LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pembenahan struktur ekonomi dari hulu hingga hilir.
Menurut Munafri, perhatian terhadap masyarakat pesisir tidak cukup diwujudkan melalui bantuan kapal maupun alat tangkap, tetapi harus dilanjutkan dengan pendampingan, dukungan infrastruktur penangkapan ikan hingga menciptakan alur pasar yang lebih adil bagi nelayan.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Appi saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) VI Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Makassar di Hotel Karebosi Premier, Senin (7/9/2026).
Baca: Maulid Akbar di Tengah Perahu Nelayan di Paotere, Munafri Singgung Messi dan Ronaldo
Dalam sambutannya, Appi menyoroti kondisi ekonomi masyarakat nelayan yang dinilainya masih belum sebanding dengan kontribusi mereka terhadap pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat.
Ia mengatakan hasil laut yang diperoleh nelayan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, namun kesejahteraan para nelayan yang menghasilkan komoditas tersebut belum mengalami peningkatan signifikan.
"Harusnya, kalau kita mau bicara tentang distribusi gizi untuk masyarakat, ya struktur kesejahteraan nelayannya yang harus dibentuk dulu. Kasihan nelayan kalau terus-menerus diajak masuk ke dalam sistem pasar yang sangat tidak menguntungkan," katanya.
“Masyarakat nelayan ini harusnya menjadi masyarakat yang punya struktur kesejahteraan yang jauh lebih baik. Kenapa? Karena dari tangan-tangan para nelayan inilah kita akan berharap begitu besar terhadap pembangunan sumber daya manusia yang akan datang,” tambahnya.
Baca: Maulid Akbar di Tengah Perahu Nelayan di Paotere, Munafri Singgung Messi dan Ronaldo
Bantuan Nelayan Tak Boleh Berhenti pada Kapal
Appi menggarisbawahi bahwa perhatian pemerintah terhadap nelayan harus diwujudkan melalui langkah konkret dan berkelanjutan.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya memberikan bantuan fisik yang bersifat seremonial, seperti kapal dan alat tangkap, tanpa memastikan nelayan mendapatkan pendampingan dalam menjalankan aktivitas ekonominya.
Pemkot Makassar, kata Appi, harus hadir dalam seluruh rantai tata kelola perikanan hingga menciptakan alur pasar yang lebih adil.
Langkah tersebut diperlukan agar hasil tangkapan nelayan tidak terus berada dalam posisi yang merugikan ketika masuk ke dalam sistem pasar.
Untuk memperkuat dukungan tersebut, Appi mengungkapkan bahwa Pemkot Makassar bersama DPRD Kota Makassar akan meningkatkan alokasi anggaran pendampingan bagi nelayan pada tahun mendatang.
“Fungsi pemerintah harus mampu melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat nelayan. Nah, inilah yang harus kita support melalui anggaran pembangunan yang dimiliki oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Appi juga mendorong pengurus HNSI mengambil peran lebih besar dalam menyerap aspirasi dan mendampingi nelayan di lapangan.
Ia meminta HNSI menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjembatani kebutuhan masyarakat pesisir sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi kawasan pesisir.
“Ini yang kita harapkan. Kita harus bersama-sama menyusun apa yang menjadi hal yang paling penting yang harus kita berikan kepada nelayan untuk memberikan supporting terhadap infrastruktur penangkapan ikan yang mereka inginkan. Fungsinya HNSI ada di sini bermitra dengan pemerintah, bersama-sama memikirkan ini,” pungkasnya.
Nelayan Didorong Beralih ke Penangkapan Berbasis Teknologi
Selain memperkuat sisi ekonomi dan infrastruktur, Appi juga mendorong transformasi pola penangkapan ikan yang selama ini dilakukan secara konvensional.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat membantu nelayan bekerja lebih efisien dengan mengetahui lokasi yang memiliki potensi persebaran ikan.
Pemkot Makassar, kata dia, dapat mendorong pemanfaatan teknologi navigasi dan peta persebaran ikan melalui kolaborasi dengan BMKG Maritim.
Dengan dukungan informasi tersebut, nelayan diharapkan tidak lagi menghabiskan banyak waktu untuk sekadar mencari lokasi ikan.
Teknologi dan informasi mengenai persebaran ikan dapat membantu nelayan menentukan lokasi penangkapan secara lebih presisi.
Upaya tersebut diharapkan mengubah pola kerja nelayan dari sekadar “mencari ikan” menjadi “menangkap ikan” di titik yang lebih tepat.
Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar membangun ekosistem ekonomi pesisir yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memperkuat produktivitas, efisiensi dan posisi nelayan dalam rantai ekonomi perikanan.



