LUMINASIA.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan mendasar yang mendorong dirinya terjun ke dunia politik hingga akhirnya maju sebagai calon presiden. Menurut Prabowo, keputusan tersebut lahir dari kegelisahannya melihat arah perjalanan bangsa pada dekade 1990-an yang dinilainya mulai menyimpang dari cita-cita para pendiri negara.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan media internasional Atlantico, Prabowo menuturkan bahwa keinginannya menjadi presiden bukan muncul karena ambisi pribadi, melainkan karena keyakinannya bahwa Indonesia membutuhkan perubahan arah pembangunan.
Ia mengaku telah lama mengamati berbagai persoalan yang dihadapi bangsa, terutama setelah melihat perkembangan situasi nasional menjelang akhir era Orde Baru.
“Saya ingin menjadi presiden karena saya melihat sejak tahun 1990-an Indonesia bergerak ke arah yang salah,” kata Prabowo dalam wawancara tersebut.
Prabowo menjelaskan bahwa dirinya merasa banyak kekayaan dan potensi nasional yang belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu alasan mengapa ia memilih masuk ke arena politik dan berupaya menawarkan gagasan perubahan melalui berbagai kontestasi pemilihan presiden.
Perjalanan politik Prabowo menuju kursi kepresidenan tidak berlangsung singkat. Ia tercatat beberapa kali mengikuti pemilihan presiden sebelum akhirnya memperoleh mandat rakyat pada Pemilu 2024. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung pengalaman panjangnya mengikuti proses demokrasi di Indonesia.
Meski mengakui demokrasi memiliki berbagai kekurangan, Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa sistem tersebut masih menjadi pilihan terbaik dibandingkan alternatif lainnya.
“Saya percaya pada demokrasi. Demokrasi memang tidak sempurna, tetapi sampai saat ini merupakan sistem terbaik yang dimiliki manusia,” ujarnya.
Presiden juga menekankan bahwa berbagai langkah transformasi yang saat ini dijalankan pemerintah bertujuan memastikan kekayaan nasional dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat luas. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan posisi strategis dalam rantai pasok global, sehingga harus mampu dikelola untuk kepentingan rakyat.
Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, Prabowo juga berulang kali menyampaikan pandangannya bahwa selama bertahun-tahun masyarakat Indonesia belum sepenuhnya menikmati hasil kekayaan alam yang dimiliki bangsa sendiri. Karena itu, pemerintah berupaya melakukan transformasi di berbagai sektor untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Prabowo, perubahan besar tidak selalu mudah dilakukan karena sering kali menghadapi berbagai tantangan dan resistensi. Namun, ia menegaskan pemerintah akan tetap melanjutkan agenda transformasi nasional yang dianggap penting bagi masa depan Indonesia.
Pernyataan tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai alasan utama yang selama ini mendorong Prabowo untuk terus terlibat dalam politik nasional, yakni keyakinan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang lebih maju apabila dikelola dengan arah kebijakan yang tepat.

