MAKASSAR – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan penguatan distribusi Biosolar subsidi di Kabupaten Maros guna memastikan kelancaran pelayanan kepada masyarakat dan sektor transportasi.
Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas pengisian bahan bakar oleh kendaraan logistik dan truk angkutan barang di sejumlah SPBU yang berada di jalur Trans Sulawesi.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah SPBU di wilayah Maros mengalami peningkatan volume pembelian Biosolar yang berdampak pada antrean kendaraan pada waktu-waktu tertentu. Kondisi tersebut terutama terjadi di SPBU yang berada di jalur utama transportasi dan distribusi barang.
Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, mengatakan Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan stok sekaligus memperlancar pelayanan di SPBU.
“Selama tiga hari terakhir, penyaluran Biosolar ke wilayah Maros telah kami tingkatkan sekitar 14 persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal yang berada pada kisaran 212 kiloliter per hari. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan kendaraan logistik dan angkutan barang yang melintas di jalur Trans Sulawesi,” ujar Yoga.
Menurutnya, pengiriman Biosolar ke wilayah Maros terus berjalan dan diperkuat melalui penambahan pasokan atau extradropping di luar pengiriman reguler. Sebanyak 48 kiloliter Biosolar tambahan telah disalurkan ke delapan SPBU untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan sektor transportasi.
“Memang terdapat peningkatan aktivitas kendaraan logistik yang melakukan pengisian di sejumlah SPBU. Untuk mendukung kelancaran layanan, Pertamina telah menyiagakan petugas marshal di lokasi-lokasi yang mengalami peningkatan antrean sehingga proses pengisian dapat berjalan lebih tertib dan lancar,” katanya.
Selain menambah pasokan, Pertamina juga melakukan percepatan distribusi ke SPBU-SPBU strategis yang berada di jalur logistik dan lintas Sulawesi. Upaya tersebut akan disertai penguatan stok atau build up stock selama lima hari ke depan pada sejumlah SPBU prioritas guna mengantisipasi peningkatan konsumsi.
Pertamina juga menjalin koordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk memetakan titik-titik pengisian bahan bakar kendaraan logistik. Langkah ini dilakukan agar distribusi kendaraan ke SPBU lebih merata dan tidak terpusat pada lokasi tertentu.
Selain itu, pengawasan distribusi Biosolar subsidi terus diperkuat melalui kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan para pemangku kepentingan terkait di Sulawesi Selatan.
Kerja sama tersebut bertujuan memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta dapat mendukung kebutuhan sektor produktif yang berhak menerima manfaat subsidi energi.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, memastikan kondisi stok Biosolar subsidi di Sulawesi Selatan saat ini dalam keadaan aman.
“Pertamina memastikan stok Biosolar subsidi di wilayah Sulawesi Selatan dalam kondisi aman dan penyaluran terus berjalan. Kami melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi stok, distribusi, serta pelayanan di SPBU agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor logistik tetap terpenuhi,” ujar Lilik.
Ia mengimbau masyarakat dan pengguna Biosolar subsidi untuk melakukan pembelian sesuai kebutuhan serta memanfaatkan BBM subsidi secara bijak sesuai peruntukannya.
“Kami mengajak seluruh pengguna BBM subsidi untuk memanfaatkan energi secara bertanggung jawab dan sesuai ketentuan. Dengan penggunaan yang tepat, distribusi energi dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau masyarakat yang berhak menerima manfaatnya,” kata Lilik.
Melalui berbagai langkah penguatan distribusi tersebut, Pertamina berharap kebutuhan energi masyarakat dan sektor logistik di wilayah Maros maupun Sulawesi Selatan secara umum dapat tetap terpenuhi dengan baik, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan distribusi barang di jalur Trans Sulawesi.

