LUMINASIA.ID, BOLA - Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengakui timnya diuntungkan oleh kartu merah yang diterima penyerang Swiss, Breel Embolo, dalam kemenangan 3-1 pada babak perempat final Piala Dunia 2026.
Dilansir Detik, Scaloni menyebut pengusiran Embolo menjadi titik balik pertandingan. Menurutnya, bermain melawan 10 pemain membuat Argentina lebih leluasa membangun serangan hingga akhirnya mencetak dua gol pada babak perpanjangan waktu.
"Keberuntungan ada di pihak kami malam ini, karena mereka mendapat kartu merah dan kami bisa menyerang dengan lebih leluasa," kata Scaloni usai pertandingan.
Meski demikian, pelatih berusia 48 tahun itu enggan mengomentari kontroversi keputusan wasit yang memicu protes dari kubu Swiss. Ia memilih fokus pada performa timnya.
Dilansir The Guardian, Scaloni mengakui Argentina tampil di bawah standar, terutama dalam duel fisik menghadapi Swiss yang beberapa kali merepotkan lini pertahanan Albiceleste.
"Kami benar-benar menderita karena Swiss sangat kuat secara fisik. Kami harus realistis, masih banyak yang harus kami tingkatkan. Tetapi lebih baik melakukan evaluasi setelah meraih kemenangan," ujarnya.
Dalam laga di Kansas City Stadium, Argentina sempat unggul melalui Alexis Mac Allister sebelum Dan Ndoye menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Momentum pertandingan berubah pada menit ke-72 ketika Embolo menerima kartu kuning kedua akibat dianggap melakukan simulasi setelah tinjauan VAR. Aturan baru VAR memungkinkan wasit mengoreksi identitas pemain yang seharusnya mendapat kartu, sehingga kartu kuning awal untuk Leandro Paredes dibatalkan dan dialihkan kepada Embolo.
Unggul jumlah pemain, Argentina baru mampu memanfaatkan situasi pada babak tambahan waktu lewat gol Julián Álvarez dan Lautaro Martínez untuk memastikan kemenangan 3-1 sekaligus melaju ke semifinal.
Selanjutnya, juara bertahan itu akan menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026, sementara semifinal lainnya mempertemukan Prancis melawan Spanyol.

