LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Festival Warisan Rasa Asia hadir di Phinisi Point Mall (PIPO) Makassar pada 12-21 Juni 2026.
Berkolaborasi dengan Jangkrik Kuliner, festival ini menjadi surga bagi para pencinta kuliner yang ingin mencicipi beragam makanan populer dan langka tanpa harus keluar dari Makassar.
"Festival kuliner hasil kolaborasi PIPO bersama Jangkrik Kuliner ini menghadirkan beragam makanan legendaris, kuliner viral, hingga sajian autentik dari berbagai negara Asia dalam satu lokasi," ujar General Manager Kawasan The Rinra Makassar Phinisi Point, Junaidi Salam, dalam pembukaan Jumat (12/6/2026).
"Puluhan tenant hadir membawa menu andalan masing-masing, mulai dari makanan berat, jajanan kekinian, hingga sajian khas mancanegara," jelasnya.
Berdasarkan pantauan luminasia.id, hari pertama event ini digelar sudah diramaikan oleh puluhan pengunjung, yang penasaran mencoba kuliner yang tak ada di Makassar.
Salah satu yang menarik perhatian adalah Rak Thai Authentic, tenant yang menghadirkan kuliner asli Thailand. Stand ini dilayani langsung oleh wanita cantik Thailand.
Menu andalannya adalah Somtum Thailand, yakni salad khas Negeri Gajah Putih yang terbuat dari irisan pepaya muda dengan perpaduan rasa segar, asam, pedas, manis, dan gurih dalam satu sajian.
Di festival ini, Somtum disajikan dengan berbagai pilihan topping premium, mulai dari seafood, salmon hingga gurita. Pengunjung bisa menikmati kuliner khas Thailand tersebut dengan harga mulai Rp75 ribu.
Bagi pencinta jajanan viral, hadir pula Chi Chong Tan Pluit Sakti, camilan yang belakangan ramai diburu di Jakarta.
Makanan ini berupa adonan tepung beras yang dikukus lalu disajikan dengan aneka saus dan taburan gurih, menghasilkan tekstur lembut dan kenyal yang menjadi daya tarik utamanya. Jajanan ini bisa dinikmati dengan harga mulai Rp60 ribu dengan harga gorenganmulai Rp12 ribu.
Festival ini juga menghadirkan menu yang cukup unik dan tidak ada di Makassaer yakni cempedak goreng.
Buah cempedak yang dibalut adonan tepung kemudian digoreng hingga renyah ini menawarkan aroma khas dan rasa manis yang kuat. Pengunjung dapat mencicipinya dengan harga mulai Rp50 ribu per porsi.
Sementara itu, penggemar makanan pedas dapat mencicipi Seblak Mamang Rafael, salah satu tenant yang paling banyak diburu pencinta kuliner kekinian. Sajian khas Bandung yang identik dengan kerupuk basah bercita rasa pedas gurih ini dibanderol mulai Rp40 ribu.
Baca: Mahasiswa Seni Kuliner Poltekpar Makassar Sulap Limbah Pangan Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Tidak kalah menarik, tersedia pula menu sosis jumbo sepanjang 35 sentimeter yang menjadi favorit pengunjung untuk dinikmati sambil berkeliling area festival. Porsi besar dengan tampilan menggugah selera tersebut dijual dengan harga Rp60 ribu.
Salah satu tenant yang juga mencuri perhatian di Festival Warisan Rasa Asia adalah Turkish Shawarma Cappadocia.
Gerai ini menghadirkan shawarma khas Turki dengan cita rasa autentik menggunakan 100 persen daging murni tanpa campuran tepung, sehingga tekstur dan rasa dagingnya lebih terasa. Daging yang dipanggang perlahan pada alat pemanggang vertikal kemudian disajikan bersama roti lembut, sayuran segar, dan saus khas Timur Tengah yang kaya rempah.
Menu ini bisa dinikmati dengan harga mulai Rp75 ribu, menjadikannya pilihan menarik bagi pencinta kuliner internasional yang ingin merasakan sensasi street food khas Turki tanpa harus keluar negeri.
Selain tenant-tenant tersebut, Warisan Rasa Asia juga menghadirkan berbagai nama populer lainnya seperti Gohyong Menteng 1985, Mamitoko, Kwetiau Medan Alkap, Siomay Engkong 1980, Nasi Campur Aang 51, Kerupuk Babi Ajong, hingga Smash Coffee yang melengkapi pengalaman kuliner dengan beragam pilihan minuman.
Tak hanya memanjakan lidah, festival ini juga menghadirkan hiburan bagi pengunjung. Boyband SM*SH dijadwalkan tampil untuk memeriahkan acara sekaligus menghadirkan nostalgia bagi para penggemarnya. Ada juga tenant SM*SH Coffe yang buka mulai 15 Juni 2026.

