LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa Kecamatan Manggala menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius dalam program pembangunan Pemerintah Kota Makassar.
Hal tersebut disampaikan saat ia melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah dalam rangkaian Safari Ramadan Pemkot Makassar di Masjid Jami Nurul Ilham Kassi, Jalan Antang Raya, Kecamatan Manggala, Kamis (12/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Munafri menyampaikan bahwa Manggala merupakan satu dari 15 kecamatan di Kota Makassar yang masih menghadapi sejumlah persoalan pembangunan yang memerlukan penanganan khusus dari pemerintah daerah.
Baca: Munafri Arifuddin Tinjau Pengungsi Banjir di Perumnas Antang. di Masjid Jabal Nur Blok 10
Menurutnya, berbagai tantangan masih perlu diselesaikan, mulai dari penataan kawasan permukiman hingga kebijakan pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat setempat.
“Masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari penataan wilayah hingga kebijakan yang benar-benar berpihak pada masyarakat,” ujar Munafri di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan bukan hanya agenda keagamaan, tetapi juga menjadi sarana bagi pemerintah kota untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mendengar berbagai persoalan yang terjadi di wilayah.
“Safari Ramadan ini juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendengar langsung berbagai persoalan yang ada di wilayah,” katanya.
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah persoalan banjir yang selama ini kerap terjadi di kawasan Blok 8 dan Blok 10 Antang, Kecamatan Manggala. Wilayah tersebut diketahui menjadi salah satu titik yang cukup sering terdampak banjir saat curah hujan tinggi.
Munafri yang akrab disapa Appi mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Makassar telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa tidak seluruh persoalan banjir berada dalam kewenangan pemerintah kota. Namun demikian, pihaknya tetap berupaya melakukan koordinasi lintas instansi agar penanganan dapat dilakukan secara bersama.
“Kita sudah melakukan koordinasi lintas kewenangan karena tidak semua persoalan berada dalam kewenangan pemerintah kota,” jelasnya.
Munafri memastikan bahwa upaya penanganan banjir di kawasan tersebut akan mulai dilakukan secara bertahap melalui perencanaan pembangunan yang disiapkan pemerintah kota.
“Tahun ini kita harus mulai membenahi sedikit demi sedikit supaya tidak terjadi lagi banjir yang lebih besar,” tegasnya.
Selain membahas persoalan banjir, Munafri juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di Kota Makassar.
Baca: Family Gathering Angkatan 2008 PT Semen Tonasa Perkuat Kebersamaan di Bulan Ramadan
Menurutnya, berbagai program pembangunan yang dirancang pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan dari masyarakat. Sebaliknya, kegiatan masyarakat juga membutuhkan peran pemerintah agar dapat terlaksana secara optimal.
“Apapun yang dilakukan pemerintah kalau tidak mendapat dukungan masyarakat tentu tidak akan maksimal. Begitu juga sebaliknya,” ujarnya.
Munafri juga mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum yang sangat istimewa bagi umat Islam. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sisa waktu di bulan suci tersebut dengan memperbanyak amal ibadah.
“Artinya seminggu lagi Ramadan ini akan meninggalkan kita. Rugi kalau Ramadan hanya berlalu begitu saja tanpa ada bekas yang ditinggalkan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga lingkungan, terutama dengan memastikan saluran air di sekitar rumah tetap bersih agar tidak menjadi penyebab terjadinya banjir.
Ia menilai langkah sederhana seperti membersihkan selokan dan drainase dapat memberikan dampak besar dalam mencegah genangan air saat hujan turun.
“Kalau dimulai dari rumah kita sendiri, lalu menular ke tetangga dan lingkungan sekitar, insyaallah akan memberikan hasil yang baik,” katanya.
Munafri juga meminta camat, lurah, serta para ketua RT dan RW untuk aktif menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di wilayah masing-masing kepada pemerintah kota.
Menurutnya, aparatur wilayah memiliki peran penting sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah dalam menyampaikan aspirasi serta mendeteksi berbagai persoalan yang muncul di lingkungan warga.
“Tugas Pak Camat, Pak Lurah, RT dan RW adalah menyampaikan persoalan yang ada di wilayahnya agar pemerintah bisa hadir menyelesaikannya,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Makassar bersama Bosowa Peduli juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat sekitar sebagai bagian dari kegiatan Safari Ramadan tersebut.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Makassar berharap hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin erat sehingga berbagai persoalan yang terjadi di wilayah dapat diselesaikan secara bersama melalui semangat kolaborasi dan gotong royong.

