Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Inflasi April 2026 Terkendali di 2,42 Persen, Papua Barat Tertinggi

Senin, 4 Mei 2026 15:15
Editor: diku
  • Bagikan
Ilustrasi inflasi

LUMINASIA.ID, JAKARTA — Badan Pusat Statistik melaporkan laju inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Indonesia pada April 2026 berada di level 2,42 persen. Angka tersebut mencerminkan kondisi harga yang relatif stabil di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Dalam rilis resmi yang disampaikan pada 4 Mei 2026, BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional mencapai 111,09. Capaian ini menunjukkan tekanan inflasi masih dalam kisaran yang terkendali.

“Pada April 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,42 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,09,” tulis BPS dalam keterangan resminya.

Secara wilayah, inflasi tertinggi di tingkat provinsi tercatat di Papua Barat yang mencapai 5,00 persen dengan IHK sebesar 112,30. Sebaliknya, inflasi terendah terjadi di Lampung dengan hanya 0,53 persen dan IHK sebesar 110,93.

Sementara itu, pada level kabupaten/kota, Manokwari menjadi daerah dengan inflasi tahunan tertinggi sebesar 5,00 persen. Di sisi lain, Kota Bandar Lampung mencatat inflasi paling rendah, yakni 0,33 persen dengan IHK sebesar 109,27.

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat pergerakan harga secara bulanan. Pada April 2026, inflasi month-to-month (m-to-m) tercatat sebesar 0,13 persen. Adapun inflasi sejak awal tahun (year-to-date/y-to-d) berada di angka 1,06 persen.

BPS turut menyoroti inflasi inti yang mencerminkan tren harga jangka panjang. Pada April 2026, inflasi inti secara tahunan tercatat sebesar 2,44 persen. Sementara itu, secara bulanan inflasi inti mencapai 0,23 persen dan secara kumulatif sejak awal tahun sebesar 1,16 persen.

“Inflasi y-on-y komponen inti pada April 2026 sebesar 2,44 persen; dengan inflasi m-to-m sebesar 0,23 persen; dan inflasi y-to-d sebesar 1,16 persen,” lanjut keterangan tersebut.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, tren inflasi menunjukkan perlambatan. Pada Maret 2026, inflasi y-on-y masih berada di level 3,48 persen, sedangkan Februari 2026 sempat mencapai 4,76 persen.

Penurunan ini mengindikasikan stabilisasi harga yang mulai terbentuk setelah tekanan inflasi pada awal tahun. Kondisi tersebut juga memperlihatkan efektivitas kebijakan pengendalian harga yang dilakukan pemerintah dan otoritas terkait.

BPS memastikan akan terus memantau perkembangan harga di berbagai daerah guna menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi potensi tekanan dari faktor musiman maupun global.

Tags: Inflasi

Baca Juga

Kenaikan Harga Perawatan Pribadi dan Jasa Jadi Andil Terbesar Inflasi Sulsel September 2025
Kenaikan Harga Perawatan Pribadi dan Jasa Jadi Andil Terbesar Inflasi Sulsel September 2025
Inflasi Tahunan Sulsel September 2025 Capai 3,03 Persen, Luwu Timur Tertinggi
Inflasi Tahunan Sulsel September 2025 Capai 3,03 Persen, Luwu Timur Tertinggi

Populer

  • 1
    Skenario Promosi Liga 2: PSS Sleman di Atas Angin, Persipura Menempel, Barito Putera Butuh Keajaiban
  • 2
    Gree Expert Shop Resmi Hadir di Maksasar, Tawarkan Kecanggihan AC Mulai Rp2 Jutaan, Garansi 10 Tahun, hingga Layanan Servis 24 Jam
  • 3
    Garudayaksa FC Kunci Promosi ke Super League 2026-2027 Usai Tekuk Persikad, Adhyaksa FC Jalani Playoff
  • 4
    Krakatau Osaka Steel Tutup, Industri Baja Domestik Tertekan Gempuran Produk Impor China
  • 5
    Daftar Tanggal Merah Mei 2026: Ada 6 Hari Libur dan Tiga Long Weekend

Ekonomi

  • DJP Sulselbartra Catat Pertumbuhan SPT 9,67 Persen, Tempati Peringkat Dua Nasional
    DJP Sulselbartra Catat Pertumbuhan SPT 9,67 Persen, Tempati Peringkat Dua Nasional
  • Krakatau Osaka Steel Tutup, Industri Baja Domestik Tertekan Gempuran Produk Impor China
    Krakatau Osaka Steel Tutup, Industri Baja Domestik Tertekan Gempuran Produk Impor China
  • BYD Haka Auto Dorong Pengembangan Talenta Industri, CEO Hariyadi Kaimuddin Berbagi Pengalaman di Forum IATI ITB
    BYD Haka Auto Dorong Pengembangan Talenta Industri, CEO Hariyadi Kaimuddin Berbagi Pengalaman di Forum IATI ITB

Peristiwa

  • Eks Wakil Ketua PN Depok Ajukan Praperadilan, Uji Penyitaan KPK di PN Jakarta Selatan
    Eks Wakil Ketua PN Depok Ajukan Praperadilan, Uji Penyitaan KPK di PN Jakarta Selatan
  • Rupiah Berpeluang Menguat, Sentimen Global Membaik Usai Pernyataan Trump soal Selat Hormuz
    Rupiah Berpeluang Menguat, Sentimen Global Membaik Usai Pernyataan Trump soal Selat Hormuz
  • Lai Ching-te Tiba di Eswatini Usai Hambatan Izin Terbang, Klaim Tekanan China Menguat
    Lai Ching-te Tiba di Eswatini Usai Hambatan Izin Terbang, Klaim Tekanan China Menguat
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID