Selat Hormuz Guncang Pasar Energi Asia, Ancaman Baru bagi Stabilitas Ekonomi Global

Minggu, 1 Maret 2026 11:53
Editor: diku
  • Bagikan
Tanker Iran di Selat Hormuz

LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL - Penutupan Selat Hormuz oleh Iran setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel memicu kekhawatiran besar di pasar energi global, terutama di kawasan Asia yang sangat bergantung pada jalur vital tersebut untuk pasokan minyak dan gas. Ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah kini tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi internasional.

Dilansir Kompas, Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena sekitar 20 persen konsumsi minyak global melewati wilayah tersebut setiap hari. Data menunjukkan sekitar 20 juta barel minyak mentah, kondensat, dan bahan bakar melintasi selat ini, menjadikannya titik transit energi terpenting di dunia. Penutupan jalur tersebut langsung memicu kekhawatiran gangguan distribusi energi dan lonjakan harga minyak di pasar global.

Negara-negara Asia diperkirakan menjadi pihak yang paling terdampak jika penutupan berlangsung lama. China, India, Jepang, dan Korea Selatan menyerap hampir 70 persen dari total arus minyak mentah dan kondensat yang melewati Selat Hormuz. Gangguan pasokan ke negara-negara tersebut dapat memicu kenaikan harga energi, inflasi, dan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan yang selama ini menjadi motor ekonomi dunia.

Selain minyak mentah, pasokan gas alam cair juga berisiko terganggu. Qatar sebagai salah satu produsen LNG terbesar di dunia sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk mengekspor gasnya ke pasar internasional, terutama Asia. Gangguan pada jalur ini berpotensi memicu kelangkaan energi di sejumlah negara yang bergantung pada impor LNG, sekaligus meningkatkan biaya produksi dan transportasi.

Penutupan Selat Hormuz juga menimbulkan dilema bagi Iran sendiri. Meskipun langkah tersebut dianggap sebagai respons strategis terhadap serangan militer, Iran tetap bergantung pada jalur laut itu untuk mengekspor minyaknya ke mitra dagang utama seperti China. Analis energi menilai penutupan berkepanjangan dapat merugikan hubungan dagang Iran dan memperburuk kondisi ekonominya yang sudah tertekan sanksi internasional.

Di sisi lain, pasar global mulai bersiap menghadapi potensi lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok. Negara-negara pengimpor minyak di Asia dan Eropa diperkirakan akan mencari jalur alternatif atau meningkatkan cadangan strategis untuk mengantisipasi krisis pasokan. Situasi ini juga membuka peluang volatilitas tinggi di pasar energi, termasuk fluktuasi harga minyak mentah dan gas dalam beberapa pekan ke depan.

Ketegangan di Selat Hormuz menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas energi global yang masih sangat bergantung pada satu jalur sempit. Jika konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel terus meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga di seluruh dunia melalui tekanan harga energi, perdagangan internasional, dan stabilitas ekonomi global.

Tags: Selat Hormuz ditutup Perang Iran dengan Amerika dan Israel

Populer

  • 1
    Antrean Digital Tukar Uang Baru: Layanan PINTAR BI Dorong Masyarakat Beralih ke Sistem Online
  • 2
    Kematian Ayatollah Ali Khamenei Guncang Stabilitas Timur Tengah dan Buka Babak Baru Politik Iran
  • 3
    Yuk Ramaikan Festival Cap Go Meh Makassar 2026, Ada 150 Tenant UMKM, Kuliner, hingga Pertunjukan Lion Dance
  • 4
    Harga Emas Hari Ini: Antam 1 Gram Tembus Rp3.045.000
  • 5
    Inter Milan Fokus Scudetto Usai Tersingkir dari Liga Champions, Chivu: Waktu untuk Bangkit di Serie A

Ekonomi

  • Harga Emas Hari Ini Melonjak! Digital Sepekan Naik Rp64 Ribu
    Harga Emas Hari Ini Melonjak! Digital Sepekan Naik Rp64 Ribu
  • Harga Emas Hari Ini: Antam 1 Gram Tembus Rp3.045.000
    Harga Emas Hari Ini: Antam 1 Gram Tembus Rp3.045.000
  • Saham Bakrie & Brothers (BNBR) Melonjak 21,6 Persen ke Rp196, Sentuh Rp216 dalam Sehari
    Saham Bakrie & Brothers (BNBR) Melonjak 21,6 Persen ke Rp196, Sentuh Rp216 dalam Sehari

Peristiwa

  • Golkar Makassar Buka Puasa Bersama, Munafri Tegaskan Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
    Golkar Makassar Buka Puasa Bersama, Munafri Tegaskan Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
  • IHGMA Sulsel Luncurkan Program CSR Jumat Berkah, Bagikan Meal Box ke Sejumlah Masjid di Makassar
    IHGMA Sulsel Luncurkan Program CSR Jumat Berkah, Bagikan Meal Box ke Sejumlah Masjid di Makassar
  • Anak Bos Kejahatan Ukraina Diculik di Bali, Siapa Igor Komarov? Video Tebusan Rp150 Miliar Beredar
    Anak Bos Kejahatan Ukraina Diculik di Bali, Siapa Igor Komarov? Video Tebusan Rp150 Miliar Beredar
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID