LUMINASIA.ID - Nilai transaksi saham di Sulawesi Selatan mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi saham di wilayah ini mencapai Rp41,87 triliun atau tumbuh 85,10 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Hal tersebut dipaparkan Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Muchlasin, dalam pemaparan perkembangan pasar modal di Sulawesi Selatan di media updateSenin (9/3/2026)
Menurut Muchlasin, nilai transaksi saham di daerah ini terus menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir.
"Pada Desember 2023, nilai transaksi saham tercatat sebesar Rp18,84 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp22,64 triliun pada Desember 2024 dan melonjak menjadi Rp41,87 triliun pada Desember 2025," paparnya.
Selain peningkatan nilai transaksi, jumlah investor pasar modal di Sulawesi Selatan juga mengalami pertumbuhan signifikan. Total Single Investor Identification (SID) di Sulsel tercatat mencapai 525.596 investor atau tumbuh 31,23 persen secara tahunan.
Muchlasin menjelaskan, peningkatan jumlah investor tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal.
Dari sisi portofolio, pertumbuhan tertinggi terjadi pada investor saham yang meningkat 40,46 persen secara tahunan. Sementara itu, investor reksa dana tumbuh 30,48 persen, dan investor Surat Berharga Negara (SBN) meningkat 19,75 persen.
Meski demikian, Muchlasin menyebut portofolio investor pasar modal di Sulawesi Selatan masih didominasi oleh investasi pada produk reksa dana.
Ia menambahkan, peningkatan jumlah investor serta nilai transaksi menunjukkan tingkat inklusi masyarakat terhadap produk pasar modal di Sulawesi Selatan terus mengalami perkembangan.

