LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Program iuran sampah gratis di Kecamatan Rappocini tidak hanya diarahkan untuk memberikan keringanan biaya kepada masyarakat.
Pemerintah Kota Makassar juga mendorong program tersebut berjalan bersamaan dengan perubahan perilaku warga dalam memilah dan mengolah sampah dari rumah hingga menghasilkan manfaat ekonomi.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, salah satu contoh pengolahan sampah yang sudah berjalan di Rappocini terdapat di Kelurahan Karunrung melalui sistem biodigester.
Sampah rumah tangga yang sebelumnya hanya dibuang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan gas yang kemudian digunakan masyarakat untuk kebutuhan memasak.
"Di Kecamatan Rappocini ini ada biodigester yang benar-benar memanfaatkan sampah rumah tangga. Gas itu diambil dari sampah yang sudah dibuang lalu dimanfaatkan menjadi gas untuk memasak," kata Munafri.
Menurutnya, pola tersebut menunjukkan bahwa sampah tidak semata-mata menjadi persoalan kebersihan yang harus dibuang ke tempat pemrosesan akhir.
Sampah rumah tangga justru dapat dikelola dan dimanfaatkan sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
"Persoalan kebersihan ini bukan menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat harus bersatu padu," tegasnya.
Iuran Gratis Diperluas
Dorongan pengelolaan sampah tersebut berjalan bersamaan dengan perluasan program iuran sampah gratis di Kecamatan Rappocini.
Munafri menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Pesta Rakyat Kecamatan Rappocini di area parkir Lapangan Tennis Indoor Telkom, Jalan AP Pettarani, Makassar, Minggu (6/9/2026) malam.
Pada penerapan sebelumnya, pembebasan iuran diberikan kepada masyarakat dengan daya listrik 450 hingga 900 volt ampere (VA).
Di Kecamatan Rappocini, penerima pada kategori tersebut telah mencapai 5.938 rumah atau kepala keluarga (KK).
Tahun ini, cakupan penerima diperluas hingga kelompok rumah tangga dengan daya listrik sampai 1.300 VA.
Dengan perluasan tersebut, total potensi penerima iuran sampah gratis di Rappocini mencapai 14.977 rumah atau KK.
"Kalau tahun lalu mulai dari daya 450 sampai 900 watt, tahun ini kita tambah menjadi 900 sampai 1.300. Artinya di Rappocini ini ada kurang lebih 14.977 rumah yang nanti tidak lagi membayar iuran sampah," jelas Munafri.
Namun, pembebasan iuran tersebut disertai kewajiban bagi masyarakat untuk memilah sampah dari rumah.
Pemkot Makassar juga meminta camat dan lurah memastikan informasi program tersebut tersampaikan kepada masyarakat.
Rumah yang mendapatkan pembebasan iuran akan diberikan penanda berupa label atau stiker.
Penanda tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penerima program terdata sekaligus mendorong kepatuhan terhadap kewajiban memilah sampah dari sumber.
"Ini harus terus kita lakukan berbagai macam pola pendekatan sehingga di tengah-tengah masyarakat kesadaran yang kita bangun adalah kesadaran untuk memastikan bahwa apa yang kita lakukan hari ini akan memberikan dampak dan warisan yang baik kepada generasi yang akan datang," ujarnya.
Bukan untuk Pelaku Usaha
Munafri menegaskan program iuran sampah gratis ditujukan kepada masyarakat umum.
Kebijakan tersebut tidak berlaku bagi kelompok usaha maupun kegiatan yang bersifat komersial.
Karena itu, pendataan menjadi bagian penting dalam memastikan program tepat sasaran.
"Program ini, berlaku pada masyarakat umum yang ada di Kecamatan Rappocini dan kecamatan yang lainnya," tuturnya.
"Ini tidak berlaku pada kelompok-kelompok usaha atau kelompok-kelompok yang lebih komersial. Maka dari itu, ini sangat penting untuk didata," sambung Appi.
Menurut Munafri, pembebasan iuran seharusnya tidak berhenti pada persoalan biaya yang tidak lagi dibayarkan masyarakat.
Program tersebut juga harus mendorong perubahan cara pandang terhadap sampah, terutama melalui pemilahan dan pengolahan sejak dari rumah.
Biodigester di Karunrung menjadi salah satu contoh bahwa sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berguna.
Pola serupa diharapkan terus dikembangkan sehingga pengelolaan sampah tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi rumah tangga.
Munafri berharap program iuran sampah gratis dan penguatan pengelolaan sampah dapat berjalan beriringan.
Dengan demikian, keringanan iuran yang diberikan pemerintah tidak hanya menjadi bantuan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya memilah dan mengolah sampah dari sumbernya.
Pesta Rakyat Kecamatan Rappocini turut dihadiri Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda, tim ahli, sejumlah kepala SKPD, camat, serta para lurah.



