LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Penyelenggaraan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Makassar.
Selama lima hari pelaksanaan kegiatan, ribuan peserta dari seluruh Indonesia memadati Kota Makassar sehingga mendorong peningkatan transaksi UMKM, okupansi hotel, sektor kuliner, transportasi, destinasi wisata, hingga perputaran ekonomi yang diperkirakan melampaui Rp100 miliar.
Keberhasilan Makassar menjadi tuan rumah turut tercermin dari tingginya antusiasme masyarakat yang mengunjungi pameran dan berbagai agenda pendukung.
Hingga 11 Juli 2026, jumlah pengunjung telah mencapai sekitar 180 ribu orang dengan rata-rata 30 ribu hingga 40 ribu pengunjung setiap hari.
Bahkan pada puncak perayaan HUT Dekranas ke-46, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai sekitar 80 ribu orang dalam sehari.
Ketua Panitia Harian HUT Dekranas ke-46, Sukarniaty Kondolele, mengatakan penyelenggaraan HUT Dekranas dan HKG PKK bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang promosi produk unggulan daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
"Penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 bukan sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempromosikan wastra, produk kerajinan, UMKM, seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia," ujarnya.
Menurut Sukarniaty, sebanyak 203 stan dari provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia ikut meramaikan pameran dengan menampilkan berbagai produk unggulan.
Produk yang dipamerkan meliputi kain tenun, wastra, fesyen, aksesori, kriya, hingga beragam produk berbasis budaya lokal yang dipadukan dengan inovasi.
"Ini juga memperkuat jejaring antardaerah, meningkatkan daya saing perajin, sekaligus memperluas akses pasar produk kerajinan Indonesia," katanya.
Dari sisi transaksi, hingga 11 Juli 2026 nilai penjualan seluruh stan telah mencapai Rp4.157.212.250.
Stan peserta asal Sulawesi Selatan menyumbang transaksi sebesar Rp1.012.340.400 atau sekitar 24,3 persen dari total transaksi nasional.
Panitia memperkirakan total transaksi selama pameran mencapai sekitar Rp5 miliar hingga kegiatan berakhir.
Selain itu, produk premium Sulawesi Selatan juga mencatat transaksi sekitar Rp150 juta, sedangkan pameran HKG PKK menghasilkan transaksi sebesar Rp551.754.000.
Sukarniaty mengatakan manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan peserta pameran, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor usaha di Kota Makassar.
Lebih dari 3.000 peserta resmi hadir di Makassar, belum termasuk pendamping, tamu, dan wisatawan yang datang selama pelaksanaan kegiatan.
Akibatnya, tingkat hunian hotel meningkat drastis dan banyak hotel berada dalam kondisi penuh.
Sektor transportasi, restoran, pusat kuliner, pusat oleh-oleh, jasa perjalanan wisata hingga pelaku UMKM di berbagai sudut kota juga menikmati peningkatan aktivitas ekonomi.
"Secara keseluruhan, perputaran ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar," ungkap Sukarniaty.
"Ini menunjukkan bahwa event nasional mampu menjadi instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah melalui sektor perdagangan, jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif," lanjutnya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga, mengakui penyelenggaraan event nasional tersebut memberikan dampak luar biasa terhadap industri perhotelan di Makassar.
"Hampir semua hotel di Makassar merasakan manfaatnya lewat event HUT ke-46 Dekranas dan HKG PKK ke-54 di Kota Makassar. Okupansi diperkirakan menembus 85 hingga 90 persen," ujarnya.
Menurut Anggiat, sebelum kegiatan berlangsung tingkat hunian hotel hanya berada pada kisaran 40 hingga 45 persen.
"Kami berterima kasih, ini merupakan event yang mampu menghadirkan pemerataan tingkat hunian hotel di Kota Makassar," katanya.
Selain menjadi penggerak ekonomi, rangkaian kegiatan juga menghadirkan berbagai agenda seperti forum bisnis, workshop, talkshow, promosi produk unggulan daerah, hingga pertunjukan seni budaya Sulawesi Selatan.
Panitia berharap keberhasilan penyelenggaraan HUT Dekranas ke-46 dan HKG PKK ke-54 menjadi momentum memperkuat pemberdayaan UMKM, memperluas pasar produk kerajinan Indonesia, serta semakin mengukuhkan Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat industri kerajinan, wastra, ekonomi kreatif, dan pariwisata nasional.

