Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Lifestyle

3 Tanda Ban Motor Matic Honda Harus Diganti, Jangan Tunggu Botak!

Kamis, 16 Juli 2026 19:50
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
cek rutin ban Honda


LUMINASIA.ID — Banyak pengendara motor matic lHonda ebih fokus merawat mesin, oli, atau CVT agar performa kendaraan tetap prima. Padahal, ban merupakan komponen yang memiliki peran sangat penting karena menjadi satu-satunya bagian motor yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.

Ban yang sudah tidak layak pakai dapat mengurangi daya cengkeram, memperpanjang jarak pengereman, hingga meningkatkan risiko tergelincir, terutama saat melintasi jalan basah. Karena itu, penggantian ban sebaiknya tidak menunggu hingga benar-benar botak.

Berikut tiga tanda ban motor matic yang sudah harus segera diganti.

1. Tapak Ban Sudah Menyentuh Indikator TWI

Cara paling mudah mengetahui kondisi ban adalah dengan melihat Tread Wear Indicator (TWI) atau indikator batas keausan yang terdapat pada setiap ban.

Pengendara cukup mencari tanda segitiga di sisi ban, kemudian mengikuti arahnya hingga menemukan tonjolan kecil di sela alur tapak ban. Jika permukaan ban sudah sejajar dengan tonjolan tersebut, berarti ketebalan ban telah mencapai batas aman minimum.

Dalam kondisi ini, daya cengkeram ban mulai berkurang sehingga risiko tergelincir, terutama saat hujan, menjadi lebih besar.

2. Muncul Retak Halus pada Permukaan Ban

Ban yang masih memiliki alur tebal belum tentu dalam kondisi baik. Jika muncul retakan-retakan halus pada permukaan atau dinding ban, hal tersebut menjadi tanda karet ban mulai mengeras atau mengalami penuaan.

Paparan panas matahari, suhu aspal, dan air hujan dalam jangka panjang dapat mengurangi elastisitas karet sehingga kemampuan ban mencengkeram jalan ikut menurun.

Umumnya, ban memiliki usia pakai sekitar 1,5 hingga 2 tahun, tergantung intensitas penggunaan dan cara perawatannya.

3. Motor Terasa Oleng Saat Dikendarai

Tanda berikutnya dapat dirasakan langsung ketika berkendara. Apabila motor mulai terasa bergoyang, oleng, atau stang seperti menarik ke salah satu sisi meski melintas di jalan yang rata, kondisi ban patut dicurigai.

Gejala tersebut dapat disebabkan oleh keausan ban yang tidak merata, ban benjol akibat benturan keras, maupun kebocoran halus yang menyebabkan tekanan angin berkurang.

Selain mengurangi kenyamanan, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kehilangan kendali saat menikung maupun melakukan pengereman mendadak.

Jangan Tunda Penggantian Ban

Mengganti ban tepat waktu merupakan bagian penting dari keselamatan berkendara. Selain rutin memeriksa tekanan angin, pengendara juga disarankan mengecek kondisi tapak, usia ban, serta memastikan tidak ada retakan maupun kerusakan pada permukaannya.

Jika ban sudah menunjukkan salah satu dari tiga tanda tersebut, segera lakukan penggantian menggunakan ban yang sesuai spesifikasi kendaraan agar performa dan keselamatan berkendara tetap terjaga.

Tags: Honda ASJC Asmo Sulsel tanda harus ganti ban


Baca Juga

SMAN 13 Bone dan SMAN 2 Makassar Amankan Tiket Final Putri 3X3  di Honda DBL
SMAN 13 Bone dan SMAN 2 Makassar Amankan Tiket Final Putri 3X3 di Honda DBL
Empat Tim Putra Berebut Tiket Final, Ini Jadwal Fantastic Four DBL South Sulawesi 2026
Empat Tim Putra Berebut Tiket Final, Ini Jadwal Fantastic Four DBL South Sulawesi 2026
Ini Jadwal Fantastic Four Putri DBL South Sulawesi 2026
Ini Jadwal Fantastic Four Putri DBL South Sulawesi 2026
Terungkap! Ini 4 Tim yang Masuk Babak Fabtastic Four di Honda DBL
Terungkap! Ini 4 Tim yang Masuk Babak Fabtastic Four di Honda DBL
Juara Bertahan SMA Zion Makassar Melaju ke Fantastic Four, Usai Taklukkan SMAN 9
Juara Bertahan SMA Zion Makassar Melaju ke Fantastic Four, Usai Taklukkan SMAN 9
SMA Rajawali Makassar Melaju ke Fantastic Four, Tekuk SMAN 1 Gowa 25-9
SMA Rajawali Makassar Melaju ke Fantastic Four, Tekuk SMAN 1 Gowa 25-9

Populer

  • 1
    Peserta KALLA 10K dari Riau hingga Papua, Ada Aturan Cut Off hingga DNF
  • 2
    Rektor Unismuh Dorong Ketahanan Air Berbasis Masyarakat di Tengah Perubahan Iklim
  • 3
    Judi Online Makin Mudah Diakses, Pelajar Harus Lebih Waspada!
  • 4
    Atlet Peraih Medali SEA Games Ikut Bertanding di Honda DBL South Sulawesi 2026, Ini Dia
  • 5
    PDAM Makassar Sukses Tangani Keluhan Air Sempat Berwarna Hitam, Masalah Endapan dan Jaringan Pipa

Ekonomi

  • Pertamina Pastikan Harga Pertalite Tak Naik, Masyarakat Diminta Waspadai Hoaks
    Pertamina Pastikan Harga Pertalite Tak Naik, Masyarakat Diminta Waspadai Hoaks
  • OJK Terbitkan Aturan Baru EBA-SP, Perkuat Pembiayaan Sekunder Perumahan
    OJK Terbitkan Aturan Baru EBA-SP, Perkuat Pembiayaan Sekunder Perumahan
  • APBN Salurkan KUR Rp12,96 Triliun ke 181.912 Debitur di Sulsel
    APBN Salurkan KUR Rp12,96 Triliun ke 181.912 Debitur di Sulsel

Peristiwa

  • Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
    Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
  • Ini Kronologi Bule Australia Habisi Anak dan Dirinya di Bali, Jeritan 'I Love You Daddy' Bikin Miris
    Ini Kronologi Bule Australia Habisi Anak dan Dirinya di Bali, Jeritan 'I Love You Daddy' Bikin Miris
  • KPK Telusuri Alur Perintah dan Aliran Uang dalam Kasus Suap HGB Bogor
    KPK Telusuri Alur Perintah dan Aliran Uang dalam Kasus Suap HGB Bogor
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID