LUMINASIA.ID, JAKARTA — Sejumlah platform digital dan akun media sosial membantah pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, terkait klaim keterlibatan mereka dalam forum yang disebut sebagai “New Media Forum”.
Dilansir Kompas, Founder Bapak2ID, James Jan Markus, menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai fakta. Ia menyatakan pihaknya tidak pernah menghadiri kegiatan yang dimaksud maupun menjalin kerja sama dengan Bakom.
“Beritanya tidak benar, dan kami tidak pernah menghadiri acara yang disebutkan,” ujar James, Kamis (7/5/2026).
James juga menekankan bahwa Bapak2ID tidak memiliki afiliasi dengan pihak mana pun, termasuk pemerintah. Ia bahkan meminta agar nama komunitasnya dicoret dari pemberitaan yang menyebut mereka sebagai mitra Bakom.
“Kami tidak terafiliasi dengan apa pun. Kami sudah berdiskusi dan meminta pihak terkait untuk menghapus nama akun kami, karena berita tidak sesuai,” lanjutnya.
Selain Bapak2ID, Narasi juga mengeluarkan klarifikasi resmi melalui akun media sosial mereka. Dalam pernyataan tersebut, Narasi menyampaikan empat poin utama, termasuk penegasan bahwa mereka tidak tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF).
Narasi juga menyebut tidak pernah mengetahui, menghadiri, ataupun terlibat dalam pertemuan terkait forum tersebut maupun agenda Bakom pada 6 Mei 2026. Mereka menegaskan statusnya sebagai media yang telah terverifikasi Dewan Pers dan beroperasi sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Bantahan serupa datang dari akun Ngomongin Uang. Melalui pernyataan resminya, tim Ngomongin Uang menyatakan tidak pernah menerima undangan atau melakukan komunikasi dalam bentuk apa pun dengan Bakom.
“Oleh karena itu, klaim (Bakom RI) di berbagai media yang menyatakan bahwa Ngomongin Uang ‘digandeng’ ataupun menjadi ‘mitra’ pemerintah adalah tidak benar,” tulis pernyataan tersebut.
Sementara itu, Indomusikgram juga membantah keterlibatan mereka. Dalam klarifikasinya, mereka menyebut tidak pernah melakukan pertemuan dengan Bakom, baik secara langsung maupun digital.
Indomusikgram mengakui sempat tergabung dalam grup percakapan WhatsApp Indonesia New Media Forum, namun menegaskan bahwa keikutsertaan tersebut tidak dapat diartikan sebagai keanggotaan resmi ataupun kemitraan.
“Segala klaim yang menyebutkan Indomusikgram sebagai bagian dari kemitraan dengan Badan Komunikasi Pemerintah RI adalah keliru dan tidak berdasar,” tulis mereka.
Di sisi lain, sebelumnya Qodari menyampaikan bahwa pemerintah tengah merangkul sejumlah “homeless media” untuk berkolaborasi dalam forum baru tersebut.
“New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media,” kata Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Qodari menyebut sejumlah nama platform digital yang diklaim menjadi bagian dari forum, termasuk beberapa akun yang kini justru membantah keterlibatan mereka.
Situasi ini memicu polemik terkait transparansi komunikasi pemerintah dengan pelaku media digital, sekaligus menegaskan pentingnya klarifikasi publik untuk menghindari kesalahpahaman informasi di ruang digital.

