LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Muchlasin, mengungkapkan penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan tetap menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi daerah hingga April 2026.
Dalam rilis perkembangan sektor jasa keuangan yang diterima, Sabtu (27/6/2026), Muchlasin menyebut total kredit UMKM telah mencapai Rp61,66 triliun atau setara 36,05 persen dari keseluruhan kredit perbankan di Sulawesi Selatan.
"Dukungan sektor jasa keuangan terhadap perekonomian daerah juga tercermin dari tetap terjaganya penyaluran kredit kepada sektor UMKM yang mencapai Rp61,66 triliun atau sebesar 36,05 persen dari total kredit perbankan pada posisi April 2026," ujar Muchlasin.
Ia menjelaskan, meskipun pertumbuhan kredit UMKM relatif moderat sebesar 0,31 persen secara tahunan, sektor tersebut tetap menjadi fokus utama pembiayaan perbankan.
Menurut Muchlasin, UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah, penyerap tenaga kerja, serta penopang aktivitas usaha masyarakat.
Berdasarkan skala usaha, penyaluran kredit masih didominasi segmen usaha mikro dengan pangsa mencapai 56,75 persen.
Sementara itu, usaha kecil memperoleh porsi pembiayaan sebesar 28,64 persen.
Adapun usaha menengah menerima pangsa kredit sebesar 14,62 persen.
Muchlasin mengatakan dominasi pembiayaan kepada usaha mikro menunjukkan kebutuhan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil masih sangat besar.
"Kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang untuk terus memperkuat ekosistem pembiayaan dan pendampingan usaha guna mendorong UMKM naik kelas," katanya.
OJK mencatat hingga April 2026 terdapat 904.541 debitur UMKM yang memperoleh pembiayaan dari perbankan di Sulawesi Selatan.
Menurut Muchlasin, keberlanjutan pembiayaan kepada UMKM diharapkan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.

