Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

TPA Tamangapa Mulai 1 Agustus Hanya Terima Residu!

Selasa, 21 Juli 2026 23:01
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
ANEKA JENIS SAMPAH DAN CARA PENGELOLAANNYA

MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar secara bertahap menghentikan sistem pembuangan terbuka (open dumping) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang. Mulai 1 Agustus 2026, lokasi ini hanya akan menerima sampah residu, sementara sampah organik dan anorganik wajib dipilah sejak dari sumbernya untuk diolah atau didaur ulang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, menegaskan bahwa perubahan sistem ini merupakan langkah krusial untuk menciptakan tata kelola persampahan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Mulai 1 Agustus 2026, Pemerintah Kota Makassar menerapkan sistem controlled landfill sebagai bagian dari upaya menghentikan praktik open dumping secara bertahap," ujar Helmy, Selasa (21/7/2026). "Masyarakat diwajibkan memilah sampah sejak dari sumbernya, baik di rumah, kantor, hotel maupun tempat usaha."

Kebijakan ini menjadi tindak lanjut dari regulasi nasional untuk menghentikan open dumping yang selama ini membawa dampak buruk bagi lingkungan. Selama ini, beban terbesar TPA Tamangapa disumbang oleh sampah organik yang mencapai 54 persen dari total keseluruhan sampah harian.

Dominasi sampah organik menjadi masalah pelik karena cepat membusuk, menghasilkan air lindi, serta memicu gas metana yang berpotensi mencemari lingkungan.

Wajib Pilah dari Rumah: Kemana Sampah Harus Dibawa?

Setelah aturan ini berjalan, masyarakat tidak lagi diperbolehkan mencampur seluruh jenis sampah ke dalam satu tempat. DLH Makassar mengimbau warga untuk menyediakan tiga tempat sampah berbeda:

  • Sampah Organik: Diolah secara mandiri di tingkat rumah tangga menggunakan ember tumpuk, mini komposter, atau metode Teba.

  • Sampah Anorganik: Meliputi plastik, kertas, botol, dan kaleng yang bernilai ekonomi, untuk kemudian disetorkan ke Bank Sampah Pusat DLH atau bank sampah sektoral di kecamatan masing-masing.

  • Sampah Residu: Sisa pembuangan akhir yang tidak bisa diolah kembali dan menjadi satu-satunya jenis sampah yang dikirim ke TPA Tamangapa.

Kabar baiknya, warga yang menghasilkan kompos atau produk dari budidaya maggot kini bisa menjual hasilnya langsung kepada pemerintah. Pemkot Makassar melalui Bank Sampah Pusat siap menampung kompos, maggot, maupun residu pengolahan maggot, yang sekaligus mendukung program Tarami Tanata dan pengembangan urban farming.

Kesiapan Armada dan Sanksi Tegas Menanti

Guna memastikan kelancaran kebijakan baru ini, seluruh kecamatan di 14 wilayah daratan Makassar bergerak cepat membenahi sarana pengelolaan sampah. Pendataan, perbaikan unit yang rusak, usulan peremajaan, hingga pengadaan armada pengangkut sampah baru dilakukan agar pengangkutan sampah terpilah berjalan optimal.

Selain edukasi masif yang digencarkan kepada RT/RW, lurah, dan camat, Pemkot Makassar juga tengah merumuskan Peraturan Daerah (Perda) Persampahan. Nantinya, Satgas Penegakan Perda Persampahan yang terdiri dari DLH, DPMPTSP, dan Satpol PP akan diterjunkan untuk mengawasi sektor-sektor penyumbang sampah terbesar seperti perumahan, pusat perbelanjaan, hotel, restoran, dan kafe.

"Kami akan memberikan edukasi terlebih dahulu. Namun apabila setelah sosialisasi mereka tetap tidak menjalankan aturan, tentu akan ada tindakan sesuai regulasi yang berlaku," tegas Helmy.

Sebagai tahap pendukung jangka panjang, Pemkot Makassar juga tengah merintis pembentukan UPTD Pengolahan Sampah Organik untuk menampung dan mengolah sampah organik wilayah secara massal agar tidak lagi menjadi beban lingkungan. Mari mulai membiasakan diri memilah sampah demi mewariskan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan bagi generasi masa depan! (*)

Tags: Pemkot Makassar DLH Makassar Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle TPA Antang

Baca Juga

DP2 Hadirkan Festival Urban Farming, Balap Jolloro hingga Fashion Show Kucing
DP2 Hadirkan Festival Urban Farming, Balap Jolloro hingga Fashion Show Kucing
Sambut HUT Makassar ke-419, Pemkot Bedah 451 Rumah Warga Tak Layak HUni
Sambut HUT Makassar ke-419, Pemkot Bedah 451 Rumah Warga Tak Layak HUni
Makassar Tourism Outlook 2026 Bahas Strategi Perkuat Posisi Makassar sebagai Gerbang Wisata Indonesia Timur
Makassar Tourism Outlook 2026 Bahas Strategi Perkuat Posisi Makassar sebagai Gerbang Wisata Indonesia Timur
Makassar Great Sale Targetkan Omzet Rp55 Miliar, Libatkan Enam Mal
Makassar Great Sale Targetkan Omzet Rp55 Miliar, Libatkan Enam Mal
DPRD Makassar Bahas Perubahan Perumda Terminal Jadi PT Makassar Membangun Indonesia, Appi Bidik Investasi Lebih Luas
DPRD Makassar Bahas Perubahan Perumda Terminal Jadi PT Makassar Membangun Indonesia, Appi Bidik Investasi Lebih Luas
Wali Kota Appi Buka Rangkaian HUT ke-419 Makassar, Siapkan 50 Agenda Sosial dan Budaya
Wali Kota Appi Buka Rangkaian HUT ke-419 Makassar, Siapkan 50 Agenda Sosial dan Budaya

Populer

  • 1
    IASC Sukses Selamatkan Rp208,9 Miliar Dana Korban Penipuan Keuangan
  • 2
    Semen Tonasa Gandeng BULOG Hadirkan 580 Paket Sembako Murah bagi Masyarakat
  • 3
    370 Anak Terima Bantuan Susu, Bupati Gowa Pastikan Intervensi Stunting Berjalan Optimal
  • 4
    Kredit Perbankan Tumbuh 13,26 Persen, OJK Blokir Hampir 40 Ribu Rekening Judi Online
  • 5
    PTBA Kembangkan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Warisan Tambang Ombilin

Ekonomi

  • Mal Kini Alih Fungsi, Apa Kata Ketua APPBI?
    Mal Kini Alih Fungsi, Apa Kata Ketua APPBI?
  • Kalla Transport & Logistics Raih Tiga Penghargaan dari Toyota Astra Motor
    Kalla Transport & Logistics Raih Tiga Penghargaan dari Toyota Astra Motor
  • IASC Sukses Selamatkan Rp208,9 Miliar Dana Korban Penipuan Keuangan
    IASC Sukses Selamatkan Rp208,9 Miliar Dana Korban Penipuan Keuangan
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID