LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Muchlasin, menyebut perbankan syariah di Sulawesi Selatan terus mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional hingga April 2026.
Dalam rilis yang diterima, Sabtu (27/6/2026), Muchlasin mengatakan pertumbuhan tersebut terlihat dari peningkatan aset, penghimpunan dana, hingga pembiayaan yang menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.
"Perbankan syariah terus menunjukkan perkembangan yang positif dengan pertumbuhan aset, penghimpunan dana, dan pembiayaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional pada posisi April 2026," ujar Muchlasin.
Ia menjelaskan total aset perbankan syariah mencapai Rp23,45 triliun atau tumbuh 35,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah juga meningkat 25,87 persen menjadi Rp15,33 triliun.
Sementara itu, pembiayaan tumbuh 25,74 persen menjadi Rp18,88 triliun.
Menurut Muchlasin, tingkat intermediasi perbankan syariah berada pada level 123,11 persen.
Adapun rasio Non Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 1,80 persen.
Muchlasin mengatakan pangsa pasar aset perbankan syariah kini mencapai 10,87 persen.
"Pangsa pasar aset perbankan syariah meningkat menjadi 10,87 persen, mencerminkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah serta meningkatnya kontribusi industri perbankan syariah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," tutup Muchlasin.

