LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar mulai memperluas sambungan pipa dan menambah pasokan air bersih sebagai bagian dari upaya mengatasi krisis air yang selama ini dikeluhkan masyarakat di wilayah utara kota.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, agar persoalan distribusi air bersih segera ditangani melalui peningkatan debit air baku, perluasan jaringan distribusi, hingga pemasangan sambungan rumah bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkurade, mengatakan seluruh arahan Wali Kota langsung ditindaklanjuti oleh jajaran PDAM untuk mempercepat pemulihan layanan air bersih.
Baca: Seleksi Direksi PDAM Makassar Berlanjut, 24 Peserta Masuk Tahap Wawancara
"Selama ini apa yang disampaikan dan diperintahkan Pak Wali Kota kepada kami selaku Plt direksi, kami tindak lanjuti. Terbukti kami kerjakan kebutuhan air bersih," ujarnya.
Menurut Andi Syahrum, PDAM tidak hanya mengandalkan satu solusi dalam mengatasi krisis air bersih, tetapi menjalankan tiga strategi utama secara bersamaan agar distribusi air kepada pelanggan dapat kembali normal.
"Jadi, dalam mengantisipasi krisis air bersih di Kota Makassar ini, kami tidak hanya punya satu solusi, tetapi tiga solusi yang dijalankan secara paralel," katanya.
Strategi pertama dilakukan melalui uji coba pengoperasian pompa intake yang mengambil air baku dari Waduk Nipah-Nipah melalui jalur Manggala sejak Selasa (30/6/2026).
Pengoperasian pompa tersebut diproyeksikan mampu menambah debit air sekitar 300 liter per detik sehingga distribusi ke wilayah utara Kota Makassar, termasuk Kerung-Kerung dan sekitarnya, dapat meningkat secara signifikan.
"Hari ini kami melakukan uji coba pengoperasian pompa intake. Mudah-mudahan dapat menambah debit air untuk wilayah utara, termasuk Kerung-Kerung dan sekitarnya," ujar Andi Syahrum.
Ia menjelaskan, salah satu penyebab berkurangnya pasokan air ke wilayah utara selama ini adalah tidak beroperasinya salah satu pompa sejak sekitar Oktober 2025.
Kondisi tersebut menyebabkan debit air menuju kawasan utara terus menurun, terutama saat memasuki musim kemarau.
Baca: Appi Janji Bakal Hidupkan Kembali Kerajaan Tallo, Disulap Jadi Destinasi Wisata Sejarah Makassar
"Inilah yang kami temukan. Seharusnya pompa itu tetap berjalan sambil menunggu pompa yang baru," tuturnya.
"Karena berdasarkan informasi, sejak Oktober 2025 pompa tersebut tidak lagi beroperasi. Ini yang mengganggu pasokan air ke wilayah utara dan Kerung-Kerung," lanjutnya.
Strategi kedua dilakukan melalui penyambungan jaringan pipa dari kawasan Macini Sombala menuju wilayah yang selama ini mengalami kekurangan pasokan air.
Menurut Andi Syahrum, kawasan Macini Sombala dipilih karena memiliki debit air yang lebih besar sehingga dapat membantu meningkatkan distribusi ke wilayah utara dan Kerung-Kerung.
"Yang kedua adalah penyambungan pipa dari Macini Sombala. Di sana debit airnya cukup besar sehingga bisa membantu menambah pasokan ke wilayah utara dan Kerung-Kerung," jelasnya.
Strategi ketiga dilakukan melalui pengerukan saluran air baku dari kawasan Manggala menuju Waduk Nipah-Nipah untuk memperlancar aliran air menuju instalasi pengolahan.
Pengerukan tersebut dinilai penting karena saluran air baku itu disebut belum pernah dikeruk selama puluhan tahun.
"Menurut informasi warga di sekitar lokasi, saluran air baku itu terakhir dikeruk sekitar tahun 1979. Artinya, hampir 50 tahun baru kali ini dilakukan pengerukan kembali. Ini menjadi salah satu langkah penting untuk memperlancar aliran air baku," terangnya.
Selain menjalankan tiga strategi tersebut, PDAM tetap menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki secara bergilir kepada pelanggan yang terdampak gangguan distribusi akibat perbaikan jaringan utama maupun kerusakan pipa.
"Selama ini kami juga mengantisipasi dengan mengantarkan air menggunakan mobil tangki kepada pelanggan yang belum mendapatkan suplai," jelas Andi Syahrum.
"Namun tentu sifatnya masih terbatas. Harapan kami, dengan beroperasinya pompa ini, distribusi air kembali normal dan keluhan pelanggan dapat berkurang," tambahnya.
Ia menegaskan, peningkatan debit air akan menjadi dasar bagi PDAM untuk memperluas jaringan distribusi sekaligus melaksanakan program pemasangan sambungan rumah gratis sesuai kebijakan Pemerintah Kota Makassar.
Menurutnya, setelah pasokan air baku dipastikan mencukupi dan distribusi stabil, PDAM akan mulai menyambungkan jaringan ke rumah-rumah warga yang selama ini belum mendapatkan layanan.
"Termasuk program pemasangan sambungan gratis sesuai Peraturan Wali Kota. Air bakunya harus dipastikan tersedia terlebih dahulu, kemudian baru kita sambungkan ke rumah-rumah warga," tegasnya.
PDAM menargetkan proses uji coba dan pengawalan operasional pompa berlangsung selama beberapa hari ke depan untuk memastikan seluruh sistem berjalan optimal tanpa kendala.
Dengan bertambahnya debit air, perluasan sambungan pipa, serta pengerukan saluran air baku, PDAM Makassar berharap kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah utara kota, dapat terpenuhi secara bertahap sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
"Sehingga, dapat terpenuhi secara bertahap sekaligus mendukung peningkatan layanan air minum bagi warga Makassar di wilayah yang membutuhkan," tutup Andi Syahrum.

