Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

Jelajah Sampah Titik ke-14 di Tamalanrea, Appi Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

Minggu, 16 Agustus 2026 15:04
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, bersama Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar yang juga Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menghadiri giat Jelajah Sampah yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar di Kecamatan Tamalanrea, Jalan Bumi Tamalanrea Permai, Minggu (16/8/2026).


LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar kembali menggelar program Jelajah Sampah sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi dan mengelola sampah dari sumbernya.

Memasuki titik ke-14, kegiatan yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar tersebut berlangsung di Jalan Bumi Tamalanrea Permai, Kecamatan Tamalanrea, Minggu 16 Agustus 2026.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi bersama Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar yang juga Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, hadir dalam kegiatan tersebut.

Jelajah Sampah tidak hanya diisi dengan aksi membersihkan lingkungan, tetapi juga dirancang sebagai kegiatan edukasi dan kolaborasi yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Munafri mengatakan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah karena membutuhkan keterlibatan masyarakat, komunitas dan berbagai unsur lainnya.

"Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, dibutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, mulai dari rumah tangga, komunitas hingga berbagai unsur lainnya," kata Munafri.

Menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah dan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Karena itu, masyarakat didorong untuk mulai mengurangi produksi sampah, memilah berdasarkan jenisnya, mengolah sampah yang masih memiliki nilai manfaat serta memastikan sampah dikelola dengan baik.

"Pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran masyarakat, dibantu oleh pemerintah dan komunitas. Kolaborasi ini sangat penting menjaga kebersihan kota," tuturnya.

Munafri menilai kegiatan Jelajah Sampah juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat dapat memahami persoalan sampah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

"Tentu lewat kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya diajak mengetahui persoalan sampah, tetapi juga memahami bagaimana sampah dapat dipilah, dikelola dan memiliki nilai manfaat," imbuhnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu mendorong gerakan nyata dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

"Jelajah Sampah titik ke-14 ini jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kita ingin ada gerakan nyata dari masyarakat untuk mengurangi, memilah, mengolah dan mengelola sampah mulai dari lingkungan masing-masing," tegas Appi.

Edukasi Pengelolaan Sampah

Kepala DLH Kota Makassar Helmy Budiman mengatakan Jelajah Sampah telah dilaksanakan sejak Juni 2026 dan Kecamatan Tamalanrea menjadi lokasi ke-14.

"Ini kegiatan sejak bulan Juni, dan Kecamatan Tamalanrea menjadi kecamatan ke-14," ujar Helmy.

Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan, RT/RW, kader Posyandu, kader KB, komunitas serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Helmy menjelaskan, Jelajah Sampah dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai persoalan persampahan sekaligus memperkenalkan solusi yang dapat diterapkan mulai dari lingkungan rumah.

"Dan memang dibentuk untuk memberikan pemahaman mengenai permasalahan persampahan dan memberikan berbagai macam solusi berkaitan dengan soal persampahan," jelasnya.

Tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, kegiatan tersebut juga dilengkapi aktivitas luar ruangan yang bersifat interaktif.

Untuk kegiatan indoor, peserta mendapatkan pelatihan pengolahan sampah melalui biopori dan komposter, pengolahan sampah organik menggunakan maggot serta pembuatan eco-enzyme.

Sementara kegiatan outdoor diisi dengan talk show, diskusi mengenai persoalan persampahan di Kota Makassar, pameran produk daur ulang, aksi plogging hingga penimbangan sampah.

13,6 Kilogram Sampah Dikumpulkan

Dalam aksi plogging di Kecamatan Tamalanrea, peserta berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 13,6 kilogram.

Sampah tersebut terdiri atas 1,02 kilogram sampah organik, 3,12 kilogram anorganik, 0,18 kilogram bahan berbahaya dan beracun (B3), serta 8,74 kilogram residu.

Helmy mengatakan aksi tersebut menjadi bagian dari edukasi agar masyarakat dapat melihat langsung kondisi lingkungan sekaligus mengenali jenis sampah yang dihasilkan.

"Jelajah Sampah Kota Makassar merupakan sebuah kegiatan yang sifatnya edukasi dan kolaboratif," katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya DLH Kota Makassar meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam membatasi timbulan sampah sekaligus mendorong pengelolaan sampah secara mandiri.

Program Jelajah Sampah juga menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar, komunitas hingga masyarakat umum dengan pendekatan edukatif dan interaktif.

Helmy menegaskan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah memperkuat gerakan menuju Makassar Bebas Sampah 2029.

"Ini menjadi momentum kolektif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pembatasan timbulan sampah," pungkasnya.

Tags: Munafri Arifuddin Melinda Aksa Dinas Lingkungan Hidup

Baca Juga

Pemkot dan DPRD Sepakat, APBD Perubahan Makassar Rp5,26 Triliun Disahkan
Pemkot dan DPRD Sepakat, APBD Perubahan Makassar Rp5,26 Triliun Disahkan
Kanal Panampu Al-Markaz Bakal Ditata Jadi Wisata Baru, UMKM Ikut Dilibatkan
Kanal Panampu Al-Markaz Bakal Ditata Jadi Wisata Baru, UMKM Ikut Dilibatkan
Nikah Gratis di Makassar untuk 210 Pasangan, Daftar Lewat LONTARA+ Mulai Hari Ini
Nikah Gratis di Makassar untuk 210 Pasangan, Daftar Lewat LONTARA+ Mulai Hari Ini
UIM Siapkan Bibit Jamur Tiram Putih untuk Urban Farming Makassar, Budidaya Bisa Berbasis RT dan RW
UIM Siapkan Bibit Jamur Tiram Putih untuk Urban Farming Makassar, Budidaya Bisa Berbasis RT dan RW
Unhas Siapkan 50 Titik di Makassar, Sampah Organik Diolah Jadi Maggot untuk Pakan Ayam Alope
Unhas Siapkan 50 Titik di Makassar, Sampah Organik Diolah Jadi Maggot untuk Pakan Ayam Alope
Pemkot Makassar Tegaskan Perubahan APBD 2026 Harus Berdampak ke Masyarakat
Pemkot Makassar Tegaskan Perubahan APBD 2026 Harus Berdampak ke Masyarakat

Populer

  • 1
    VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
  • 2
    PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Tiga Wilayah ke Kriyanusa 2026
  • 3
    Deru Mesin Poliwako Bangun Talenta Muda di Tengah Gerak Hilirisasi
  • 4
    Nikah Gratis di Makassar untuk 210 Pasangan, Daftar Lewat LONTARA+ Mulai Hari Ini
  • 5
    Dari Keluhan Konsumen, Mekanik AHASS Terus Asah Kemampuan

Ekonomi

  • Ikut Jual Rumah di Bukit Baruga Bisa Dapat Rp15 Juta, Ini Caranya
    Ikut Jual Rumah di Bukit Baruga Bisa Dapat Rp15 Juta, Ini Caranya
  • LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Simpanan hingga Januari 2027
    LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Simpanan hingga Januari 2027
  • RUPSLB Indosat Perpanjang Masa Jabatan Vikram Sinha, Transformasi AI Dilanjutkan
    RUPSLB Indosat Perpanjang Masa Jabatan Vikram Sinha, Transformasi AI Dilanjutkan

Peristiwa

  • Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
    Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
  • Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID