LUMINASIA.ID - Sebanyak 140 pelajar dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas mengikuti program Karantina Qur’an yang diselenggarakan oleh Pemuda Almarkaz. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen pembinaan generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Program yang diinisiasi komunitas pemuda di lingkungan Masjid Al Markaz Al Islami ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan hafalan, tetapi juga membentuk karakter peserta agar berakhlak Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.
Baca: Bupati Gowa Pimpin Langsung Kerja Bakti Serentak, Dorong Budaya Hidup Bersih dan Sehat
Selama masa karantina, peserta menjalani agenda terstruktur, mulai dari setoran hafalan (tahfidz), perbaikan bacaan (tahsin), murojaah bersama, hingga pembinaan adab dan kajian motivasi keislaman. Seluruh rangkaian kegiatan dibimbing langsung oleh ustadz dan ustadzah yang berpengalaman dalam pendidikan Al-Qur’an.
Sejak hari pertama, kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat. Antusiasme peserta terlihat dalam setiap sesi pembelajaran. Selain meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan, program ini juga memperkuat ukhuwah atau kebersamaan di antara para peserta.
Ketua kegiatan, Muhammad Fatrian Ramadhan, mengatakan Karantina Qur’an merupakan bagian dari agenda pembinaan berkelanjutan untuk mencetak generasi Qur’ani yang seimbang antara kemampuan hafalan dan akhlak.
“Target kami bukan hanya hafal, tetapi juga membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam keseharian mereka,” ujarnya.
Baca: Doa Menyambut Ramadhan 2026: Antara Dalil Shahih dan Tradisi Umat di Indonesia
Dengan jumlah peserta mencapai 140 orang dari berbagai jenjang pendidikan, program ini menunjukkan tingginya minat generasi muda dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an.
Ke depan, Pemuda Almarkaz berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin dan menjangkau lebih banyak peserta di Kota Makassar dan sekitarnya.

