LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Sebanyak 12.361 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, diproyeksikan menikmati program iuran sampah gratis yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Program tersebut terus diperluas sebagai bentuk kebijakan Pemkot Makassar untuk memberikan keringanan kepada masyarakat sekaligus memastikan pelayanan persampahan tetap berjalan.
Camat Panakkukang, Syahril, mengatakan hingga saat ini sebanyak 5.123 rumah atau kepala keluarga telah terdata sebagai penerima program iuran sampah gratis untuk periode 2025 hingga 2026.
"Untuk tahun 2025 hingga 2026, yang sudah terdata itu sebanyak 5.123 rumah atau kepala keluarga," kata Syahril.
Pemkot Makassar kemudian menyiapkan perluasan cakupan program bagi masyarakat dengan daya listrik hingga 1.300 Volt Ampere (VA).
Untuk perluasan tersebut, terdapat 7.238 KK yang saat ini masih dalam proses pendataan dan validasi.
Jika seluruh data tersebut telah terverifikasi, jumlah penerima manfaat program iuran sampah gratis di Kecamatan Panakkukang diproyeksikan mencapai sekitar 12.361 KK.
"Jika seluruh data tersebut telah terverifikasi, jumlah penerima manfaat program iuran sampah gratis di Kecamatan Panakkukang diproyeksikan mencapai sekitar 12.361 KK," tuturnya, Minggu (6/9/2026).
Syahril mengatakan proses validasi dilakukan untuk memastikan program benar-benar tepat sasaran.
Data warga calon penerima kembali dicocokkan, terutama berdasarkan daya listrik rumah tangga dan status kewajiban pembayaran retribusi.
"Data ini sedang kami telusuri. Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kami cross-check ulang untuk memastikan data ini betul-betul tepat," terangnya.
Menurutnya, validasi diperlukan agar masyarakat yang berhak mendapatkan pembebasan iuran tidak terlewat dari pendataan.
Sebaliknya, warga yang memiliki kewajiban membayar retribusi, termasuk pelaku usaha atau sektor komersial, tidak boleh masuk dalam daftar penerima pembebasan.
"Jangan sampai masyarakat yang berhak menerima program gratis tidak terdata. Begitu juga jangan sampai ada yang wajib membayar retribusi, tetapi masuk dalam data gratis. Itu yang kami pastikan," tegasnya.
Mengacu Daya Listrik
Syahril menjelaskan, salah satu indikator yang digunakan dalam menentukan calon penerima program adalah daya listrik rumah tangga.
Perluasan program diarahkan bagi rumah tangga dengan daya listrik hingga 1.300 VA, dengan tetap melalui proses verifikasi terhadap data dan kondisi rumah tangga.
"Yang pertama dilihat dari kWh listrik. Kemudian kami pastikan rumah tersebut betul melakukan pembayaran," jelasnya.
Dengan perluasan tersebut, program iuran sampah gratis diperkirakan menjangkau lebih dari 12 ribu bangunan atau rumah tangga di Kecamatan Panakkukang.
Jumlah tersebut sekaligus menunjukkan besarnya nilai retribusi yang berpotensi dibebaskan pemerintah melalui program tersebut.
Jika menggunakan asumsi sekitar 12.000 rumah penerima dengan tarif retribusi Rp20 ribu per bulan, nilai retribusi yang dibebaskan mencapai sekitar Rp240 juta setiap bulan.
Dalam setahun, nilai pembebasan tersebut diproyeksikan mencapai sekitar Rp2,8 miliar.
"Jika dihitung selama satu tahun, nilai pembebasan tersebut berpotensi menembus Rp2,8 miliar," katanya.
Besarnya nilai tersebut menunjukkan dukungan pemerintah dalam memberikan keringanan kepada masyarakat melalui program iuran sampah gratis.
Bentuk Komitmen Pemkot Makassar
Syahril menyebut program tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dalam memberikan pelayanan sekaligus meringankan beban masyarakat.
"Alhamdulillah, ini kabar baik untuk masyarakat Kecamatan Panakkukang berkat program Bapak Wali Kota," tuturnya.
"Ini salah satu bentuk komitmen Pak Wali Kota untuk memberikan gratis kepada masyarakat, khususnya yang daya listriknya 900 sampai 1.300 VA di tahun 2026," sambungnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin sebelumnya menekankan pentingnya dukungan seluruh kekuatan pemerintah kota dalam menjaga kebersihan dan menata keindahan Kota Makassar.
Menurut Appi, kebijakan pelayanan persampahan juga perlu diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dari lingkungan masing-masing.
"Tentu, kesadaran masyarakat penting supaya bisa melakukan pemilahan sampah di wilayah masing-masing," kata Appi pada Pesta Rakyat Kecamatan Panakkukang beberapa waktu lalu.



