LUMINASIA.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 6,00 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.
Selain menjaga nilai tukar, BI juga menegaskan komitmennya untuk memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang telah ditetapkan. Otoritas moneter menilai kondisi eksternal masih membutuhkan kebijakan yang berhati-hati, terutama menyusul arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang masih menjadi perhatian pasar keuangan global.
Tekanan terhadap rupiah dinilai masih dipengaruhi oleh fluktuasi arus modal asing serta dinamika harga komoditas ekspor Indonesia. Oleh karena itu, stabilitas nilai tukar menjadi salah satu prioritas agar biaya impor, khususnya barang modal, tidak meningkat dan memicu tekanan inflasi di dalam negeri.
Di sisi lain, BI mencermati perkembangan inflasi inti yang masih terkendali dengan dukungan permintaan domestik yang relatif terjaga. Namun, tantangan pada sisi pasokan dan distribusi barang tetap memerlukan pengawasan agar stabilitas harga dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Keputusan mempertahankan BI-Rate di level 6 persen juga memberikan sinyal kepada industri perbankan untuk tetap berhati-hati dalam menetapkan suku bunga kredit. Transmisi kebijakan moneter dinilai telah berjalan, namun biaya dana (cost of fund) yang masih tinggi membuat ruang penurunan bunga kredit belum terlalu besar.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi sektor riil, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang masih membutuhkan akses pembiayaan dengan bunga yang lebih terjangkau untuk menjaga kelangsungan usaha dan arus kas.
Perbankan diharapkan mampu menjaga efisiensi operasional sehingga penyaluran kredit produktif tetap berjalan tanpa membebani debitur secara berlebihan. Dengan demikian, stabilitas sistem keuangan dapat tetap terjaga sembari mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

