LUMINASIA.ID, NASIONAL - Pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor kelapa sawit tak hanya berdampak pada peningkatan daya saing industri, tetapi juga membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat di wilayah perkebunan. Program yang dijalankan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kini menjadi pintu masuk bagi ribuan petani dan generasi muda untuk mendapatkan pelatihan hingga pendidikan formal.
Dilansir Kumparan, sepanjang 2025, tercatat 13.265 peserta menerima beasiswa di bidang kelapa sawit. Dari jumlah tersebut, 3.910 mahasiswa telah menyelesaikan pendidikan mereka di berbagai perguruan tinggi mitra. Keterlibatan 42 kampus menunjukkan bahwa sektor sawit mulai terintegrasi dengan dunia akademik secara lebih sistematis.
Tak hanya itu, sebanyak 29.263 peserta juga telah mengikuti pelatihan teknis yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas petani. Program ini dinilai penting karena menyasar langsung kebutuhan di lapangan, mulai dari praktik budidaya hingga pemahaman teknologi perkebunan.
Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat ME Manurung, menilai pendekatan berbasis pendidikan dan pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi industri sawit. Ia menyoroti bahwa peningkatan kualitas SDM tidak bisa dilepaskan dari peran institusi pendidikan yang kompeten.
Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari sejauh mana lulusan mampu menjawab tantangan industri, termasuk isu keberlanjutan dan efisiensi produksi.
Program pengembangan SDM sawit kini telah menjangkau 21 provinsi, mencakup berbagai daerah sentra perkebunan. Hal ini memperlihatkan adanya upaya pemerataan akses, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya terbatas dalam mendapatkan pendidikan dan pelatihan formal.
Ke depan, evaluasi program dinilai tetap penting agar manfaatnya semakin tepat sasaran. Dengan semakin luasnya jangkauan pendidikan sawit, sektor ini diharapkan tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi, tetapi juga motor penggerak peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah.

