LUMINASIA.ID, JAKARTA — Badan Pusat Statistik melaporkan laju inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Indonesia pada April 2026 berada di level 2,42 persen. Angka tersebut mencerminkan kondisi harga yang relatif stabil di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
Dalam rilis resmi yang disampaikan pada 4 Mei 2026, BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional mencapai 111,09. Capaian ini menunjukkan tekanan inflasi masih dalam kisaran yang terkendali.
“Pada April 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,42 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,09,” tulis BPS dalam keterangan resminya.
Secara wilayah, inflasi tertinggi di tingkat provinsi tercatat di Papua Barat yang mencapai 5,00 persen dengan IHK sebesar 112,30. Sebaliknya, inflasi terendah terjadi di Lampung dengan hanya 0,53 persen dan IHK sebesar 110,93.
Sementara itu, pada level kabupaten/kota, Manokwari menjadi daerah dengan inflasi tahunan tertinggi sebesar 5,00 persen. Di sisi lain, Kota Bandar Lampung mencatat inflasi paling rendah, yakni 0,33 persen dengan IHK sebesar 109,27.
Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat pergerakan harga secara bulanan. Pada April 2026, inflasi month-to-month (m-to-m) tercatat sebesar 0,13 persen. Adapun inflasi sejak awal tahun (year-to-date/y-to-d) berada di angka 1,06 persen.
BPS turut menyoroti inflasi inti yang mencerminkan tren harga jangka panjang. Pada April 2026, inflasi inti secara tahunan tercatat sebesar 2,44 persen. Sementara itu, secara bulanan inflasi inti mencapai 0,23 persen dan secara kumulatif sejak awal tahun sebesar 1,16 persen.
“Inflasi y-on-y komponen inti pada April 2026 sebesar 2,44 persen; dengan inflasi m-to-m sebesar 0,23 persen; dan inflasi y-to-d sebesar 1,16 persen,” lanjut keterangan tersebut.
Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, tren inflasi menunjukkan perlambatan. Pada Maret 2026, inflasi y-on-y masih berada di level 3,48 persen, sedangkan Februari 2026 sempat mencapai 4,76 persen.
Penurunan ini mengindikasikan stabilisasi harga yang mulai terbentuk setelah tekanan inflasi pada awal tahun. Kondisi tersebut juga memperlihatkan efektivitas kebijakan pengendalian harga yang dilakukan pemerintah dan otoritas terkait.
BPS memastikan akan terus memantau perkembangan harga di berbagai daerah guna menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi potensi tekanan dari faktor musiman maupun global.

