Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Viral

Ini Penyebab Jembatan di Kabupaten Pangandaran Miring Saat Peresmian, TNI AD Ungkap Hasil Investigasi

Sabtu, 5 September 2026 20:48
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
jembatan gantung Kabupaten Pangandaran


LUMINASIA.ID, PANGANDARAN — Viral dimedsos suasana peresmian Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Minggu (30/8/2026).

Jembatan yang baru saja diresmikan tersebut tiba-tiba mengalami perubahan posisi saat rombongan pejabat dan masyarakat melintas secara bersamaan setelah prosesi pengguntingan pita.

Lebih dari 50 orang berada di atas jembatan pada saat kejadian.

Di antara rombongan tersebut terdapat Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama sejumlah pejabat daerah dan masyarakat.

Ketika jembatan mulai kehilangan keseimbangan, orang-orang yang berada di atas jembatan berusaha menyelamatkan diri.

Beberapa orang sempat terjatuh, sementara sebagian lainnya berupaya berpegangan pada bagian jembatan agar tidak ikut jatuh.

Baca: Pelajar Pemeran Video Asusila di Banyuwangi Minta Maaf, Tegaskan Tanpa Paksaan

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami juga ikut terdampak dalam kejadian tersebut.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi saat peresmian itu.

Bupati Citra dilaporkan dalam kondisi selamat, meski sempat mengalami syok dan mengalami memar pada bagian tangan setelah terkena kawat.

Sejumlah orang lainnya juga mengalami luka ringan berupa lecet.

Peristiwa tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai penyebab jembatan yang baru saja diresmikan bisa mengalami gangguan ketika digunakan.

TNI Angkatan Darat selanjutnya melakukan pemeriksaan dan investigasi terhadap kondisi Jembatan Gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran.

Hasil investigasi menunjukkan, kejadian tersebut dipengaruhi kombinasi faktor teknis pada sistem jembatan dan beban yang melebihi kapasitas penggunaan.

Lebih dari 50 Orang Melintas Bersamaan

Menurut hasil pemeriksaan TNI AD, salah satu faktor penting dalam kejadian tersebut adalah jumlah orang yang berada di atas jembatan secara bersamaan.

Lebih dari 50 orang melintas setelah prosesi peresmian selesai.

Jumlah tersebut melampaui kapasitas yang telah ditentukan untuk penggunaan jembatan.

Kondisi tersebut menyebabkan beban yang diterima struktur jembatan meningkat secara signifikan.

Pada saat yang sama, terjadi gangguan pada sistem sling di sisi kiri jembatan.

Tali sling pada sisi kiri terlepas dari sistem pengikat utama.

Terlepasnya sling tersebut menyebabkan keseimbangan jembatan terganggu dan badan jembatan kemudian berubah posisi menjadi miring.

TNI AD menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan berarti seluruh struktur Jembatan Gantung Pongpet runtuh.

Struktur utama jembatan masih berada pada posisinya.

Bagian yang mengalami kendala adalah sistem sling sisi kiri yang terlepas dari pengikat utama.

Karena itu, istilah jembatan ambruk yang beredar setelah video kejadian tersebar perlu dipahami dalam konteks bahwa yang mengalami kegagalan adalah bagian sistem penyangga, bukan seluruh struktur jembatan.

Detik-detik Peresmian Berubah Menjadi Kepanikan

Sebelum kejadian, prosesi peresmian Jembatan Gantung Pongpet berlangsung dalam suasana meriah.

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama jajaran Forkopimda dan masyarakat kemudian bergerak melintasi jembatan setelah prosesi pengguntingan pita.

Antusiasme warga membuat banyak orang ikut berada di atas jembatan dalam waktu bersamaan.

Saat rombongan bergerak, kondisi jembatan mulai tidak stabil.

Bagian sling di sisi kiri kemudian mengalami masalah hingga terlepas dari sistem pengikat utamanya.

Jembatan berubah posisi dan menjadi miring.

Situasi tersebut sontak membuat orang-orang yang berada di atas jembatan panik.

Sebagian berusaha mempertahankan posisi dengan berpegangan pada bagian jembatan.

Sebagian lainnya berusaha segera keluar dari area yang mengalami kemiringan.

Bupati Citra bersama rombongan akhirnya berhasil menyelamatkan diri.

Tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Meski demikian, beberapa orang mengalami luka ringan akibat terjatuh maupun terkena bagian konstruksi jembatan.

Kondisi Bupati Citra juga dipastikan aman dan setelah kejadian dapat kembali menjalankan aktivitasnya.

Baca: Viral! Jendela Pesawat Udara Ryanair Copot Saat Mengudara, Penumpang Nyaris Tersedot Keluar, Ini Kronologi dan Penyebab Ilmiahnya

Ada Peringatan Kapasitas Jembatan

TNI AD menjelaskan, sebelum digunakan, Kodim 0625/Pangandaran telah melakukan sosialisasi mengenai kapasitas dan ketentuan penggunaan Jembatan Gantung Pongpet.

Papan pemberitahuan mengenai kapasitas jembatan juga telah dipasang di sekitar lokasi.

Namun, setelah prosesi peresmian, antusiasme masyarakat membuat ketentuan tersebut tidak dipatuhi.

Jajaran Forkopimda bersama masyarakat bergerak menuju lokasi acara dengan melintasi jembatan.

Pada saat itulah jumlah orang yang berada di atas jembatan secara bersamaan melebihi kapasitas yang telah ditentukan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan beban pada struktur meningkat.

TNI AD menilai batas kapasitas bukan sekadar informasi administratif, tetapi merupakan bagian dari ketentuan keselamatan yang harus dipatuhi ketika jembatan digunakan.

Sejumlah Komponen Teknis Juga Diperiksa

Hasil investigasi tidak berhenti pada persoalan jumlah orang yang melintas.

TNI AD juga menemukan sejumlah kondisi teknis yang berkaitan dengan sistem penyangga jembatan.

Pemeriksaan menemukan adanya persoalan pada block anchor hook.

Selain itu, tim juga memeriksa konfigurasi dan posisi block anchor terhadap pylon.

Komponen roller dan turnbuckle turut menjadi bagian yang diperiksa.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap konfigurasi lower sling serta adanya perbedaan elevasi pada pylon.

Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa kondisi teknis sistem jembatan ikut menjadi bagian yang harus dievaluasi secara menyeluruh.

Dengan demikian, kejadian di Kabupaten Pangandaran tidak hanya berkaitan dengan satu faktor.

Beban yang melebihi kapasitas terjadi bersamaan dengan sejumlah kondisi teknis pada sistem sling dan komponen pendukung jembatan.

Kombinasi tersebut kemudian memengaruhi kinerja struktur hingga jembatan mengalami perubahan posisi.

TNI AD: Tidak Ingin Saling Menyalahkan

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, Jembatan Gantung Pongpet merupakan jembatan perintis yang dibangun untuk membantu membuka akses masyarakat di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit.

Karena itu, kemampuan jembatan dalam menahan beban dan ketentuan penggunaannya menjadi aspek penting yang harus diperhatikan.

TNI AD juga menegaskan bahwa penguatan pada sistem sling tidak berarti jembatan dapat digunakan tanpa memperhatikan batas kapasitas.

Pada sejumlah jembatan perintis, TNI AD telah melakukan peningkatan kekuatan sistem sling sekitar 20 hingga 30 persen.

Namun, penguatan tersebut tetap tidak menghilangkan batas kapasitas penggunaan jembatan.

“Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memastikan seluruh aspek teknis dan ketentuan penggunaan benar-benar dipahami dan dipatuhi,” ujar Donny.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi bahan pembelajaran penting untuk memastikan aspek teknis, aturan penggunaan dan keselamatan berjalan secara bersamaan.

Kasad Minta Maaf

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak turut menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang terjadi saat peresmian jembatan tersebut.

Maruli menyatakan bahwa dirinya merupakan Kepala Satgas jembatan yang ditunjuk oleh Presiden.

“Saya selaku Kepala Satgas jembatan yang ditunjuk oleh Presiden, saya pribadi bersama anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” kata Maruli.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab TNI AD terhadap pembangunan dan kondisi jembatan yang mengalami gangguan saat digunakan dalam rangkaian peresmian.

TNI AD kemudian melakukan penanganan terhadap bagian-bagian jembatan yang mengalami masalah.

Evaluasi dilakukan terhadap konfigurasi struktur, keseimbangan jembatan, distribusi beban serta sistem keselamatan.

Jembatan Kabupaten Pangandaran Ditutup

Setelah kejadian, Jembatan Gantung Pongpet tidak langsung dibuka kembali untuk masyarakat.

Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran melakukan penanganan dan evaluasi terhadap kondisi jembatan.

Pemeriksaan meliputi kekuatan struktur, sistem pengikat tali sling serta kapasitas maksimal jembatan.

Bagian-bagian yang mengalami gangguan akan diperbaiki dan disempurnakan.

Jembatan juga akan melalui pemeriksaan serta pengujian sebelum dinyatakan layak digunakan kembali.

Penutupan dilakukan untuk memastikan masyarakat tidak kembali menggunakan jembatan sebelum seluruh aspek keselamatan dinyatakan memenuhi ketentuan.

Dibangun untuk Membuka Akses Masyarakat

Jembatan Gantung Pongpet dibangun Kodim 0625/Pangandaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses dan konektivitas masyarakat Desa Margacinta dan wilayah sekitarnya.

Jembatan tersebut menghubungkan Desa Margacinta dan Desa Cibanten di Kecamatan Cijulang dengan Desa Cimindi di Kecamatan Cigugur.

Keberadaan jembatan juga mendukung akses menuju Kampung Budaya Margacinta.

Jembatan memiliki panjang sekitar 60 meter dan berada di atas aliran sungai.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendukung kegiatan sosial dan ekonomi warga.

Karena itu, setelah kejadian, perbaikan tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan kondisi fisik jembatan.

Evaluasi menyeluruh juga diperlukan agar jembatan dapat digunakan sesuai fungsi dan kapasitas yang telah ditentukan.

Menjadi Evaluasi Keselamatan

Peristiwa Jembatan Gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran menjadi pelajaran penting dalam pembangunan dan penggunaan infrastruktur publik.

Kejadian tersebut menunjukkan bahwa keamanan jembatan tidak hanya bergantung pada konstruksi dan material yang digunakan.

Jumlah pengguna, distribusi beban, kondisi sistem sling, konfigurasi komponen penyangga serta kepatuhan terhadap batas kapasitas juga menjadi bagian penting dari keselamatan.

TNI AD memastikan seluruh aspek tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi sebelum jembatan kembali digunakan.

Pemeriksaan dan pengujian dilakukan untuk memastikan struktur serta sistem penyangga berada dalam kondisi aman.

Dengan demikian, Jembatan Gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran diharapkan dapat kembali berfungsi sebagai akses masyarakat setelah seluruh proses perbaikan dan evaluasi dinyatakan selesai.

Peristiwa saat peresmian tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa penggunaan fasilitas publik harus mengikuti batas kapasitas dan ketentuan keselamatan yang telah ditetapkan.

Tags: Viral kabupaten pangandaran


Baca Juga

Yuk Cicipi Somtum Asli Thailand, Cempedak Goreng, hingga Jajanan Seblak dan Chi Chong Tan Viral di Mall Phinisi Point
Yuk Cicipi Somtum Asli Thailand, Cempedak Goreng, hingga Jajanan Seblak dan Chi Chong Tan Viral di Mall Phinisi Point
Jajal Pallubasa Samelang dan Sop Kepala Ikan di Kampoeng Sawah Kalibone Pangkep, Gurih Kelapa dan Potongan Pisang Jadi Ciri Khas
Jajal Pallubasa Samelang dan Sop Kepala Ikan di Kampoeng Sawah Kalibone Pangkep, Gurih Kelapa dan Potongan Pisang Jadi Ciri Khas
Viral Indomaret Tutup Ada Apa?
Viral Indomaret Tutup Ada Apa?
Beredar di Medsos Anggaran Rp10 Miliar Makan Minum Wali Kota Makassar, Pemkot Tegaskan Hoax
Beredar di Medsos Anggaran Rp10 Miliar Makan Minum Wali Kota Makassar, Pemkot Tegaskan Hoax
Apa Arti Kata 67 yang Viral, Dinobatkan sebagai Word of The Year 2025, Tren Gen Alpha dari TikTok
Apa Arti Kata 67 yang Viral, Dinobatkan sebagai Word of The Year 2025, Tren Gen Alpha dari TikTok
Warkop Om Ben Buka Gerai di Mall Panakkukang, Yuk Coba Mie Pangsit Legendaris
Warkop Om Ben Buka Gerai di Mall Panakkukang, Yuk Coba Mie Pangsit Legendaris

Populer

  • 1
    Direksi XLSMART Turun Langsung Dengarkan Keluhan Pelanggan, Ditindaklanjuti di Hari yang Sama
  • 2
    Tunjangan Reses Kena Potongan Pajak PPh 21, Pimpinan hingga Anggota DPRD Jeneponto Datangi Kantor DJP Sulselbartra
  • 3
    BPKAD Makassar Pastikan Revitalisasi Karebosi Masuk Perencanaan Anggaran 2027
  • 4
    Ari Lasso Ungkap Pengalaman Naik Garuda yang Pecah Ban Saat Mendarat di Makassar
  • 5
    Ini Penyebab Jembatan di Kabupaten Pangandaran Miring Saat Peresmian, TNI AD Ungkap Hasil Investigasi

Ekonomi

  • Pembiayaan Asuransi Didorong Makin Murah, OJK Kolaborasi Kemenkes
    Pembiayaan Asuransi Didorong Makin Murah, OJK Kolaborasi Kemenkes
  • Kalla Toyota Padukan Kearifan Lokal dan Kepedulian Lingkungan di Hari Pelanggan Nasional
    Kalla Toyota Padukan Kearifan Lokal dan Kepedulian Lingkungan di Hari Pelanggan Nasional
  • Direksi PELNI Turun Langsung Sapa Penumpang, Masukan Pelanggan Jadi Evaluasi Layanan
    Direksi PELNI Turun Langsung Sapa Penumpang, Masukan Pelanggan Jadi Evaluasi Layanan

Peristiwa

  • Kepala Sekolah di Pekalongan Dicopot Usai Rekaman CCTV Viral
    Kepala Sekolah di Pekalongan Dicopot Usai Rekaman CCTV Viral
  • Bandara Soetta Sempat Ditutup akibat Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Menunggu Kepastian
    Bandara Soetta Sempat Ditutup akibat Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Menunggu Kepastian
  • Gunung Sinabung di Karo Sumatera Utara Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter
    Gunung Sinabung di Karo Sumatera Utara Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID