Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Ketegangan Israel-Lebanon Memuncak, Pelucutan Hezbollah Dinilai Belum Efektif

Senin, 12 Januari 2026 11:31
Editor: diku
  • Bagikan
Israel dan Lebanon (foxnews)

LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL - Pemerintah Lebanon mengumumkan telah menyelesaikan fase pertama rencana pelucutan senjata kelompok bersenjata di wilayah selatan, termasuk Hezbollah. Namun, Israel menilai langkah tersebut masih jauh dari memadai dan memperingatkan bahwa ancaman eskalasi konflik tetap tinggi di perbatasan kedua negara.

Dilansir CNN via MSN, Angkatan Darat Lebanon menyatakan kini telah menguasai secara operasional wilayah selatan Sungai Litani, kecuali lima posisi militer Israel yang masih berada di dalam wilayah Lebanon. Meski demikian, militer Lebanon tidak secara eksplisit menyebut telah melucuti Hezbollah sepenuhnya, dan mengakui bahwa “pekerjaan di sektor ini masih berlangsung”.

“Angkatan Darat Lebanon menegaskan bahwa rencana pengamanan senjata telah mencapai tahap lanjut setelah berhasil mencapai tujuan fase pertama secara efektif dan nyata di lapangan,” demikian pernyataan resmi militer Lebanon. Mereka juga menegaskan komitmen untuk “mengambil tanggung jawab eksklusif, bersama lembaga keamanan lainnya, dalam menjaga keamanan dan stabilitas Lebanon, khususnya di selatan Sungai Litani.”

Sungai Litani merupakan garis yang ditetapkan PBB, di mana berdasarkan resolusi Dewan Keamanan, Hezbollah dilarang beroperasi di wilayah selatannya.

Israel menyambut pengumuman itu sebagai “awal yang menggembirakan”, namun menilai langkah Lebanon belum cukup. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat “secara jelas menyebutkan bahwa Hezbollah harus sepenuhnya dilucuti”. Ia juga menuduh adanya “upaya Hezbollah untuk mempersenjatai kembali dan membangun ulang infrastruktur terornya dengan dukungan Iran”. CNN menyebut tidak dapat memverifikasi klaim tersebut.

Pernyataan militer Lebanon juga menyinggung bahwa operasi pembersihan ranjau, amunisi yang belum meledak, serta terowongan masih terus dilakukan, bersamaan dengan langkah-langkah “untuk mencegah kelompok bersenjata membangun kembali kemampuan mereka”. Namun, Lebanon menyalahkan “serangan Israel yang terus berlanjut, pendudukan atas situs-situs Lebanon, dan pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata November 2024” sebagai faktor yang menghambat perluasan otoritas negara.

Perjanjian gencatan senjata November 2024 sendiri mengakhiri lebih dari setahun konflik antara Israel dan Hezbollah, yang bermula setelah Hezbollah menyerang wilayah yang dikuasai Israel sehari setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.

Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, menilai langkah Lebanon sebagai perkembangan positif. “Ini adalah kemajuan yang tak terbantahkan. Pekerjaan berat masih menanti. Tetapi tonggak hari ini menunjukkan komitmen dan memperkuat peran mekanisme yang dibentuk oleh pengaturan 24 November,” tulisnya di media sosial X.

Meski demikian, Israel tetap menunjukkan keraguan besar terhadap kemampuan Lebanon melucuti Hezbollah. Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa “fakta di lapangan menunjukkan infrastruktur militer Hezbollah yang luas masih ada di selatan Sungai Litani” dan menegaskan bahwa “tujuan melucuti Hezbollah di Lebanon selatan masih jauh dari tercapai.” Mereka bahkan menambahkan, “Hezbollah mempersenjatai kembali lebih cepat daripada dilucuti,” sambil menunjuk dukungan Iran dan kunjungan Menteri Luar Negeri Iran ke Beirut.

Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan bahwa negara ingin memonopoli kepemilikan senjata dan mendorong pelucutan Hezbollah melalui jalur negosiasi. Hezbollah sendiri sejauh ini mengizinkan pelucutan senjata di selatan Litani, namun menolak menyerahkan persenjataan di wilayah utara, dengan alasan masih adanya pendudukan Israel atas wilayah Lebanon.

Menteri Informasi Lebanon Paul Morcos menyatakan bahwa pada Februari mendatang, militer akan mengajukan rencana baru ke kabinet untuk melucuti kelompok yang didukung Iran itu di wilayah utara Sungai Litani.

Di tengah klaim kemajuan dari Beirut dan skeptisisme keras dari Tel Aviv, situasi di perbatasan Israel–Lebanon masih rawan. Ketegangan yang belum sepenuhnya mereda ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik berskala lebih besar bisa kembali meletus jika proses pelucutan senjata tidak berjalan sesuai harapan semua pihak.

Tags: Israel Lebanon Konflik Hezbollah Internasional

Baca Juga

AS Panggil Dubes Malaysia Terkait Kebijakan Larangan Masuk Warga Israel
AS Panggil Dubes Malaysia Terkait Kebijakan Larangan Masuk Warga Israel
Israel Diduga Tarik Pengakuan Genosida Armenia dari Agenda Knesset usai Tekanan Azerbaijan
Israel Diduga Tarik Pengakuan Genosida Armenia dari Agenda Knesset usai Tekanan Azerbaijan
Anwar Ibrahim Tegaskan Warga Israel yang Ditemukan di Malaysia Akan Dideportasi
Anwar Ibrahim Tegaskan Warga Israel yang Ditemukan di Malaysia Akan Dideportasi
Kandidat Demokrat Progresif Penentang Israel Berpeluang Tambah Kursi di Kongres AS
Kandidat Demokrat Progresif Penentang Israel Berpeluang Tambah Kursi di Kongres AS
Ketegangan AS-Iran Memanas! Teheran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone ke Kapal Perang USA, Washington Membantah
Ketegangan AS-Iran Memanas! Teheran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone ke Kapal Perang USA, Washington Membantah
Perang Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, Biaya Belanja Harian Ikut Naik
Perang Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, Biaya Belanja Harian Ikut Naik

Populer

  • 1
    VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
  • 2
    Pelindo Jasa Maritim Evaluasi Layanan Pemanduan dan Penundaan Kapal di Perairan Bontang
  • 3
    PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Tiga Wilayah ke Kriyanusa 2026
  • 4
    Nikah Gratis di Makassar untuk 210 Pasangan, Daftar Lewat LONTARA+ Mulai Hari Ini
  • 5
    Dari Keluhan Konsumen, Mekanik AHASS Terus Asah Kemampuan

Ekonomi

  • Ikut Jual Rumah di Bukit Baruga Bisa Dapat Rp15 Juta, Ini Caranya
    Ikut Jual Rumah di Bukit Baruga Bisa Dapat Rp15 Juta, Ini Caranya
  • LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Simpanan hingga Januari 2027
    LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Simpanan hingga Januari 2027
  • RUPSLB Indosat Perpanjang Masa Jabatan Vikram Sinha, Transformasi AI Dilanjutkan
    RUPSLB Indosat Perpanjang Masa Jabatan Vikram Sinha, Transformasi AI Dilanjutkan

Peristiwa

  • Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
    Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
  • Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID