LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL - Renee Nicole Good (37) tewas ditembak seorang agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) dalam operasi penegakan imigrasi di Minneapolis, Rabu (7/1/2026) waktu setempat. Peristiwa tersebut memicu kecaman luas dan sorotan nasional, sementara pihak federal menyatakan agen bertindak untuk membela diri.
Dilansir Yahoo News, rekaman penembakan yang beredar luas telah ditonton jutaan orang. Namun bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya, Good dikenal sebagai pribadi penuh empati yang mendedikasikan hidupnya untuk merawat orang lain. Ibunya, Donna Ganger, mengatakan kepada Minnesota Star Tribune bahwa putrinya adalah sosok penyayang. “Dia penuh kasih, pemaaf, dan penyayang. Dia adalah manusia yang luar biasa,” ujar Ganger.
Good diketahui tinggal bersama pasangannya di Minneapolis dan merupakan ibu dari seorang anak berusia enam tahun. Sebuah penggalangan dana daring yang masih dalam proses verifikasi menyebut dana akan disalurkan kepada istri dan anak Good “yang tengah bergulat dengan kehilangan besar atas istri dan ibu mereka,” serta menggambarkan Good sebagai “matahari murni, cinta yang murni.”
Dalam akun Instagram pribadinya, Good menggambarkan diri sebagai “penyair, penulis, istri, ibu, dan pemetik gitar dari Colorado” yang sedang “mengalami Minneapolis.”
Hingga kini, detail alasan kehadiran Good di lokasi operasi ICE masih terbatas. Dewan Kota Minneapolis menyatakan bahwa Good “sedang berada di luar untuk merawat para tetangganya” saat insiden terjadi. Anggota DPR Minnesota, Ilhan Omar, menyebut Good sebagai legal observer, yakni warga sipil yang hadir untuk memantau dan mendokumentasikan tindakan aparat penegak hukum.
Namun, Ganger menepis anggapan bahwa putrinya terlibat dalam aksi konfrontatif yang menghalangi petugas. Ia menegaskan bahwa Good “sama sekali bukan bagian dari hal seperti itu” dan menambahkan bahwa putrinya “mungkin sangat ketakutan” saat kejadian.
Duka mendalam menyelimuti Minneapolis. Sekitar 1.000 orang menghadiri aksi doa dan vigil beberapa jam setelah penembakan, meski suhu udara berada di bawah titik beku. Anggota DPR Negara Bagian Minnesota, Aisha Gomez, mengatakan kepada massa bahwa “kami ada di sini hari ini karena ini adalah tragedi yang sangat mendalam bagi Renee, orang-orang yang ia cintai, dan keluarganya.”
Penyelenggara komunitas setempat, Erin Stene, menyebut warga akan terus berkumpul selama diperlukan. Menurutnya, “orang-orang sedang berduka dan memproses,” seraya menambahkan bahwa “mereka akan berada di sini selama mereka perlu.”
Sejumlah pejabat turut menyampaikan belasungkawa. Anggota DPR Minnesota, Leigh Finke, menyebut Good sebagai “warga Minnesota yang dicintai dan dirayakan komunitasnya, yang kini direnggut dari keluarganya.” Sementara itu, Wali Kota Minneapolis Jacob Frey menyatakan dirinya “sangat berduka” dan menegaskan bahwa “tidak ada kata-kata yang bisa membuat momen ini menjadi lebih baik. Hati kami bersama Anda.”
Hingga kini, penyelidikan atas penembakan yang menewaskan Renee Nicole Good masih berlangsung dan terus menjadi perhatian publik di tengah perdebatan nasional mengenai kebijakan imigrasi dan penggunaan kekuatan oleh aparat federal.

