LUMINASIA.ID, BOLA - Legenda sepak bola Inggris Kevin Keegan meninggal dunia pada usia 75 tahun setelah berjuang melawan kanker stadium empat yang didiagnosis pada awal 2026. Kepergian mantan pemain dan pelatih tersebut meninggalkan duka mendalam bagi dunia sepak bola, terutama bagi Liverpool, Newcastle United, dan Timnas Inggris.
Dilansir Antara, Keegan merupakan salah satu pesepak bola paling berpengaruh pada era 1970-an hingga awal 1980-an. Namanya tercatat sebagai peraih Ballon d'Or secara beruntun pada 1978 dan 1979, sebuah pencapaian yang menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia pada masanya.
Karier klub Keegan mencapai puncaknya bersama Liverpool. Selama membela The Reds, ia membantu tim meraih tiga gelar Liga Inggris, satu Piala FA, dua UEFA Cup, dan satu European Cup. Kesuksesannya berlanjut saat hijrah ke Jerman bersama Hamburger SV, di mana ia turut mengantarkan klub tersebut menjuarai Bundesliga musim 1978/1979.
Di level internasional, Keegan menjadi andalan Timnas Inggris. Pemain kelahiran 14 Februari 1951 itu mencatatkan 63 penampilan bersama The Three Lions dan menyumbangkan 21 gol di berbagai kompetisi.
Usai gantung sepatu, Keegan melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih. Ia pernah menangani Newcastle United, Fulham, Manchester City, hingga Timnas Inggris. Sosoknya dikenang sebagai salah satu figur paling karismatik dalam sejarah sepak bola Inggris.
Newcastle United menjadi salah satu klub yang menyampaikan penghormatan terakhir kepada Keegan melalui pernyataan resmi. Klub berjuluk The Magpies itu menyebut Keegan sebagai tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah mereka.
"Kami sangat terpukul mendengar kabar meninggalnya Kevin Keegan, salah satu sosok paling ikonik, berpengaruh, dan sangat dicintai dalam sejarah klub kami," tulis Newcastle United dalam pernyataan resminya.
Klub tersebut juga menambahkan bahwa Keegan bukan sekadar legenda sebagai pemain maupun pelatih, tetapi juga menjadi "jantung" Newcastle United bagi beberapa generasi pendukungnya.
Semasa hidupnya, Keegan dikenal luas karena gaya bermain menyerang, kepemimpinan di lapangan, dan dedikasinya terhadap sepak bola, baik sebagai pemain maupun pelatih. Warisan yang ditinggalkannya menjadikan namanya tetap dikenang sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.


