LUMINASIA.ID, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan semakin frustrasi karena Iran tidak kunjung memenuhi tuntutan Washington di tengah konflik yang masih berlangsung. Sejumlah pejabat AS menyebut Teheran tetap bergeming meski pemerintahan Trump terus meningkatkan tekanan terhadap negara tersebut.
Menurut laporan CNN, situasi itu memicu serangkaian rapat tertutup yang berlangsung dengan tensi tinggi, termasuk percakapan via telepon bernada keras dengan sejumlah sekutu Amerika Serikat. Trump juga menggelar rapat kabinet di Camp David pada Jumat (31/7) waktu setempat untuk membahas berbagai opsi setelah upaya diplomatik meredakan konflik dengan Iran menemui jalan buntu.
Saat ditanya mengenai langkah berikutnya untuk menghidupkan kembali jalur diplomasi, Trump tidak memberikan penjelasan rinci. Trump mengatakan pemerintahannya hanya ingin meraih kemenangan dalam menghadapi situasi tersebut. Ia juga menilai kondisi Iran pada akhirnya akan terus melemah seiring berjalannya waktu.
Di sisi lain, meningkatnya ancaman dari Iran disebut turut memengaruhi pengamanan Presiden AS. Pemerintah Amerika Serikat bahkan memutuskan mengganti pesawat Air Force One yang digunakan Trump setelah muncul peningkatan ancaman keamanan terkait Iran.
Para pejabat AS mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap situasi keamanan yang memburuk. Namun, pemberitaan mengenai pergantian pesawat itu disebut membuat Trump geram karena dinilai menimbulkan kesan bahwa pemerintah AS sangat mengkhawatirkan ancaman dari Iran.
Frustrasi Trump dinilai mencerminkan semakin sulitnya Washington memaksa Iran mengikuti tuntutan Amerika Serikat. Sementara itu, konflik di Timur Tengah masih belum menunjukkan tanda-tanda akan segera mereda.



