LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Menawarkan oli kepada pemilik bengkel menjadi pengalaman baru bagi Fajrul Hakam. Siswa kelas XI jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) 2 SMK Negeri 3 Makassar itu belajar memperkenalkan produk, menjelaskan kegunaannya, hingga menghadapi penolakan ketika calon pelanggan belum tertarik dengan penawarannya.
“Belajar melakukan promosi kepada masyarakat. Pasti ada yang menolak. Kalau ditolak, kita berusaha lagi dan mengevaluasi apa yang menjadi hambatan. Dari situ kita juga belajar tahan mental,” kata Fajrul.
Pengalaman tersebut membuka wawasannya bahwa dunia otomotif tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memperbaiki kendaraan. Seorang mekanik juga perlu memiliki keterampilan komunikasi, memahami kebutuhan konsumen, dan melihat peluang usaha.
Kesempatan itu diperoleh Fajrul melalui program Enduro Home Service (EHS), hasil kolaborasi PT Pertamina Lubricants dengan SMK Negeri 3 Makassar. Melalui program tersebut, siswa tidak hanya berlatih menjadi mekanik, tetapi juga mengenal pemasaran produk pelumas dan praktik menjalankan usaha.
Ketertarikan Fajrul pada dunia otomotif bermula sejak masih duduk di bangku SMP. Ia terinspirasi dari pamannya yang berhasil meniti karier hingga menjadi kepala mekanik. Pengalaman belajar bersama kakak sepupunya yang memiliki bengkel sepeda motor juga menjadi bekal awal sebelum memasuki pendidikan kejuruan.
“Dari situ saya diajari membongkar motor, termasuk mengganti oli,” ujarnya.
Fajrul memilih SMK Negeri 3 Makassar untuk memperdalam keterampilan yang telah dimiliki sekaligus memperluas pengetahuan tentang kendaraan roda dua dan roda empat. Sebelum masuk sekolah, ia terbiasa membongkar bagian CVT untuk melakukan servis ringan. Kini, ia mulai mampu membongkar bagian mesin yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam.
“Masuk ke SMK Negeri 3 Makassar bukan sekadar untuk mempelajari keterampilan dasar, melainkan memperdalam kemampuan yang telah dimiliki. Ingin memperluas pengetahuan, tidak hanya tentang sepeda motor, tetapi juga kendaraan roda empat. Di sini kami dilatih mentalnya supaya bisa bersaing di dunia kerja,” tutur Fajrul.
gerbang SMKN 3 Makassar yang dibranding oleh Pertamina Lubricants dan EnduroPraktik Mekanik hingga Belajar Menjual
Kerja sama Pertamina Lubricants dan SMK Negeri 3 Makassar melalui EHS telah berjalan sejak 2019. Program ini merupakan bagian dari pendekatan Link and Match untuk mendekatkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.
Koordinator Enduro Home Service SMK Negeri 3 Makassar, Imran Madjid, menjelaskan bahwa kemitraan tersebut bermula menjelang pandemi Covid-19. Program EHS awalnya dirancang untuk mendekatkan layanan Pertamina Lubricants kepada konsumen dengan melibatkan sekolah kejuruan sebagai mitra pelayanan.
Ketika mobilitas masyarakat dibatasi selama pandemi, layanan penggantian oli ke rumah menjadi salah satu alternatif bagi konsumen yang tidak leluasa datang ke bengkel.
Pada awal pelaksanaannya, EHS melibatkan sekitar 15 sekolah di Indonesia. SMK Negeri 3 Makassar menjadi salah satu sekolah yang mewakili kawasan Indonesia Timur. Seiring perkembangannya, jumlah sekolah binaan bertambah hingga puluhan sekolah.
Program tersebut kemudian berkembang menjadi sarana pembelajaran praktik bagi siswa, khususnya dalam keterampilan otomotif dan kewirausahaan. Dukungan Pertamina Lubricants meliputi peralatan bengkel, pelumas, alat pelindung diri, perlengkapan keselamatan kerja, serta peralatan standar bengkel.
Imran mengatakan pembelajaran dalam program ini menggabungkan teori di kelas dengan praktik pelayanan dan pemasaran produk.
“Pembelajaran diintegrasikan dengan layanan jasa. Jadi, teori di kelas langsung dipraktikkan dengan melayani konsumen. Untuk penjualan, siswa juga kami arahkan agar bisa melakukan promosi ke bengkel-bengkel di luar sekolah,” jelasnya.
Dalam kegiatan pemasaran, siswa diarahkan mengunjungi bengkel-bengkel di sekitar Makassar untuk memperkenalkan produk oli Enduro dan membangun kerja sama dengan pelaku usaha otomotif. Mereka belajar menawarkan produk, berkomunikasi dengan calon pelanggan, memahami kebutuhan pasar, hingga mengevaluasi strategi ketika menghadapi penolakan.
Pengalaman tersebut juga dirasakan Fajrul bersama teman-temannya. Mereka mendapat kesempatan mendatangi sejumlah bengkel untuk menawarkan produk pelumas. Dari kegiatan itu, siswa belajar bahwa pemasaran membutuhkan keberanian, ketekunan, dan kemampuan membangun komunikasi.
Hasil kegiatan mulai terlihat dari jaringan yang dibangun sekolah. Dalam sekitar satu bulan terakhir, siswa telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan sekitar tiga hingga empat bengkel. Sejumlah bengkel mulai melakukan pemesanan pelumas melalui tim sekolah.
Penjualan produk Enduro pada bulan sebelumnya mencapai 172 liter. Capaian tersebut menjadi rekor penjualan bulanan tertinggi yang diraih sekolah selama mengikuti kegiatan penjualan produk tersebut.
Penjualan dihitung berdasarkan volume dalam liter karena produk tersedia dalam beberapa ukuran kemasan. Sementara itu, transaksi melalui jalur pemesanan resmi tercatat dalam sistem pusat sehingga aktivitas penjualan sekolah dapat dipantau.
Imran menegaskan, kegiatan tersebut bukan semata-mata ditujukan untuk memperoleh keuntungan. Hal terpenting adalah memberikan pengalaman nyata kepada siswa mengenai proses bisnis, mulai dari pemasaran hingga transaksi penjualan.
Selain memasarkan produk, siswa juga memperoleh pengalaman melalui bengkel Teaching Factory yang dikelola sekolah. Fasilitas tersebut memungkinkan pembelajaran praktik berlangsung dengan pendekatan yang menyerupai lingkungan kerja sesungguhnya.
Bengkel sekolah melayani sekitar 50 hingga 70 sepeda motor setiap bulan. Siswa terlibat dalam pelayanan servis kendaraan, termasuk penggantian oli, dengan memperhatikan prosedur kerja dan keselamatan.
Melalui kegiatan tersebut, mereka tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga belajar menjaga kualitas pekerjaan, berkomunikasi dengan pelanggan, serta membangun kepercayaan konsumen.
Inovasi Layanan dan Pemanfaatan Media Digital
Pengembangan EHS juga memperlihatkan bagaimana program menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat. Saat pandemi Covid-19 membatasi mobilitas, layanan penggantian oli ke rumah menjadi solusi agar konsumen tetap dapat memperoleh pelayanan tanpa harus datang langsung ke bengkel.
Konsep home service tersebut memberi pengalaman tambahan bagi siswa untuk mengenal pola layanan yang lebih dekat dengan konsumen. Mereka belajar memahami bahwa keterampilan otomotif dapat diterapkan melalui berbagai model pelayanan sesuai kebutuhan pasar.
Pengembangan program juga menyentuh pemanfaatan media digital. Siswa menggunakan akun TikTok @otomotif.skanthre untuk memperkenalkan kegiatan bengkel sekolah dan produk yang mereka gunakan.
Kontennya beragam, mulai dari aktivitas praktik bengkel, pengalaman layanan home service, edukasi produk Enduro 4T 20W-50, hingga video promosi kreatif. Media sosial menjadi sarana untuk mengenalkan layanan sekaligus mendukung aktivitas pemasaran yang dijalankan siswa.
Selain promosi digital, siswa juga berlatih menjangkau konsumen secara langsung. Mereka pernah mengunjungi empat bengkel di Makassar dan berhasil menjual satu karton oli. Pengalaman tersebut memperkenalkan siswa pada proses membangun jaringan pelanggan dan menawarkan produk di tengah kebutuhan pasar yang beragam.
Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi, mengatakan program EHS dirancang untuk memperluas perspektif siswa mengenai peluang dari keterampilan otomotif yang mereka pelajari.
“Kami ingin memperluas perspektif siswa bahwa keterampilan otomotif yang mereka pelajari tidak hanya menjadi bekal untuk mencari pekerjaan, tetapi juga dapat menjadi modal untuk menciptakan peluang,” ujarnya.
Menurut Rika, pembelajaran melalui EHS tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Siswa juga diperkenalkan pada pengelolaan bengkel, administrasi, kewirausahaan, komunikasi, kerja sama tim, hingga promosi digital dan pelayanan pelanggan.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa memiliki bekal yang lebih luas ketika memasuki dunia kerja. Keterampilan otomotif dapat menjadi dasar untuk bekerja di industri, sementara pengalaman pemasaran dan pengelolaan layanan membuka peluang untuk mengembangkan usaha sendiri.
Menyiapkan Mekanik dan Wirausaha Muda
Community Development Officer (CDO) PT Pertamina Lubricants SR VII, Fahrel Fahrezi Lufini, mengapresiasi komitmen SMK Negeri 3 Makassar dalam mengembangkan EHS sebagai sarana pembelajaran keterampilan otomotif sekaligus kewirausahaan bagi siswa.
Menurut Fahrel, siswa SMK tidak cukup hanya memiliki kompetensi mekanik. Mereka juga perlu mampu melihat peluang usaha, memahami kebutuhan pasar, dan membangun kemampuan melayani pelanggan.
“Dengan begitu, keterampilan yang diperoleh selama di sekolah dapat menjadi bekal nyata bagi mereka setelah lulus, baik untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha secara mandiri,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi PT Pertamina Lubricants dan SMK Negeri 3 Makassar terus berkembang secara berkelanjutan. Bengkel sekolah, kata dia, diharapkan tidak hanya menjadi tempat praktik, tetapi juga wadah bagi siswa untuk belajar membangun usaha, meningkatkan kemandirian, dan menciptakan peluang ekonomi.
Harapan terhadap keberlanjutan program juga berkaitan dengan peluang karier lulusan. Sejumlah alumni SMK Negeri 3 Makassar telah bekerja di bengkel. Sekolah juga pernah menjadi lokasi kegiatan rekrutmen atau penjaringan calon tenaga kerja yang melibatkan Pertamina.
Selain keterampilan otomotif dan pemasaran, siswa diperkenalkan pada kegiatan kewirausahaan lain, termasuk membuat produk dari bahan bekas. Namun, kegiatan jasa servis dan penjualan produk dinilai memiliki peluang penerapan yang lebih langsung dalam pembelajaran usaha.
Pihak sekolah berharap kemitraan dengan Pertamina Lubricants terus ditingkatkan melalui dukungan fasilitas, pendampingan, dan kesempatan praktik yang lebih luas.
Dengan pembelajaran yang menggabungkan keterampilan teknis dan kewirausahaan, siswa diharapkan lebih siap memasuki dunia kerja, membangun usaha sendiri, maupun melanjutkan pendidikan.
Bagi Fajrul, pengalaman melalui EHS menjadi bekal untuk mewujudkan cita-citanya sebagai mekanik yang kompeten dan mampu bersaing di dunia otomotif.
“Berharap bisa jadi mekanik yang kompeten dan bersaing di dunia otomotif,” katanya.
Selain SMKN 3 Makassar yang berlokasi di Kecamatan Tamalate, mitra binaan Pertamina Lubricants di Sulawesi Selatan juga mencakup Bengkel Nelayan Amanah Berkah di kawasan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.
Pembinaan serupa juga menjangkau SMK Negeri 5 Gowa di Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, serta SMK Negeri 2 Pangkep di Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
INFOGRAFIS




