LUMINASIA.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Presiden Korea Selatan pernah memintanya membantu membuka jalur dialog dengan Korea Utara. Menurut Prabowo, permintaan tersebut menunjukkan kepercayaan internasional terhadap posisi Indonesia yang konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan pengarahan kepada para pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (30/7).
Dilansir Detik News, Prabowo menegaskan Indonesia tetap berpegang pada prinsip non-blok atau non-alignment, sehingga tidak memihak kepada kekuatan besar mana pun dalam hubungan internasional.
"Indonesia netral. Kita menghormati semua kekuatan," ujar Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia menjaga hubungan baik dengan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, China, Rusia, Jepang, India, Australia, serta negara-negara tetangga seperti Papua Nugini, meski terkadang menghadapi tantangan dalam isu tertentu.
Prabowo kemudian menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Seoul, Korea Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Korea Selatan meminta kesediaannya untuk berkunjung ke Korea Utara guna membantu membuka ruang dialog antara kedua negara.
Menurut Prabowo, permintaan tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia dipandang sebagai negara yang mampu diterima oleh berbagai pihak karena sikap luar negerinya yang independen dan seimbang.



