Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

Puluhan Lapak Kuning PKL di Jalan Tinumbu Dibongkar Mandiri Tanpa Konflik

Sabtu, 18 April 2026 16:45
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
lapak dibongkar


LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Bontoala, Makassar, yang sebelumnya mencolok dengan warna kuning, kini justru memilih langkah inisiatif dengan membongkar lapak mereka secara mandiri.

Pemandangan tersebut terlihat di sepanjang Jalan Ujung Tinumbu, tepatnya di belakang kawasan Pertamina, Jalan Lamuru hingga sekitar SMK 4 Makassar, sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari.

Satu per satu lapak yang selama ini berdiri di atas trotoar dan saluran drainase mulai dikemas oleh para pedagang tanpa paksaan. Tidak terlihat adanya penolakan maupun gesekan. Sebaliknya, yang muncul adalah kesadaran kolektif untuk berbenah.

Menariknya, para pedagang juga menunjukkan sikap dewasa dengan tidak terpengaruh isu maupun provokasi dari pihak luar. Para pemilik lapak justru mengambil keputusan sendiri untuk melakukan pembongkaran sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penataan kawasan oleh Pemerintah Kota Makassar.

Camat Bontoala, Pataullah, mengungkapkan bahwa langkah bongkar mandiri tersebut merupakan hasil dari pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan pemerintah setempat.

"Sejak Jumat (17/4) malam mereka sudah mulai bongkar sendiri. Insya Allah ditargetkan selesai sampai hari Selasa," ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Selama kurang lebih tiga dekade, aktivitas berjualan di kawasan tersebut memang berkembang dan berlangsung di atas fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Namun, seiring upaya penataan kota yang terus digencarkan, pemerintah memilih pendekatan edukatif dengan turun langsung memberikan pemahaman kepada para pedagang.

Hasilnya, para PKL memilih bersikap legawa. Mereka memahami bahwa penggunaan trotoar dan drainase tidak sesuai peruntukan, serta berpotensi mengganggu ketertiban, kenyamanan pejalan kaki, hingga aliran air.

Dalam kesempatan itu, Pataullah menjelaskan bahwa dari total sekitar 60 lapak di kawasan tersebut, hanya sekitar 40 yang aktif digunakan.

"Bahkan sebagian di antaranya telah berdiri hingga 30 tahun, meski ada juga yang baru beroperasi dalam beberapa tahun terakhir berdasarkan informasi warga setempat," tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa isu penolakan penertiban yang sempat beredar melalui spanduk tidak benar. Warga dan pedagang justru menunjukkan sikap kooperatif dan mendukung penataan kawasan.

Langkah bongkar mandiri ini menjadi contoh bahwa penataan kota tidak selalu harus berujung konflik. Dengan komunikasi yang baik, kesadaran masyarakat dapat tumbuh sehingga proses penertiban berjalan lancar tanpa gesekan di lapangan.

"Warga pemilik lapak membantah adanya penolakan. Mereka justru membongkar sendiri lapaknya. Alhamdulillah, sebagian besar sudah hampir selesai," tambahnya.

Menurutnya, langkah ini menjadi sinyal positif bahwa pendekatan humanis dan komunikasi intens mampu membangun kesadaran bersama bahwa ruang publik harus dikembalikan sesuai fungsinya, tanpa mengorbankan stabilitas sosial.

Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, tetap berkomitmen untuk mencari solusi berupa lokasi yang lebih layak bagi para PKL yang telah ditertibkan.

Penataan terhadap aktivitas PKL yang menggunakan trotoar dan saluran drainase dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan, kerapian fasilitas umum, serta estetika kota.

Ia menjelaskan bahwa proses penertiban dilakukan secara bertahap melalui mekanisme yang telah ditetapkan, mulai dari Surat Peringatan (SP) 1, dilanjutkan SP2, hingga tindakan penertiban jika tidak diindahkan.

Namun dalam kasus ini, para pedagang justru menunjukkan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

"Kami telah lakukan berbagai pendekatan persuasif dan humanis. Dan alhamdulillah, pedagang taat aturan," tutupnya. (*)

Tags: Pemkot Makassar Munafri Arifuddin penertiban pkl

Baca Juga

Giring Ganesha Temui Appi, Pastikan Makassar Bakal Jadi Tuan Rumah Konferensi Musik Indonesia
Giring Ganesha Temui Appi, Pastikan Makassar Bakal Jadi Tuan Rumah Konferensi Musik Indonesia
Munafri Siapkan Kapal Antar Pulau di Makassar, Layanan Ditargetkan Gratis untuk Warga Kepulauan
Munafri Siapkan Kapal Antar Pulau di Makassar, Layanan Ditargetkan Gratis untuk Warga Kepulauan
Disdik Makassar Larang Perpisahan Siswa PAUD/TK, SD, dan SMP di Luar Sekolah
Disdik Makassar Larang Perpisahan Siswa PAUD/TK, SD, dan SMP di Luar Sekolah
TPA Antang Berbenah, DLH Makassar Dorong Sistem Sanitary Landfill untuk Atasi 1.043 Ton Sampah per Hari
TPA Antang Berbenah, DLH Makassar Dorong Sistem Sanitary Landfill untuk Atasi 1.043 Ton Sampah per Hari
Camat Panakkukang Bakal Tertibkan UMKM CFD Boulevard, Jumlahnya Capai 800
Camat Panakkukang Bakal Tertibkan UMKM CFD Boulevard, Jumlahnya Capai 800
Muslim LifeFair Makassar 2026 Siap Digelar, Targetkan 20 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp6 Miliar
Muslim LifeFair Makassar 2026 Siap Digelar, Targetkan 20 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp6 Miliar

Populer

  • 1
    Demam FF Beta Testing APK Jadi Alarm Keamanan Digital di Kalangan Gamer
  • 2
    Persaingan Grup B Memanas, Hasil Imbang Barito vs Persiba Justru Untungkan PSIS
  • 3
    Rayakan Ulang Tahun Perdana, XLSMART Hadirkan Promo XL, AXIS, Smartfren hingga XL SATU
  • 4
    APRDI Jelaskan Mekanisme dan Keuntungan Reksa Dana, Investasi Mulai Rp10 Ribu
  • 5
    Transformasi Strategis LPPF: Ganti Nama hingga Restrukturisasi Saham dan Dividen

Ekonomi

  • Transformasi Strategis LPPF: Ganti Nama hingga Restrukturisasi Saham dan Dividen
    Transformasi Strategis LPPF: Ganti Nama hingga Restrukturisasi Saham dan Dividen
  • Dividen AALI Jadi Sinyal Undervaluasi di Tengah Reli Saham
    Dividen AALI Jadi Sinyal Undervaluasi di Tengah Reli Saham
  • IndiHome Beri Solusi WiFi Sering Tak Menjangkau Seluruh Rumah, Perkenalkan Ultra Mesh Harga Mulai Rp285 Ribu
    IndiHome Beri Solusi WiFi Sering Tak Menjangkau Seluruh Rumah, Perkenalkan Ultra Mesh Harga Mulai Rp285 Ribu

Peristiwa

  • JK Soroti Dampak Polemik Ijazah Jokowi: Singgung Peran Politik hingga Desak Kejelasan
    JK Soroti Dampak Polemik Ijazah Jokowi: Singgung Peran Politik hingga Desak Kejelasan
  • Lonjakan BBM Nonsubsidi, Pemerintah Tegaskan Skema Pasar Bebas untuk Konsumen Mampu
    Lonjakan BBM Nonsubsidi, Pemerintah Tegaskan Skema Pasar Bebas untuk Konsumen Mampu
  • Kenaikan Gaji PNS 2026: Ujian Keseimbangan Fiskal di Tengah Harapan ASN
    Kenaikan Gaji PNS 2026: Ujian Keseimbangan Fiskal di Tengah Harapan ASN
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID