LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Munafri Arifuddin merupakan pengusaha dan politikus yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Makassar periode 2025–2030 bersama Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham.
Dilansir wikipedia.com, Munafri lahir di Majene, Sulawesi Selatan, pada 20 September 1975 dan genap berusia 51 tahun pada Minggu (20/9/2026).
Sebelum terjun ke pemerintahan, Munafri dikenal dalam dunia bisnis dan sepak bola, khususnya melalui kiprahnya sebagai CEO PSM Makassar serta keterlibatannya di lingkungan Bosowa Group.
Munafri menempuh pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di Ujung Pandang, yang kini menjadi Kota Makassar. Ia kemudian meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Hasanuddin pada 1999.
Karier profesional Munafri dimulai di grup perusahaan milik keluarga istrinya. Ia pernah menduduki posisi CEO di sejumlah perusahaan dalam grup tersebut. Ia juga pernah menjadi Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Sulawesi Selatan pada 2007 hingga 2010.
Namanya kemudian semakin dikenal di dunia sepak bola ketika dipercaya memimpin PSM Makassar.
Baca: Appi Bawa Program Besar ke Pulau, Pemerataan Pendidikan hingga Transportasi Laut Jadi Prioritas
Pada 2016, rapat pemegang saham PSM Makassar memilih Munafri sebagai CEO baru klub menggantikan Rully Habibie. Sebelum memimpin PSM, ia pernah terlibat di sejumlah klub, antara lain Hasanuddin FC dan Perseka Bosowa.
Pada musim pertamanya sebagai CEO PSM, Munafri melakukan perubahan di tubuh tim setelah PSM berada di posisi terakhir klasemen setelah empat pertandingan. Manajer Luciano Leandro digantikan Robert Alberts dan sejumlah pemain asing juga dilepas.
Munafri menjabat sebagai CEO PSM hingga 2022. Setelah itu, ia terpilih sebagai Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB). Posisi CEO PSM kemudian diteruskan Sadikin Aksa.
Perjalanan Politik Munafri
Munafri mulai mencalonkan diri sebagai Wali Kota Makassar pada Pilkada 2018. Saat itu, ia maju bersama Andi Rachmatika Dewi Yustitia Iqbal.
Dalam Pilkada Makassar 2018, Munafri menjadi calon tunggal setelah calon petahana Mohammad Ramdhan Pomanto didiskualifikasi. Pemilih kemudian memiliki dua pilihan, yakni pasangan Munafri-Rachmatika dan kotak kosong.
Hasil pemilihan menunjukkan Munafri-Rachmatika memperoleh 264.245 suara atau 46,77 persen, sedangkan kotak kosong memperoleh 300.795 suara. Hasil tersebut kemudian berlanjut ke proses hukum di Mahkamah Konstitusi.
Munafri kembali mencalonkan diri dalam Pilkada Makassar 2020, kali ini berpasangan dengan Abdul Rahman Bando. Pasangan tersebut memperoleh 184.094 suara atau 34,76 persen dan tidak terpilih.
Empat tahun kemudian, Munafri kembali maju dalam Pilkada Makassar 2024. Kali ini ia berpasangan dengan Aliyah Mustika Ilham.
Pasangan Munafri-Aliyah memperoleh 319.112 suara atau 54,72 persen dan ditetapkan sebagai pasangan terpilih.
Munafri kemudian dilantik sebagai Wali Kota Makassar bersama Aliyah Mustika Ilham pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, Jakarta, untuk masa jabatan 2025–2030.
Kehidupan Keluarga
Munafri menikah dengan Melinda Aksa. Dari pernikahan tersebut, keduanya memiliki empat anak.
Melinda Aksa merupakan putri Aksa Mahmud, pendiri Bosowa Corporation. Dalam hubungan keluarga, Munafri juga memiliki hubungan kekerabatan dengan Jusuf Kalla.
Munafri tercatat sebagai kader Partai Golkar dan sebelumnya pernah terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melalui daerah pemilihan Sulawesi Selatan 1 pada Pemilu 2024, sebelum kemudian menjalankan tugas sebagai Wali Kota Makassar.
Dengan perjalanan dari dunia usaha, sepak bola, hingga pemerintahan, Munafri kini menjalankan jabatan sebagai kepala daerah Kota Makassar untuk periode 2025–2030.



