LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Honda Racing Corporation (HRC) memperkuat program pembinaan pembalap muda dengan meluncurkan Honda Racing School & Scholarship untuk musim 2027.
Program tersebut disiapkan untuk mencetak talenta muda yang memiliki kemampuan bersaing di jenjang balap internasional hingga menuju kelas utama MotoGP.
HRC mengumumkan program pengembangan pembalap tersebut pada Rabu (19/8/2026).
Honda Racing School & Scholarship akan berfokus pada sejumlah kejuaraan junior di Eropa yang menjadi jalur penting bagi pembalap muda menuju persaingan Road to MotoGP.
Melalui program tersebut, HRC akan memberikan dukungan berupa sistem beasiswa untuk membantu pembalap muda berkompetisi di kelas Moto4 dan Moto3 Junior.
“Program Honda Racing School & Beasiswa baru yang diluncurkan oleh HRC akan berfokus pada kompetisi di Eropa,” demikian pernyataan HRC dalam rilisnya.
Baca: Honda ADV160, Desain Skutik dengan Karakter SUV
“Tujuannya adalah mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di panggung dunia dengan memberikan pengalaman balapan internasional saat mereka masih remaja,” lanjut pernyataan tersebut.
Program ini menjadi bagian dari strategi Honda dalam membangun jalur pembinaan pembalap sejak usia muda.
Kejuaraan junior di Eropa dinilai menjadi salah satu tahapan penting bagi pembalap yang ingin berkembang hingga level dunia.
Sejumlah pembalap Indonesia telah merasakan jalur tersebut.
Mario Suryo Aji kini bersaing di kelas Moto2, sementara Veda Ega Pratama tampil di Moto3.
Ada pula Muhammad Kiandra Ramadhipa yang tengah menjalani persaingan di jenjang Road to MotoGP.
Ketiga pembalap tersebut telah mulai merasakan persaingan di Eropa sejak usia muda, termasuk melalui Red Bull Rookies Cup dan Kejuaraan Dunia Junior Moto3.
Baca: Honda CB650R, Perpaduan Retro dan Streetfighter
Program pembinaan baru Honda tersebut juga berpotensi mempertemukan lebih banyak pembalap muda dalam satu ekosistem pengembangan.
Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Veda Ega Pratama dari Indonesia dan Hakim Danish dari Malaysia.
Keduanya saat ini sama-sama menjadi bagian dari persaingan Moto3 dan memiliki pengalaman di ajang balap junior Eropa.
Veda Ega memperkuat Honda Team Asia, sedangkan Hakim Danish bersaing bersama AEON Credit MT Helmets MSI.
Keduanya bahkan pernah berada dalam persaingan langsung di lintasan, termasuk pada balapan Moto3 Jerman 2026.
Dengan program Honda Racing School & Scholarship, jalur pembinaan pembalap muda Honda di Eropa berpotensi semakin terstruktur.
Para pembalap muda akan mendapatkan kesempatan mengembangkan kemampuan balap sekaligus mengumpulkan pengalaman internasional sejak usia remaja.
HRC menyebut sistem beasiswa tersebut nantinya akan menanggung sebagian biaya pembalap yang berkompetisi di Moto4 dan Moto3 Junior.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Honda membangun generasi baru pembalap yang diharapkan mampu melanjutkan kiprah mereka hingga kelas utama MotoGP.
Bagi Veda Ega dan Hakim Danish, perkembangan program pembinaan tersebut juga membuka peluang keduanya semakin sering berada dalam satu ekosistem Honda.
Jika jalur karier keduanya terus berlanjut, rivalitas di lintasan dapat berjalan beriringan dengan hubungan sebagai sesama pembalap dalam program pembinaan Honda.



