LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang bergerak di zona positif pada perdagangan Senin (13/7/2026), meski tren jangka menengah masih dibayangi tekanan bearish.
Di tengah kondisi tersebut, Tim Analis Bareksa merekomendasikan tiga saham yang dinilai menarik untuk strategi buy on weakness, yakni PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
Pada penutupan perdagangan Jumat (10/7/2026), IHSG menguat tipis 0,20 persen atau 12 poin ke level 5.924. Secara teknikal, indeks masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah rebound dari level terendah 5.318 dan diperkirakan bergerak pada kisaran support 5.840 hingga resistance 5.987.
Tim Analis Bareksa menilai ketiga saham tersebut memiliki peluang rebound teknikal sehingga layak dicermati investor yang mengincar perdagangan jangka pendek atau quick trade.
Baca: IHSG Tertekan, OJK Tempuh Kebijakan Buyback Saham Tanpa Persetujuan RUPS
Saham KIJA ditutup di level Rp126 setelah menguat 1,6 persen dalam sehari dan naik 7,63 persen selama lima hari terakhir. Momentum penguatan dinilai masih terjaga dengan indikator RSI di level 57,63.
Bareksa merekomendasikan strategi buy on weakness pada kisaran Rp117-Rp125, dengan target harga Rp132-Rp136 dan batas cut loss di Rp116.
Sementara itu, saham ELSA menjadi salah satu yang mencatatkan penguatan paling signifikan. Saham perusahaan jasa energi tersebut ditutup di level Rp655 atau melonjak 8,26 persen dalam sehari dan naik 15,93 persen dalam lima hari terakhir.
Dengan RSI berada di level 65,93, ELSA dinilai masih memiliki momentum positif. Investor disarankan melakukan akumulasi pada rentang Rp535-Rp645 dengan target Rp690-Rp710 dan cut loss Rp525.
Adapun saham INTP ditutup di level Rp4.500 setelah menguat 2,05 persen. Dalam lima hingga 20 hari terakhir, saham produsen semen tersebut mencatat kenaikan hampir delapan persen dengan RSI di level 57,93.
Tim analis merekomendasikan pembelian pada kisaran Rp4.170-Rp4.450 apabila terjadi koreksi, dengan target harga Rp4.730-Rp4.860 serta batas cut loss di Rp4.130.
Selain memberikan rekomendasi saham, Bareksa juga memproyeksikan IHSG masih bergerak dalam pola sideways dengan kecenderungan menguat terbatas.
Baca: Satgas PASTI Hentikan Universal Peak dan BAFI Group Indonesia, Diduga Jalankan Aktivitas Ilegal
Momentum jangka pendek dinilai mulai membaik seiring penguatan indikator teknikal, meski indeks masih berada di bawah rata-rata pergerakan utama (moving average) dan garis tren turun jangka panjang.
Jika IHSG mampu menembus area resistance di atas level 6.000 hingga 6.100, peluang penguatan menuju kisaran 6.300-6.400 akan semakin terbuka.
Sebaliknya, apabila gagal mempertahankan support di level 5.600, indeks berpotensi kembali menguji area terendah sebelumnya di kisaran 5.318.
Bareksa mengingatkan bahwa rekomendasi tersebut ditujukan untuk strategi perdagangan jangka pendek sehingga investor tetap perlu menerapkan manajemen risiko, termasuk disiplin terhadap batas cut loss yang telah ditentukan.

