Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

IHSG Anjlok 2,5% Lebih di Awal Perdagangan, Saham Konglomerasi Jadi Pemberat Utama

Rabu, 4 Maret 2026 12:08
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
gambar ilustrasi pasar saham dan IHSG

 


LUMINASIA.ID, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Rabu (4/3/2026). Kurang dari 30 menit setelah pasar dibuka, IHSG merosot 202 poin atau turun 2,55% ke level 7.736,92, memperpanjang tren pelemahan dalam dua hari terakhir.

Sebelumnya, IHSG telah melemah 0,96% pada perdagangan Selasa dan sempat terkoreksi 2,65% dua hari sebelumnya. Tekanan jual yang masif masih mendominasi pasar saham domestik.

Dilansir CNBC Indonesia data perdagangan menunjukkan 561 saham berada di zona merah, hanya 105 saham menguat, dan 168 saham stagnan. Nilai transaksi pagi ini tercatat mencapai Rp5,97 triliun dengan volume 11,07 miliar saham dalam 693.762 kali transaksi.

Saham sektor energi seperti ENRG, BUMI, dan MEDC menjadi yang paling aktif diperdagangkan. Namun, saham-saham tambang emas dan emiten berkapitalisasi besar (blue chip) justru menjadi penekan utama indeks.

Saham Konglomerasi Berguguran

Sejumlah saham milik grup konglomerasi tercatat melemah signifikan dan memberikan kontribusi besar terhadap koreksi IHSG. Saham-saham milik Prajogo Pangestu, Hapsoro, Aguan, Bakrie, Hary Tanoesoedibjo hingga Garibaldi “Boy” Thohir kompak berada di zona merah.

Sepuluh saham yang menjadi penekan terbesar IHSG pagi ini antara lain:

  • Barito Renewables Energy (BREN) -15,73 poin

  • Amman Mineral Internasional (AMMN) -10,62 poin

  • Telkom Indonesia (TLKM) -10,52 poin

  • Bank Mandiri (BMRI) -10,09 poin

  • Bumi Resources Minerals (BRMS) -9,70 poin

  • Chandra Asri Pacific (TPIA) -8,29 poin

  • Bank Central Asia (BBCA) -7,10 poin

  • Bank Rakyat Indonesia (BBRI) -6,29 poin

  • Merdeka Gold Resources (MDKA) -5,96 poin

  • VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) -5,61 poin

Seluruh sektor perdagangan berada di zona negatif. Koreksi terdalam terjadi pada sektor infrastruktur dan barang baku, sementara sektor kesehatan dan energi mencatat pelemahan relatif lebih terbatas.

Faktor Domestik: Isu MSCI dan Free Float

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati perkembangan kebijakan pasar modal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan progres pemenuhan sejumlah tuntutan dari penyedia indeks global MSCI.

Untuk pertama kalinya, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mempublikasikan data kepemilikan saham investor dengan porsi di atas 1% per 27 Februari 2026. Selain itu, proses reklasifikasi investor dari sembilan tipe menjadi 27 tipe telah mencapai 94%.

OJK juga menyampaikan bahwa rencana peningkatan batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15% masih dalam tahap pembahasan internal Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelum mendapatkan persetujuan regulator.

Regulator juga tengah menyiapkan daftar konsentrasi pemegang saham (shareholder concentration list) untuk membantu investor menilai risiko likuiditas dan konsentrasi kepemilikan.

Tekanan Global: Konflik Timur Tengah dan Gejolak Pasar Asia

Sentimen global turut membebani pergerakan pasar domestik. Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 7,24%, melanjutkan koreksi tajam sehari sebelumnya yang menjadi yang terburuk dalam 19 bulan terakhir.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,59%, Topix melemah 1,61%, sementara S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 1,81%. Kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong juga menunjukkan pelemahan.

Kekhawatiran pasar meningkat seiring eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama terkait ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Harga minyak mentah WTI naik 0,87% ke US$75,21 per barel, sedangkan Brent melonjak ke US$81,96 per barel.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Angkatan Laut AS siap mengawal kapal tanker di Selat Hormuz untuk memastikan kelancaran distribusi energi global.

Di Wall Street, indeks Dow Jones turun 0,83%, S&P 500 terkoreksi 0,94%, dan Nasdaq melemah 1,02% pada perdagangan sebelumnya.

Prospek Pasar

Dengan kombinasi tekanan domestik dan global, IHSG diperkirakan masih akan bergerak volatil dalam jangka pendek. Pelaku pasar kini mencermati stabilitas geopolitik, arah harga komoditas, serta kebijakan regulator pasar modal dalam menjaga daya tarik investasi di Indonesia.

Tags: Saham ihsg anjlok IHSG

Baca Juga

Saham BBCA Anjlok ke Bawah Rp 7.000, Ada di Zona Merah Sejak Pembukaan
Saham BBCA Anjlok ke Bawah Rp 7.000, Ada di Zona Merah Sejak Pembukaan
Saham Bakrie & Brothers (BNBR) Melonjak 21,6 Persen ke Rp196, Sentuh Rp216 dalam Sehari
Saham Bakrie & Brothers (BNBR) Melonjak 21,6 Persen ke Rp196, Sentuh Rp216 dalam Sehari
IHSG Ditutup Melemah 1,37 Persen ke Level 8.280,83
IHSG Ditutup Melemah 1,37 Persen ke Level 8.280,83
IHSG Dihantam Aksi Jual Masif, 565 Saham Melemah dan Transaksi Tembus Rp26,7 Triliun
IHSG Dihantam Aksi Jual Masif, 565 Saham Melemah dan Transaksi Tembus Rp26,7 Triliun
Simak Rekomendasi Saham dan Proyeksi Level Kritis IHSG, ada GOTO dan EXCL
Simak Rekomendasi Saham dan Proyeksi Level Kritis IHSG, ada GOTO dan EXCL
Saham BMRI Masuk dalam Saham dengan Pembelian ASing Terbesar
Saham BMRI Masuk dalam Saham dengan Pembelian ASing Terbesar

Populer

  • 1
    Harga Emas Hari Ini Melonjak! Antam Mulai Rp1,621 Juta
  • 2
    Muslim LifeFair Makassar 2026 Siap Digelar di SMMCC, Dorong UMKM dan Ekonomi Halal Indonesia Timur
  • 3
    Terlaris! Penjualan Toyota Hybrid Tembus 27.800 Unit Secara Nasional, Used Car di Sulawesi Tumbuh 33 Persen
  • 4
    Penerbangan Rute Jeddah-Makassar di Bandara Sultan Hasanuddin Tetap Normal di Tengah Situasi Timur Tengah
  • 5
    Kanwil DJP Sulselbartra Apresiasi Pemkot Makassar atas Kelancaran Pertukaran Data Perpajakan

Ekonomi

  • UPDATE! Harga Emas Hari Ini, Antam Mulai Rp1,6 Juta
    UPDATE! Harga Emas Hari Ini, Antam Mulai Rp1,6 Juta
  • Harga Emas Hari Ini: Antam 1 Gram Rp3.122.000
    Harga Emas Hari Ini: Antam 1 Gram Rp3.122.000
  • Saham BBCA Anjlok ke Bawah Rp 7.000, Ada di Zona Merah Sejak Pembukaan
    Saham BBCA Anjlok ke Bawah Rp 7.000, Ada di Zona Merah Sejak Pembukaan

Peristiwa

  • Gempa Dangkal M 3,0 Guncang Sumbawa, BMKG Ingatkan Warga Tetap Waspada
    Gempa Dangkal M 3,0 Guncang Sumbawa, BMKG Ingatkan Warga Tetap Waspada
  • Idul Fitri 1447 H Diprediksi Maret 2026, Masyarakat Bersiap Hadapi Libur Panjang Nyepi-Lebaran
    Idul Fitri 1447 H Diprediksi Maret 2026, Masyarakat Bersiap Hadapi Libur Panjang Nyepi-Lebaran
  • Lontong Cap Go Meh, Simbol Akulturasi Tionghoa-Jawa yang Tetap Bertahan di Meja Perayaan
    Lontong Cap Go Meh, Simbol Akulturasi Tionghoa-Jawa yang Tetap Bertahan di Meja Perayaan
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID