LUMINASIA.ID, JAKARTA - Penggunaan cover radiator pada motor matic perlu diperhatikan karena aksesori yang tidak dirancang dengan baik dapat menghambat aliran udara menuju radiator dan berisiko membuat mesin mengalami overheat.
Dilansir wahanahonda untuk tips Honda, kondisi tersebut perlu diwaspadai terutama pada motor matic seperti Honda Vario 160 dan Honda PCX 160 yang menggunakan sistem pendinginan dengan radiator untuk menjaga temperatur mesin tetap dalam batas kerja.
Radiator berfungsi sebagai penukar panas dengan bantuan cairan pendingin atau coolant yang membawa panas dari mesin untuk kemudian didinginkan oleh udara yang melewati sirip-sirip radiator.
Agar proses pendinginan berjalan optimal, radiator membutuhkan suplai udara yang cukup dan tidak terhambat.
Masalah dapat muncul ketika pemilik motor memasang cover radiator variasi yang lebih mengutamakan tampilan dibandingkan fungsi teknis.
Sejumlah cover radiator variasi memiliki celah udara yang sangat sempit atau bahkan tertutup oleh ornamen sehingga aliran udara menuju sirip radiator menjadi terhambat.
Ketika aliran udara berkurang, proses pelepasan panas dari radiator juga dapat terganggu dan membuat mesin bekerja pada temperatur yang lebih tinggi.
Jika kondisi tersebut terus berlangsung, temperatur internal mesin dapat melewati batas toleransi dan memicu overheat.
Gejala awal dapat diketahui melalui indikator suhu pada panel meter digital yang menyala merah atau munculnya lampu MIL atau Malfunction Indicator Lamp.
Ketika indikator tersebut sudah menyala, pengendara tidak disarankan memaksakan motor terus digunakan karena kondisi overheat dapat menyebabkan mesin kehilangan tenaga atau ngempos hingga akhirnya mati.
Kerusakan akibat suhu mesin yang terlalu tinggi juga dapat merembet ke sejumlah komponen mesin.
Suhu ekstrem berisiko menyebabkan kepala silinder melenting, piston macet, hingga kerusakan pada seal mesin.
Biaya perbaikan akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh overheat juga dapat mencapai jutaan rupiah.
Karena itu, pemilik motor yang ingin memodifikasi area radiator tetap perlu memperhatikan fungsi utama sistem pendinginan dan tidak hanya mempertimbangkan desain aksesori.
Wahana Honda menyarankan pemilik motor tetap menggunakan cover radiator standar pabrikan yang telah dirancang dengan memperhatikan kebutuhan aliran udara.
Jika ingin menggunakan aksesori tambahan, pemilik motor dapat memilih Honda Genuine Accessories (HGA) yang dirancang khusus untuk motor Honda.
Aksesori resmi tersebut dibuat dengan mempertimbangkan tampilan dan fungsi, termasuk menyediakan celah udara yang tetap mendukung proses pendinginan serta melalui pengujian durabilitas.
Penggunaan aksesori yang sesuai juga disebut dapat membantu menjaga performa mesin dan tidak menggugurkan klaim garansi mesin.
Pemilik motor juga dapat berkonsultasi dengan mekanik AHASS sebelum melakukan modifikasi pada area radiator untuk memastikan aksesori yang digunakan tidak mengganggu sistem pendinginan.
LUMINASIA.ID, JAKARTA - Penggunaan cover radiator pada motor matic perlu diperhatikan karena aksesori yang tidak dirancang dengan baik dapat menghambat aliran udara menuju radiator dan berisiko membuat mesin mengalami overheat.
Dilansir wahanahonda untuk tips Honda, kondisi tersebut perlu diwaspadai terutama pada motor matic seperti Honda Vario 160 dan Honda PCX 160 yang menggunakan sistem pendinginan dengan radiator untuk menjaga temperatur mesin tetap dalam batas kerja.
Baca: 7 Tips Merawat Motor Honda saat Musim Kemarau, agar Tetap Prima
Radiator berfungsi sebagai penukar panas dengan bantuan cairan pendingin atau coolant yang membawa panas dari mesin untuk kemudian didinginkan oleh udara yang melewati sirip-sirip radiator.
Agar proses pendinginan berjalan optimal, radiator membutuhkan suplai udara yang cukup dan tidak terhambat.
Masalah dapat muncul ketika pemilik motor memasang cover radiator variasi yang lebih mengutamakan tampilan dibandingkan fungsi teknis.
Sejumlah cover radiator variasi memiliki celah udara yang sangat sempit atau bahkan tertutup oleh ornamen sehingga aliran udara menuju sirip radiator menjadi terhambat.
Ketika aliran udara berkurang, proses pelepasan panas dari radiator juga dapat terganggu dan membuat mesin bekerja pada temperatur yang lebih tinggi.
Jika kondisi tersebut terus berlangsung, temperatur internal mesin dapat melewati batas toleransi dan memicu overheat.
Gejala awal dapat diketahui melalui indikator suhu pada panel meter digital yang menyala merah atau munculnya lampu MIL atau Malfunction Indicator Lamp.
Ketika indikator tersebut sudah menyala, pengendara tidak disarankan memaksakan motor terus digunakan karena kondisi overheat dapat menyebabkan mesin kehilangan tenaga atau ngempos hingga akhirnya mati.
Kerusakan akibat suhu mesin yang terlalu tinggi juga dapat merembet ke sejumlah komponen mesin.
Suhu ekstrem berisiko menyebabkan kepala silinder melenting, piston macet, hingga kerusakan pada seal mesin.
Biaya perbaikan akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh overheat juga dapat mencapai jutaan rupiah.
Karena itu, pemilik motor yang ingin memodifikasi area radiator tetap perlu memperhatikan fungsi utama sistem pendinginan dan tidak hanya mempertimbangkan desain aksesori.
Wahana Honda menyarankan pemilik motor tetap menggunakan cover radiator standar pabrikan yang telah dirancang dengan memperhatikan kebutuhan aliran udara.
Jika ingin menggunakan aksesori tambahan, pemilik motor dapat memilih Honda Genuine Accessories (HGA) yang dirancang khusus untuk motor Honda.
Aksesori resmi tersebut dibuat dengan mempertimbangkan tampilan dan fungsi, termasuk menyediakan celah udara yang tetap mendukung proses pendinginan serta melalui pengujian durabilitas.
Baca: Tips Safety Riding Asmo Sulsel: Posisi Berkendara, Menikung hingga Membonceng
Penggunaan aksesori yang sesuai juga disebut dapat membantu menjaga performa mesin dan tidak menggugurkan klaim garansi mesin.
Pemilik motor juga dapat berkonsultasi dengan mekanik AHASS sebelum melakukan modifikasi pada area radiator untuk memastikan aksesori yang digunakan tidak mengganggu sistem pendinginan.




