LUMINASIA.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali bergerak naik pada perdagangan hari ini setelah sehari sebelumnya terkoreksi.
Berdasarkan pembaruan harga Logam Mulia pukul 08.30 WIB, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp3.039.000 atau naik Rp16.000 dibanding Rabu (25/2/2026) yang dipatok Rp3.023.000 per gram.
Kenaikan juga terjadi pada hampir seluruh pecahan.
Untuk ukuran 0,5 gram hari ini dijual Rp1.569.500, naik Rp8.000 dari sebelumnya Rp1.561.500.
Sementara ukuran 5 gram berada di harga Rp14.970.000 atau naik Rp80.000 dari posisi Rp14.890.000.
Ukuran 10 gram kini dibanderol Rp29.885.000, naik Rp160.000 dari Rp29.725.000.
Adapun pecahan 100 gram dijual Rp298.112.000, menguat Rp1.600.000 dibanding sehari sebelumnya Rp296.512.000.
Untuk ukuran terbesar 1.000 gram (1 kg), harga hari ini tercatat Rp2.979.600.000, naik Rp16.000.000 dari posisi Rp2.963.600.000 pada perdagangan kemarin.
Harga tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 0,25 persen untuk pembelian dengan NPWP.
Jika mengacu pada harga setelah pajak, emas 1 gram hari ini menjadi Rp3.046.598, sedangkan 0,5 gram menjadi Rp1.573.424.
Pada kategori Gift Series, harga emas 1 gram hari ini tercatat Rp3.189.000 atau lebih tinggi dibanding posisi 25 Februari 2026 sebesar Rp3.173.000.
Sementara edisi khusus Selamat Idul Fitri 5 gram kini dibanderol Rp15.943.000, naik dari Rp15.863.000 sehari sebelumnya.
Meski sempat mengalami penurunan tajam pada 25 Februari 2026, harga emas masih mencatatkan kenaikan secara year to date (YtD) dibanding awal Januari 2026 yang berada di level Rp2.488.000 per gram.
Adapun rekor harga tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) masih berada di Rp3.168.000 per gram yang tercapai pada 29 Januari 2026.
Sebagai informasi, transaksi buyback emas di atas Rp10 juta mengacu pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017 dengan ketentuan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP yang dipotong langsung dari nilai transaksi.
Pergerakan harga emas hari ini terjadi di tengah dinamika pasar global yang masih fluktuatif, di mana emas tetap menjadi salah satu instrumen lindung nilai yang diminati investor.

