LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau akrab disapa Appi, menegaskan pentingnya peran lembaga keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikannya saat membuka Financial Expo (FinExpo) 2025, Sabtu (4/10/2025), di Atrium Trans Studio Mall Makassar.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan–Barat bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar.
FinExpo menghadirkan pameran, seminar edukasi, business matching, hingga berbagai hiburan dan kompetisi keuangan untuk masyarakat.
Dalam sambutannya, Appi menyoroti masih rendahnya literasi keuangan di masyarakat. Menurutnya, banyak warga yang belum memahami cara mengakses lembaga keuangan secara tepat, yang kerap berujung pada masalah sosial hingga persoalan hukum.
Ia mengatakan, “Banyak yang bilang uang gampang didapat, tapi faktanya susah dicari. Kesalahan dalam mengakses lembaga keuangan bisa berakibat fatal.”
Ia pun mendorong masyarakat untuk memanfaatkan momen FinExpo sebagai sarana bertanya dan menggali informasi langsung dari lembaga keuangan yang hadir.
“Saya sangat berharap masyarakat memanfaatkan acara ini untuk bertanya dan menggali pengetahuan dari para institusi keuangan,” lanjut Appi.
Appi mengapresiasi langkah OJK dan seluruh elemen industri jasa keuangan yang terlibat dalam kegiatan ini. Ia menekankan bahwa edukasi keuangan yang baik akan membantu masyarakat mengelola keuangan secara bijak, sekaligus memperkuat perekonomian Makassar.
Mantan bos PSM Makassar itu juga menegaskan pentingnya peran lembaga keuangan dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Ia menyebut pembiayaan yang sehat dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil dan menengah serta memberi dampak positif bagi perekonomian Sulawesi Selatan.
“UMKM yang kuat berarti ekonomi semakin kokoh,” ujarnya.
Data menunjukkan, realisasi investasi di Makassar pada 2024 mencapai Rp38,8 triliun, sementara pada semester pertama 2025 sudah menyentuh Rp33 triliun.
Appi mengatakan, “Ini menunjukkan Makassar terus menjadi daya tarik investasi di Indonesia timur. Maka, lembaga keuangan harus menjadi supporting system yang tidak bisa dipisahkan dari iklim investasi.”
Ia menambahkan bahwa posisi strategis Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia timur menjadikan kota ini pusat pertumbuhan ekonomi yang harus dijaga bersama. “Saya berharap sinergi pemerintah kota dengan lembaga keuangan terus diperkuat untuk mendorong masuknya lembaga perbankan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala OJK Sulselbar Mochammad Muchlasin menegaskan Makassar memiliki posisi strategis sebagai barometer pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan dan Indonesia timur.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Makassar menyumbang 34,84 persen dari total PDRB Sulawesi Selatan, menandakan sepertiga aktivitas ekonomi provinsi ini terpusat di Makassar. Ia mengatakan, “Kota Makassar bukan hanya barometer Sulawesi Selatan, tetapi juga barometer Indonesia timur.”
Pada triwulan II 2025, perekonomian Sulawesi Selatan tumbuh 4,94 persen. Sektor jasa keuangan mencatat kinerja positif, dengan peningkatan aset perbankan sebesar 5 persen menjadi Rp229 triliun, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 6,44 persen, dan penyaluran kredit naik 4,16 persen.
Jumlah investor pasar modal di Sulsel juga naik 17,37 persen, dengan lebih dari 343 ribu SID dan nilai transaksi mencapai Rp16,29 triliun. Muchlasin menjelaskan bahwa FinExpo bukan hanya ajang pameran, melainkan ruang interaktif bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat sektor jasa keuangan.
“Momentum ini kami harap menjadi ajakan bagi seluruh pihak untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta mengoptimalkan sektor jasa keuangan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya.

