LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004-2009 dan 2014-2019 Jusuf Kalla memaparkan nilai-nilai yang menjadi fondasi kepemimpinan Bugis dalam ajang Makassar Leadership Summit (MLS) 2026 di Kota Makassar.
Jusuf Kalla menjadi keynote speaker dalam kegiatan yang digelar Perhimpunan Manajemen Sumberdaya Manusia (PMSM) Indonesia DPD Sulsel bersama Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) Sulsel dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar, Jalan AP Pettarani, Kamis (8/10/2026).
Dalam pemaparannya secara zoom, Jusuf Kalla menekankan empat nilai utama yang saling melengkapi dalam membentuk pemimpin Bugis yang utuh, berakar pada kearifan lokal, sekaligus relevan dengan konteks masa kini.
Empat nilai tersebut dirangkum dalam konsep Macca, Warani, Getteng, dan Malempu.
Macca dimaknai sebagai kecerdasan dalam membaca persoalan dan peluang.
Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu melihat masalah, tetapi juga banyak membaca, mendengar, berdiskusi, lalu memahami berbagai hal sebelum mengambil keputusan.
“Macca, artinya cerdas membaca persoalan dan peluang. Harus banyak membaca, banyak mendengar, banyak berdiskusi sebelum mengambil keputusan,” ujar Jusuf Kalla.
Sementara Warani berarti berani.
Nilai ini berkaitan dengan keberanian mengambil keputusan, menghadapi risiko, tidak ragu, serta berani membawa keputusan menjadi sebuah tindakan.
Nilai berikutnya adalah Getteng, yang berarti tegas.
Setelah sebuah keputusan dibuat, seorang pemimpin harus tetap teguh, konsisten, dan tidak mudah berubah hanya karena tekanan.
Adapun Malempu berarti jujur.
Kejujuran kepada diri sendiri, perusahaan, karyawan, pelanggan, pemegang saham, dan masyarakat menjadi dasar untuk membangun kepercayaan.
“Pemimpin itu harus punya macca, warani, getteng, dan malempu. Empat hal ini harus menjadi satu kesatuan dalam diri seorang pemimpin,” katanya.
Keempat nilai tersebut kemudian ditempatkan sebagai karakter yang saling melengkapi dalam membentuk pemimpin Bugis.
Dalam pemaparannya mengenai kepemimpinan yang memberi inspirasi dan visi, Jusuf Kalla juga menekankan pentingnya pemimpin membawa arah, ide, dan solusi.
Arah menentukan tujuan pertumbuhan organisasi, sementara ide diperlukan untuk menjawab tantangan yang sedang dihadapi.
Sedangkan solusi mencakup efisiensi, perluasan pasar, hingga menemukan cara-cara baru untuk bertumbuh.
"Pada konsep tersebut, Macca menjadi kemampuan untuk cerdas membaca persoalan dan peluang yang kemudian melahirkan ide, visi, serta arah bagi organisasi.
Dengan demikian, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga bagaimana seorang pemimpin memiliki keberanian untuk bertindak, keteguhan dalam menjalankan keputusan, serta kejujuran untuk membangun kepercayaan.
Jusuf Kalla membawakan materi bertajuk Leading from the East dalam Makassar Leadership Summit 2026.
Ketua Panitia MLS 2026 Fauziah Zulfitri mengatakan, Makassar Leadership Summit 2026 menghadirkan berbagai pandangan dan wawasan dari para pemimpin lintas sektor.
Para pembicara akan mengisi sejumlah sesi yang terdiri dari keynote speakers, panel discussion, dan inspiring talk.
“Di Makassar Leadership Summit, kita akan mendengarkan berbagai pandangan dan wawasan dari para pemimpin hebat Indonesia,” kata Ochy, sapaan akrab Fauziah Zulfitri, saat sesi pemaparan.
Selain Jusuf Kalla, pembicara MLS 2026 adalah Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Irfan Setiaputra, Tommy Wattimena, Neneng Goenadi, Hendra Lembong, Disa Rizky Novianty, Angela Tanoesoedibjo, David Tjokrorahardjo, Dudi Arisandi, Dita Maharani Aisyah, Robby Aris Cahyady, dan Alexander Sriewijono




