LUMINASIA.ID, BOLA - Inggris memang gagal mencapai final Piala Dunia 2026 setelah disingkirkan Argentina. Namun perjalanan The Three Lions belum berakhir. Mereka masih akan menghadapi Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga yang menyimpan sejumlah kepentingan penting, mulai dari perebutan Sepatu Emas hingga peluang mencatat sejarah baru.
Dilansir BBC, Inggris akan menghadapi Prancis pada pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026, Sabtu (18/7) malam waktu setempat. Meski banyak yang menganggap pertandingan ini kurang bergengsi setelah kegagalan melaju ke final, duel tersebut tetap memiliki sejumlah nilai penting bagi kedua tim.
Salah satu daya tarik utama adalah persaingan memperebutkan Golden Boot atau penghargaan pencetak gol terbanyak turnamen. Kapten Prancis, Kylian Mbappé, saat ini telah mengoleksi delapan gol, sama dengan Lionel Messi. Namun Messi masih unggul berkat catatan empat assist, sementara Mbappé baru mengemas tiga assist. Gol maupun assist yang dicatat pada laga perebutan tempat ketiga tetap dihitung dalam klasemen Golden Boot, sehingga Mbappé masih berpeluang menyalip Messi sebelum sang kapten Argentina tampil di partai final. Sementara itu, Harry Kane dan Jude Bellingham juga secara matematis masih memiliki peluang meski membutuhkan penampilan luar biasa untuk mengejar perolehan gol tersebut.
Bagi Inggris, kemenangan atas Prancis juga akan menghasilkan pencapaian historis. Jika berhasil meraih posisi ketiga, itu akan menjadi hasil terbaik Inggris di Piala Dunia sejak menjadi juara pada 1966. Sebelumnya, Inggris selalu kalah dalam dua laga perebutan tempat ketiga, yakni dari Italia pada 1990 dan Belgia pada 2018.
Pertandingan ini juga berpotensi menjadi kesempatan bagi sejumlah pemain yang minim menit bermain selama turnamen. Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo, belum sekalipun tampil di Piala Dunia 2026 dan berpeluang menjalani debutnya. Penyerang Ollie Watkins dan Ivan Toney juga berpotensi mendapat kesempatan lebih banyak. Dari kubu Prancis, N'Golo Kanté yang belum bermain sepanjang turnamen dapat menjalani laga Piala Dunia terakhirnya, sementara Rayan Cherki berpeluang tampil sebagai starter.
Selain itu, laga perebutan tempat ketiga menjadi salah satu pertandingan kompetitif terakhir sebelum jeda menuju dimulainya musim baru kompetisi domestik. Dengan kalender sepak bola Eropa yang baru akan kembali bergulir beberapa pekan setelah final Piala Dunia, pertandingan ini menjadi kesempatan terakhir bagi penggemar menikmati aksi dua tim papan atas di panggung internasional.

