LUMINASIA.ID, MANDALIKA - Pembalap Honda, Luca Marini, mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa motor Honda pada sesi latihan MotoGP Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (9/10/2026).
Marini menilai performa motornya mengalami penurunan dibandingkan musim sebelumnya, terutama dalam hal cengkeraman ban depan dan belakang serta kemampuan motor melewati tikungan.
Kondisi tersebut membuatnya kesulitan mencatatkan waktu kompetitif, sementara para pembalap Honda lainnya juga menghadapi persoalan serupa di lintasan Mandalika.
“Saya sangat kecewa untuk hari ini. Saya tidak mengerti mengapa tingkat performa kami sangat rendah jika dibandingkan dengan tahun lalu. Seluruh pembalap Honda sangat kesulitan, baik dengan cengkeraman roda depan maupun belakang,” ujar Marini.
Pembalap Honda HRC Castrol itu mengaku motornya terasa lebih sulit dikendalikan dibandingkan tahun lalu, terutama ketika memasuki tikungan.
Menurutnya, bagian depan motor tidak mengikuti arah yang diinginkan, sedangkan cengkeraman roda belakang terasa sangat rendah.
“Jadi saya tidak mengerti apa yang terjadi, tetapi sejujurnya dibandingkan tahun lalu, saya merasa kurang nyaman di atas motor, motor kurang bisa berbelok (turning), bagian depan tidak pernah mengikuti arah yang saya inginkan, dan cengkeraman roda belakang selalu sangat rendah,” katanya.
Tertinggal dari Musim Lalu
Dari catatan waktu, Marini mengaku masih tertinggal sekitar 0,3 detik dibandingkan pencapaiannya pada musim sebelumnya.
Ia memperkirakan kehilangan sepersepuluh detik akibat terkena bendera kuning di tikungan terakhir. Namun, tambahan waktu tersebut tetap belum cukup untuk membawanya masuk 10 besar.
Padahal, pada sesi Practice MotoGP Mandalika tahun lalu, Marini mampu menempati posisi keempat.
“Tahun lalu saya finis di posisi ke-4 pada sesi latihan (practice). Jadi semuanya jauh lebih mudah saat itu, sementara sekarang semua pembalap Honda berada di posisi belakang, saya tidak mengerti mengapa,” katanya.
Marini juga menyebut penggunaan setelan motor seperti musim sebelumnya belum mampu mengatasi persoalan yang dihadapi Honda.
Ia menduga karakteristik ban depan turut memengaruhi penurunan performa tersebut karena responsnya dirasakan berbeda dibandingkan tahun lalu.
Selain itu, konstruksi ban belakang yang keras dinilai membatasi tingkat cengkeraman, sehingga memperbesar kesulitan ketika daya cengkeram roda depan juga menurun.
Masalah tersebut tidak hanya dialami Marini, tetapi juga dirasakan rekan sesama pembalap Honda, termasuk Diogo Moreira dan Johann Zarco.
Situasi itu menjadi tantangan bagi Honda untuk menemukan keseimbangan motor yang tepat, terutama ketika sejumlah pembalap dari pabrikan lain mampu menunjukkan peningkatan performa di Mandalika.
Marini berharap analisis data bersama tim dapat membantu menemukan solusi sebelum sesi berikutnya.
“Mari kita analisis datanya dan mencoba menemukan sesuatu untuk besok,” katanya.




