LUMINASIA.ID — Banyak pengendara motor matic lHonda ebih fokus merawat mesin, oli, atau CVT agar performa kendaraan tetap prima. Padahal, ban merupakan komponen yang memiliki peran sangat penting karena menjadi satu-satunya bagian motor yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.
Ban yang sudah tidak layak pakai dapat mengurangi daya cengkeram, memperpanjang jarak pengereman, hingga meningkatkan risiko tergelincir, terutama saat melintasi jalan basah. Karena itu, penggantian ban sebaiknya tidak menunggu hingga benar-benar botak.
Berikut tiga tanda ban motor matic yang sudah harus segera diganti.
1. Tapak Ban Sudah Menyentuh Indikator TWI
Cara paling mudah mengetahui kondisi ban adalah dengan melihat Tread Wear Indicator (TWI) atau indikator batas keausan yang terdapat pada setiap ban.
Pengendara cukup mencari tanda segitiga di sisi ban, kemudian mengikuti arahnya hingga menemukan tonjolan kecil di sela alur tapak ban. Jika permukaan ban sudah sejajar dengan tonjolan tersebut, berarti ketebalan ban telah mencapai batas aman minimum.
Dalam kondisi ini, daya cengkeram ban mulai berkurang sehingga risiko tergelincir, terutama saat hujan, menjadi lebih besar.
2. Muncul Retak Halus pada Permukaan Ban
Ban yang masih memiliki alur tebal belum tentu dalam kondisi baik. Jika muncul retakan-retakan halus pada permukaan atau dinding ban, hal tersebut menjadi tanda karet ban mulai mengeras atau mengalami penuaan.
Paparan panas matahari, suhu aspal, dan air hujan dalam jangka panjang dapat mengurangi elastisitas karet sehingga kemampuan ban mencengkeram jalan ikut menurun.
Umumnya, ban memiliki usia pakai sekitar 1,5 hingga 2 tahun, tergantung intensitas penggunaan dan cara perawatannya.
3. Motor Terasa Oleng Saat Dikendarai
Tanda berikutnya dapat dirasakan langsung ketika berkendara. Apabila motor mulai terasa bergoyang, oleng, atau stang seperti menarik ke salah satu sisi meski melintas di jalan yang rata, kondisi ban patut dicurigai.
Gejala tersebut dapat disebabkan oleh keausan ban yang tidak merata, ban benjol akibat benturan keras, maupun kebocoran halus yang menyebabkan tekanan angin berkurang.
Selain mengurangi kenyamanan, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kehilangan kendali saat menikung maupun melakukan pengereman mendadak.
Jangan Tunda Penggantian Ban
Mengganti ban tepat waktu merupakan bagian penting dari keselamatan berkendara. Selain rutin memeriksa tekanan angin, pengendara juga disarankan mengecek kondisi tapak, usia ban, serta memastikan tidak ada retakan maupun kerusakan pada permukaannya.
Jika ban sudah menunjukkan salah satu dari tiga tanda tersebut, segera lakukan penggantian menggunakan ban yang sesuai spesifikasi kendaraan agar performa dan keselamatan berkendara tetap terjaga.

