LUMINASIA.ID, GOWA - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan pompa air bersih bertenaga surya kepada masyarakat Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Kamis (20/8/2026).
Bantuan berupa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 2,8 kilowatt peak (kWp) dengan baterai penyimpanan energi 10 kilowatt hour (kWh) itu diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 100 kepala keluarga sekaligus mendukung aktivitas pertanian warga.
Direktur WOM Finance Cincin Lisa Hadi mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut dilakukan setelah melalui proses survei yang melibatkan berbagai pihak untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami sangat senang bisa hadir pagi ini dalam rangka bekerja sama untuk pembangunan sarana air bersih berupa pompa air tenaga surya,” katanya.
Menurut Cincin, Desa Sokkolia dipilih setelah melalui berbagai tahapan penilaian lapangan. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya kelompok tani yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air.
“Kami berharap fasilitas ini dapat memberikan manfaat bagi sekitar 100 KK dan juga dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian, khususnya kelompok tani di Desa Sokkolia,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar masyarakat menjaga fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Bukan hanya satu atau dua tahun, tetapi kami berharap pompa ini dapat terus digunakan dan memberikan manfaat bagi seluruh warga,” katanya.
Harapan itu sejalan dengan kondisi pertanian di Desa Sokkolia yang selama ini masih sangat bergantung pada curah hujan.
Kepala Desa Sokkolia Kaharuddin Dg Muang mengatakan, wilayahnya memiliki sekitar 150 hektare lahan pertanian produktif yang hingga kini belum didukung sistem irigasi memadai.
“Kurang lebih 150 hektare. Lahan tersebut betul-betul masih mengandalkan air hujan,” kata Kaharuddin.
Ia menjelaskan, petani hanya bisa menanam padi satu kali dalam setahun saat musim hujan tiba. Sementara pada musim kemarau, sebagian besar petani beralih menanam jagung hibrida, kacang-kacangan dan komoditas lainnya.
Namun, cuaca ekstrem yang terjadi sepanjang tahun ini menyebabkan banyak tanaman jagung gagal panen.
“Kalau musim kemarau seperti sekarang, masyarakat biasanya menanam jagung, khususnya jagung hibrida. Namun, untuk tahun ini, karena kondisi cuaca yang ekstrem, banyak tanaman jagung yang tidak berhasil,” ujarnya.
Karena itu, keberadaan pompa air tenaga surya tersebut dinilai sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun pertanian.
“Iya, sangat bermanfaat. Alhamdulillah. Mudah-mudahan bantuan ini bisa mencukupi kebutuhan air untuk lahan di sekitar sini,” katanya.
Kaharuddin mengaku bantuan serupa belum pernah diterima masyarakat sebelumnya.
“Iya, belum ada. Kalau berbicara soal CSR, ini baru pertama kali,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, WOM Finance menggandeng Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia untuk menghadirkan teknologi energi terbarukan yang dinilai sesuai dengan kondisi wilayah tersebut.
Perwakilan SRE Indonesia, Iqbal Sugiarto, mengatakan pemanfaatan energi surya menjadi solusi yang tepat mengingat intensitas sinar matahari di Sulawesi cukup tinggi sepanjang tahun.
“PLTS ini bisa menghasilkan energi listrik tanpa menghasilkan limbah atau polusi. Jadi, kita memanfaatkan potensi yang ada di Sulawesi ini, khususnya di Desa Sokkolia,” katanya.
Iqbal menjelaskan, sistem yang dipasang terdiri dari empat panel surya berkapasitas masing-masing sekitar 720 watt peak dengan total kapasitas sekitar 2,8 kWp.
Selain itu, sistem juga dilengkapi baterai penyimpanan energi berkapasitas 10 kWh yang memungkinkan listrik tetap tersedia saat cuaca mendung maupun malam hari.
Menurutnya, energi yang dihasilkan tidak hanya digunakan untuk mengoperasikan pompa air, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik lainnya.
“Seperti hari ini, kita menggunakan listrik dari PLTS untuk kegiatan seremoni. Sound system, lampu, mikrofon, dan berbagai perangkat lainnya sudah menggunakan energi dari PLTS ini,” ujarnya.
Untuk mendukung ketersediaan air, fasilitas tersebut juga dilengkapi sumur bor sedalam sekitar 80 meter dan tandon penampungan air.
Dengan kapasitas yang ada, sistem tersebut diperkirakan mampu mendukung pengairan lahan pertanian sekitar satu hingga dua hektare, tergantung pola penggunaan dan kondisi tanah.
Bantuan tersebut disambut antusias oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sokkolia.
Ketua KWT Desa Sokkolia Resnawati mengatakan, selama ini warga harus mengambil air dari sumber yang cukup jauh untuk memenuhi kebutuhan kelompok tani.
“Bantuan PLTS ini sangat membantu memenuhi kebutuhan air bersih di desa kami,” katanya.
Ia berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat sekaligus memudahkan aktivitas para petani.
“Kami juga berharap apa yang telah diberikan oleh WOM Finance ini dapat membantu warga dalam meningkatkan dan menambah hasil pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, Business Unit Head WOM Finance Regional Sulawesi Luthfiyudi Nurhidayatullah menegaskan bahwa program bantuan pompa air tenaga surya tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan program sosial di berbagai daerah.
Menurutnya, CSR WOM Finance tidak hanya dilakukan sekali, tetapi dilaksanakan secara berkala sesuai kebutuhan masyarakat.
“Di Sulawesi sendiri, bulan lalu kami baru saja mengadakan program CSR untuk sertifikasi guru di Luwu Timur. Jadi, program ini bukan hanya dilakukan sekali, tetapi akan kami lakukan secara periodik,” katanya.
Luthfiyudi menegaskan, WOM Finance tidak hanya berfokus pada kegiatan bisnis, tetapi juga ingin memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Program ini juga merupakan bentuk kepedulian kami. WOM Finance, di satu sisi bukan hanya sekadar mencari profit, tetapi juga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, WOM Finance merupakan perusahaan pembiayaan yang telah berdiri sejak 1982 dan menjadi bagian dari Maybank Group. Selain menyediakan layanan pembiayaan multiguna, kendaraan bermotor dan modal usaha, WOM Finance juga memiliki program pembiayaan syariah untuk kebutuhan haji.
Di Sulawesi, WOM Finance saat ini memiliki 18 cabang yang tersebar dari Sulawesi Utara hingga Sulawesi Selatan serta Ternate.
Menurut Luthfiyudi, kehadiran WOM Finance di suatu daerah tidak hanya bertujuan menyediakan layanan pembiayaan, tetapi juga ikut membantu membangun perekonomian masyarakat.
“Tentu, ketika WOM Finance hadir di suatu daerah, kami tidak hanya datang untuk mencari keuntungan. Kami juga ingin membantu masyarakat dan ikut membangun perekonomian yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah tempat WOM Finance berada,” katanya.
Ia berharap bantuan pompa air tenaga surya yang disalurkan di Desa Sokkolia dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dibandingkan nilai bantuan itu sendiri.
“Ketika Bapak-Ibu bisa mendapatkan manfaat yang lebih besar dari bantuan ini, hal tersebut tentu jauh lebih berharga bagi kami,” tutupnya.



