LUMINASIA.ID, TEHERAN – Presiden Iran Masoud Pezeshkian bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyed Mojtaba Hosseini Khamenei, di Teheran, bertepatan dengan dimulainya tahun ketiga masa jabatannya sebagai presiden.
Pertemuan yang diumumkan Kantor Pemimpin Tertinggi Iran pada Minggu (9/8/2026) itu menjadi sorotan karena berlangsung di tengah berbagai spekulasi mengenai kondisi Mojtaba Khamenei yang sejak menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, pada Maret 2026, masih jarang tampil di hadapan publik.
Kantor Pemimpin Tertinggi Iran menyatakan pertemuan tersebut menjadi momentum bagi kedua pemimpin untuk membahas berbagai persoalan strategis yang tengah dihadapi negara.
"Masoud Pezeshkian, Presiden Republik, bertemu dengan Ayatollah Sayyed Mojtaba Hosseini Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, bertepatan dengan dimulainya tahun ketiga masa jabatannya sebagai presiden, dan keduanya bertukar pandangan," demikian pernyataan resmi Kantor Pemimpin Tertinggi Iran.
Dalam pertemuan tersebut, Pezeshkian dan Mojtaba Khamenei membahas kondisi ekonomi yang masih menjadi tantangan utama bagi Iran, termasuk upaya memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.
Selain persoalan ekonomi, keduanya juga membahas perkembangan keamanan nasional, situasi militer, pengelolaan energi dan devisa, pengendalian pengeluaran negara, hingga hubungan ekonomi Iran dengan berbagai negara.
Pembahasan itu berlangsung di tengah meningkatnya dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah serta tekanan ekonomi yang masih dihadapi Iran dalam beberapa waktu terakhir.
Pertemuan tersebut juga menjadi perhatian karena Presiden Pezeshkian sebelumnya sempat menyampaikan pernyataan yang berbeda mengenai komunikasinya dengan Mojtaba Khamenei.
Pada 21 Juli lalu, Pezeshkian menyebut komunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Iran semakin intens dari hari ke hari.
Namun, pada awal Agustus, ia justru mengatakan akses komunikasi dengan Mojtaba Khamenei sangat sulit dilakukan.
Sebelumnya, media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa Pezeshkian telah mengadakan pertemuan selama beberapa jam dengan Mojtaba Khamenei pada Mei 2026.
Pertemuan tersebut menjadi agenda pertama yang diumumkan secara terbuka sejak Mojtaba Khamenei resmi menggantikan Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Minimnya penampilan publik Mojtaba Khamenei dalam beberapa bulan terakhir memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.
Sebelumnya, Mojtaba dilaporkan mengalami luka serius dalam serangan pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Ali Khamenei.
Menanggapi berbagai spekulasi tersebut, Wakil Ketua Organisasi Basij, Qasem Qoraishi, memastikan pemerintah akan merilis dokumentasi terbaru mengenai aktivitas Mojtaba Khamenei.
"Rekaman dan dokumentasi lain yang menunjukkan Khamenei berada di tengah masyarakat dan di jalanan, serta dalam pertemuan dengan komandan angkatan bersenjata, akan dirilis di masa mendatang," ujar Qoraishi.
Menurutnya, publikasi dokumentasi tersebut diharapkan dapat menjawab berbagai spekulasi yang berkembang mengenai kesehatan maupun aktivitas Pemimpin Tertinggi Iran.
Pertemuan antara Presiden Masoud Pezeshkian dan Mojtaba Khamenei dinilai menjadi sinyal bahwa koordinasi antara pemerintahan dan kepemimpinan tertinggi Iran tetap berjalan di tengah tantangan ekonomi, dinamika politik dalam negeri, serta meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.



